• Privacy & Policy
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Redaksi dan Manajemen
    • Dewan Penasihat
  • Mata Air di Dunia
    • Arabic
    • Deutsch
    • English
    • Spanish
    • Turkish
  • FAQ
  • Kirim Artikel
  • Karir
Sunday, July 26, 2026
  • Login
Majalah Mata Air
Advertisement
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23
No Result
View All Result
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23
No Result
View All Result
Majalah Mata Air
No Result
View All Result
Home Spiritualitas Artikel Utama

Napas-Napas Kalbu

M. Fethullah Gulen

by M. Fethullah Gulen
1 year ago
in Artikel Utama
Reading Time: 2 mins read
Share on WhatsappShare on FacebookScan and read on your phone

Napas-napas kalbu itu tak berhuruf dan tanpa kata, tetapi justru darinyalah kita mendengar pernyataan yang paling berpengaruh, melodi yang paling magis. Ia belum terucap di lidah, belum sampai ke telinga, tak pula bersua dengan ujung pena maupun tombol mesin tik, tetapi berada amat di atas semua sarana itu. Napas-napas kalbu memiliki dialek begitu indah, begitu luhur untuk menjelaskan dirinya, sehingga dengannya, siapa pun yang memilikinya tidak lagi merasa perlu menulis atau berkata dengan cara lain, dan orang yang memahami bahasanya tak pula perlu mencari ungkapan yang lebih kuat darinya.

Andaikan para sastrawan yang berupaya mengekspresikan dirinya dengan kefasihan dan retorika, atau para penggubah gaya bahasa, bahkan para orator yang berlari dari satu demagogi menuju demagogi lainnya demi memikat massa dapat merasakan pesona yang teramat mendalam dari napas-napas kalbu itu, tentulah mereka tidak akan menghabiskan umur di jalan yang berliku dan berbahaya itu, seraya berbalik menuju sanubari mereka sendiri dan mencoba menangkap senandung melodi kalbunya sendiri dengan plektrum pemikirannya.

Namun apa daya, sekarang adalah zaman kebisingan, yang dengan bahasa bising itu seolah manusia ingin mengekspresikan dirinya. Ya, hari ini, dunia dari satu ujung ke ujung lainnya bergema dengan suara-suara paling tak pantas. Apa yang kita sebut sebagai keajaiban peradaban: bus, kereta, trem, buldoser, kapal, pesawat, radio, televisi… telah mencabik-cabik kedamaian dan ketenangan kita sebagaimana telah pula mengotori atmosfer kita; bahkan sudah menjadikan kita serupa dengan mereka. Kini, hampir kebanyakan dari lidah kita melaju lebih maju daripada hati kita; suara kita berdengung seperti mesin-mesin yang seolah-olah ikut berpadu dan berpacu dalam lomba kebisingan itu.

Negeri ini seakan-akan menjelma menjadi negeri para tuli: semuanya saling berteriak satu sama lain… tersirat kondisi seperti ingin saling menenggelamkan dengan suara dan tarikan napas kita. Tak tersisa lagi penghormatan pada pemikiran, tidak pula penghargaan pada perasaan insani; mereka yang…

RelatedArticles

Seruntai Renungan Perjalanan

Cinta Hakikat

Tags: Hikmahmajalah mata airmasamata air magazinemusim semivolume 12 nomor 47
Previous Post

Pendidikan Dahulu, Baru Teknologi

Next Post

Kriptonit Bagi Antibiotik

M. Fethullah Gulen

M. Fethullah Gulen

Related Posts

Seruntai Renungan Perjalanan
Artikel Utama

Seruntai Renungan Perjalanan

4 days ago
Cinta Hakikat
Artikel Utama

Cinta Hakikat

3 months ago
Load More

Discussion about this post

POPULAR POST

  • Taubah, Inabah, dan Aubah

    Taubah, Inabah, dan Aubah

    1412 shares
    Share 565 Tweet 353
  • Ibnu Sina, Seorang Ilmuwan Teladan

    1074 shares
    Share 430 Tweet 268
  • Shuffah, Pusat Bagi Para Jenius

    1030 shares
    Share 412 Tweet 258
  • Hewan-hewan yang Menantang Suhu Dingin

    1002 shares
    Share 401 Tweet 250
  • Tanya Jawab Edisi 37 (Demi Merasakan Manisnya Iman)

    919 shares
    Share 368 Tweet 230

Majalah Mata Air menyuguhkan bahan bacaan untuk mengembangkan cakrawala pemikiran.

Ikuti Kami

Categories

Bulan Terbit

Kesehatan – Ilmu Pengetahuan – Teknologi (Edisi 50)

Kesehatan – Ilmu Pengetahuan – Teknologi (Edisi 50)

July 23, 2026
Tanya Jawab Edisi 50

Tanya Jawab Edisi 50

July 23, 2026
Benarkan Kita Bisa Multitasking?

Benarkan Kita Bisa Multitasking?

July 23, 2026
  • Tentang
  • Ketentuan
  • Kirim Tulisan

© 2021 Majalah Mata Air - Membaca Kehidupan.

No Result
View All Result
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23

© 2021 Majalah Mata Air - Membaca Kehidupan.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Hallo,
Ada yang bisa kami bantu?
Tanya Admin