• Privacy & Policy
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Redaksi dan Manajemen
    • Dewan Penasihat
  • Mata Air di Dunia
    • Arabic
    • Deutsch
    • English
    • Spanish
    • Turkish
  • FAQ
  • Kirim Artikel
  • Karir
Thursday, April 23, 2026
  • Login
Majalah Mata Air
Advertisement
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23
No Result
View All Result
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23
No Result
View All Result
Majalah Mata Air
No Result
View All Result
Home Spiritualitas Artikel Utama

Napas-Napas Kalbu

M. Fethullah Gulen

by M. Fethullah Gulen
7 months ago
in Artikel Utama
Reading Time: 2 mins read
Share on WhatsappShare on FacebookScan and read on your phone

Napas-napas kalbu itu tak berhuruf dan tanpa kata, tetapi justru darinyalah kita mendengar pernyataan yang paling berpengaruh, melodi yang paling magis. Ia belum terucap di lidah, belum sampai ke telinga, tak pula bersua dengan ujung pena maupun tombol mesin tik, tetapi berada amat di atas semua sarana itu. Napas-napas kalbu memiliki dialek begitu indah, begitu luhur untuk menjelaskan dirinya, sehingga dengannya, siapa pun yang memilikinya tidak lagi merasa perlu menulis atau berkata dengan cara lain, dan orang yang memahami bahasanya tak pula perlu mencari ungkapan yang lebih kuat darinya.

Andaikan para sastrawan yang berupaya mengekspresikan dirinya dengan kefasihan dan retorika, atau para penggubah gaya bahasa, bahkan para orator yang berlari dari satu demagogi menuju demagogi lainnya demi memikat massa dapat merasakan pesona yang teramat mendalam dari napas-napas kalbu itu, tentulah mereka tidak akan menghabiskan umur di jalan yang berliku dan berbahaya itu, seraya berbalik menuju sanubari mereka sendiri dan mencoba menangkap senandung melodi kalbunya sendiri dengan plektrum pemikirannya.

Namun apa daya, sekarang adalah zaman kebisingan, yang dengan bahasa bising itu seolah manusia ingin mengekspresikan dirinya. Ya, hari ini, dunia dari satu ujung ke ujung lainnya bergema dengan suara-suara paling tak pantas. Apa yang kita sebut sebagai keajaiban peradaban: bus, kereta, trem, buldoser, kapal, pesawat, radio, televisi… telah mencabik-cabik kedamaian dan ketenangan kita sebagaimana telah pula mengotori atmosfer kita; bahkan sudah menjadikan kita serupa dengan mereka. Kini, hampir kebanyakan dari lidah kita melaju lebih maju daripada hati kita; suara kita berdengung seperti mesin-mesin yang seolah-olah ikut berpadu dan berpacu dalam lomba kebisingan itu.

Negeri ini seakan-akan menjelma menjadi negeri para tuli: semuanya saling berteriak satu sama lain… tersirat kondisi seperti ingin saling menenggelamkan dengan suara dan tarikan napas kita. Tak tersisa lagi penghormatan pada pemikiran, tidak pula penghargaan pada perasaan insani; mereka yang…

RelatedArticles

Manusia dengan Kedalaman Batinnya

Mereka yang Terbangun di Musim Semi

Tags: Hikmahmajalah mata airmasamata air magazinemusim semivolume 12 nomor 47
Previous Post

Tanya Jawab Edisi 48

Next Post

Kriptonit Bagi Antibiotik

M. Fethullah Gulen

M. Fethullah Gulen

Related Posts

Manusia dengan Kedalaman Batinnya
Artikel Utama

Manusia dengan Kedalaman Batinnya

6 months ago
Mereka yang Terbangun di Musim Semi
Artikel Utama

Mereka yang Terbangun di Musim Semi

1 year ago
Load More

Discussion about this post

POPULAR POST

  • Taubah, Inabah, dan Aubah

    Taubah, Inabah, dan Aubah

    1387 shares
    Share 555 Tweet 347
  • Ibnu Sina, Seorang Ilmuwan Teladan

    1067 shares
    Share 427 Tweet 267
  • Shuffah, Pusat Bagi Para Jenius

    1006 shares
    Share 402 Tweet 252
  • Hewan-hewan yang Menantang Suhu Dingin

    993 shares
    Share 398 Tweet 248
  • Tanya Jawab Edisi 37 (Demi Merasakan Manisnya Iman)

    901 shares
    Share 360 Tweet 225

Majalah Mata Air menyuguhkan bahan bacaan untuk mengembangkan cakrawala pemikiran.

Ikuti Kami

Categories

Bulan Terbit

Kesehatan – Ilmu Pengetahuan – Teknologi (Edisi 48)

Kesehatan – Ilmu Pengetahuan – Teknologi (Edisi 48)

March 3, 2026
Diskusi Hangat antara Kebenaran yang Diturunkan dan Pengetahuan yang Ditemukan

Diskusi Hangat antara Kebenaran yang Diturunkan dan Pengetahuan yang Ditemukan

March 3, 2026
Sahabat Sejati

Sahabat Sejati

March 3, 2026
  • Tentang
  • Ketentuan
  • Kirim Tulisan

© 2021 Majalah Mata Air - Membaca Kehidupan.

No Result
View All Result
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23

© 2021 Majalah Mata Air - Membaca Kehidupan.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Hallo,
Ada yang bisa kami bantu?
Tanya Admin