“Orang yang terbaik di antara kalian adalah yang panjang umurnya dan baik perbuatannya.”
(HR. Imam Ahmad, Tirmidzi, dan Hakim)
“Sesungguhnya sedekah seorang muslim dapat menambah umurnya.”
(HR. Thabrani)
Bila kita pahami, kedua hadis di atas menganjurkan kita untuk hidup sehat dan berumur panjang agar dapat senantiasa berbuat baik pada sesama. Hampir semua ketetapan di alam semesta berada dalam garis keseimbangan, contohnya saja air yang menjadi syarat mutlak bagi keberlangsungan kehidupan. Akan tetapi, ketika air berlebih, maka justru ia akan menjadi musibah bagi kehidupan. Begitu pula dengan gula dan lemak dalam tubuh yang berfungsi sebagai sumber tenaga yang sangat dibutuhkan. Pada saat keduanya dikonsumsi lebih dari yang seharusnya, maka akan menimbulkan bahaya bagi tubuh dikarenakan banyaknya jumlah yang masuk ke tubuh daripada yang dipakai untuk bergerak. Karenanya, dibutuhkan keseimbangan untuk dapat hidup sehat dan berumur panjang. Dalam artikel ini, kita akan mempelajari tentang apa saja yang menjadi penghambat dan pendukung bagi pola hidup sehat dan umur panjang, termasuk menghindari kegemukan dan anjuran puasa, ditinjau dari sisi agama, budaya, dan sains modern.
Kegemukan
Sebuah data yang dirilis pada tahun 2014 menunjukkan bahwa sepertiga (33%) orang dewasa Indonesia mengalami kelebihan berat badan (overweight). Angka ini naik hampir dua kali lipat dari sebelumnya di tahun 1993 yang hanya sebesar 17,1%.1 Ironisnya, di saat yang sama….







Discussion about this post