• Privacy & Policy
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Redaksi dan Manajemen
    • Dewan Penasihat
  • Mata Air di Dunia
    • Arabic
    • Deutsch
    • English
    • Spanish
    • Turkish
  • FAQ
  • Kirim Artikel
  • Karir
Thursday, September 24, 2026
  • Login
Majalah Mata Air
Advertisement
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2026Terbaru
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2026
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23
No Result
View All Result
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2026Terbaru
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2026
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23
No Result
View All Result
Majalah Mata Air
No Result
View All Result
Home Budaya Pendidikan

Strategi Kreatif Guru Mengatasi Perundungan

Prof. Dr. Siti Irene Astuti Dwiningrum, dkk.

by Siti Irene Astuti Dwiningrum
5 months ago
in Pendidikan
Reading Time: 2 mins read
Share on WhatsappShare on FacebookScan and read on your phone

Sekolah dan perundungan (bullying) bukanlah dua kata yang serasi bila disandingkan. Sayangnya, perundungan justru banyak terjadi di sekolah. Harus diakui bahwa peristiwa yang marak terjadi di sekolah ini bukan sekadar kenakalan biasa. Ia adalah fenomena sosial yang kompleks dan berdampak panjang, tidak hanya bagi korban, tetapi juga bagi pelaku itu sendiri. Perundungan mencakup konsep lebih luas yang masih berpotensi menimbulkan argumentasi-argumentasi kontroversial perihal makna, tingkat keparahan, dan hubungannya dengan unsur lain sebagaimana ia adalah masalah universal di sekolah-sekolah.1 Artinya, persoalan ini tidak hanya terjadi di satu negara, tetapi hampir di seluruh penjuru dunia.

Di Indonesia sendiri fenomena ini masuk ke tahap yang sangat mengkhawatirkan. Penelitian menunjukkan bahwa hampir di semua sekolah pernah terjadi kasus perundungan2 dan berbagai studi3 menyimpulkan bahwa sebagian besar siswa pernah menjadi korbannya.4 Situasi ini menuntut adanya pendekatan baru yang lebih efektif dan menyentuh akar permasalahan, salah satunya melalui strategi mengajar kreatif demi mengurangi perundungan di dalam ekosistem pendidikan dengan membangun sinergi di lingkungan sekolah, ruang kelas, dan tingkat individu.

 

Lebih dari Sekadar Kekerasan

RelatedArticles

Modal Sosial Sekolah Berkualitas

Pendidikan Dahulu, Baru Teknologi

Maraknya kasus perundungan di ruang-ruang kelas atau lingkungan sekolah telah menjadikan ekosistem pendidikan yang seharusnya adalah tempat yang aman dan menyenangkan berubah menjadi tempat yang tak lagi ramah anak. Sekolah seharusnya menjadi tempat yang damai untuk belajar, bertumbuh, dan membangun relasi sosial. Beberapa penelitian mengungkap bahwa perundungan lazim terjadi di jam sekolah (69%), waktu istirahat (23% ), dan sisanya sebelum atau sesudah jam sekolah berlangsung. Pelakunya sebagian besar terdiri dari senior (37%), kelompok siswa (30%), dan teman sebaya.5 Perundungan dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari fisik hingga tindakan psikologis, misalnya mengejek, memukul, mengintimidasi, hingga menyebarkan informasi palsu.6 Tindakan ini bukan sekadar tindakan spontan, melainkan hasil dari interaksi berbagai faktor sosial, psikologis, dan lingkungan. Secara umum, perundungan terbagi menjadi dua bentuk:

  1. Langsung (direct bullying): melibatkan kontak fisik seperti memukul atau mendorong.
  2. Tidak langsung (indirect bullying): aktivitas lisan seperti hinaan, gosip, atau pengucilan sosial.7

 

Penelitian menunjukkan bahwa siswa laki-laki cenderung melakukan perundungan langsung (fisik), sedangkan siswi perempuan lebih sering melakukan perundungan tidak langsung (lisan).8 Perundungan yang terjadi secara berulang dapat menyebabkan dampak serius. Beberapa korban sering mengalami penurunan prestasi akademik, kehilangan kepercayaan diri, ketakutan berlebih untuk datang ke sekolah, serta menarik diri ke dalam isolasi sosial hingga mengalami gangguan kesehatan mental atau depresi berkepanjangan. Dampak yang paling memprihatinkan adalah

Tags: BelajarPendidikan IslamperundunganVolume 13 Nomor 50
Previous Post

Jalan Kedekatan

Next Post

Endorfin Alami dalam Tubuh Manusia

Siti Irene Astuti Dwiningrum

Siti Irene Astuti Dwiningrum

Related Posts

Modal Sosial Sekolah Berkualitas
Pendidikan

Modal Sosial Sekolah Berkualitas

3 months ago
Pendidikan Dahulu, Baru Teknologi
Pendidikan

Pendidikan Dahulu, Baru Teknologi

1 year ago
Load More

Discussion about this post

POPULAR POST

  • Taubah, Inabah, dan Aubah

    Taubah, Inabah, dan Aubah

    1423 shares
    Share 569 Tweet 356
  • Ibnu Sina, Seorang Ilmuwan Teladan

    1077 shares
    Share 431 Tweet 269
  • Shuffah, Pusat Bagi Para Jenius

    1038 shares
    Share 415 Tweet 260
  • Hewan-hewan yang Menantang Suhu Dingin

    1005 shares
    Share 403 Tweet 251
  • Tanya Jawab Edisi 37 (Demi Merasakan Manisnya Iman)

    924 shares
    Share 370 Tweet 231

Majalah Mata Air menyuguhkan bahan bacaan untuk mengembangkan cakrawala pemikiran.

Ikuti Kami

Categories

Bulan Terbit

Kesehatan – Ilmu Pengetahuan – Teknologi (Edisi 51)

Kesehatan – Ilmu Pengetahuan – Teknologi (Edisi 51)

September 18, 2026
Tanya Jawab Edisi 51

Tanya Jawab Edisi 51

September 18, 2026
Andalusia dan Lubna dari Cordoba

Andalusia dan Lubna dari Cordoba

September 18, 2026
  • Tentang
  • Ketentuan
  • Kirim Tulisan

© 2021 Majalah Mata Air - Membaca Kehidupan.

No Result
View All Result
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2026
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2026
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23

© 2021 Majalah Mata Air - Membaca Kehidupan.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Hallo,
Ada yang bisa kami bantu?
Tanya Admin