Manusia adalah makhluk yang ditunjuk Allah ﷻ untuk memimpin di Bumi.1 Sejak diturunkannya Nabi Adam dan Siti Hawa ‘alaihima salam dari surga, Allah ﷻ telah menjadikan manusia sebagai pengelola, pemimpin, dan mendominasi Bumi. Perjalanan manusia sejak awal kemunculannya di Bumi, baik yang menuntun kepada perkembangan kehidupannya maupun yang menghancurkannya, telah membawa manusia ke zaman modern yang kita alami saat ini. Perkembangan tersebut termasuk ilmu pengetahuan yang dimiliki, dimulai dengan diajarkannya nama-nama benda kepada Nabi Adam ‘alaihi salam2 hingga penguasaan tentang hal-hal di luar tempat tinggal manusia, yakni luar angkasa.
Dalam Islam diyakini bahwa manusia pertama yang menghuni Bumi adalah Nabi Adam dan Siti Hawa ‘alaihima salam dan ketika mereka diturunkan dari surga ke Bumi, keadaan Bumi sudah dalam kondisi siap ditinggali. Tumbuhan dan hewan tersebar di tiap penjuru daratan tempat Nabi Adam dan Siti Hawa ‘alaihima salam saling mencari satu sama lain. Lalu, bagaimana kehidupan itu bisa sampai ke Bumi? Apa yang menjadi “pemicu” kehidupan dapat berkembang di Bumi hingga saat ini?
Awal Mula Kehidupan
Untuk memahami bagaimana asal mula kehidupan di alam semestanya Allah ﷻ, khususnya di Bumi, kita dapat meminjam teori-teori yang berkembang hingga saat ini. Para ilmuwan memiliki beberapa teori mengenai bagaimana kehidupan pertama kali muncul di planet kita:
Kehidupan Berasal dari “Sup Purba”
Pada tahun 1952, Stanley Miller dan Harold Urey dari Universitas Chicago menguji hipotesis bahwa kehidupan dapat terbentuk dari campuran zat-zat sederhana yang ada di atmosfer Bumi. Dalam eksperimen mereka, Miller dan Urey memasukkan campuran amonia, metana, dan uap air ke dalam wadah kaca, lalu memberikan percikan listrik untuk meniru kilat. Hasilnya, terbentuklah….







Discussion about this post