Setiap orang membahas tentang dunia baru yang lebih baik dan mengevaluasinya dari sudut pandang yang berbeda menurut pikiran masing-masing. Tentu saja hal ini sangatlah wajar. Misalnya, bagi para penganut paham internasionalisme yang keliru (komunisme), sebagian dari mereka menganggap chauvinisme sebagai bentuk penyelamatan, sehingga cenderung pada hal tersebut. Faktanya, pada sekitar tahun 90-an hampir setiap bangsa di Asia Tengah berada dalam cita-cita ingin kembali ke sejarah masa lalunya, berupaya berpaling menuju nilai-nilainya sendiri sehingga saat itu bangsa-bangsa tersebut memandang dirinya lebih nasionalis. Kita dapat mengevaluasi adanya perubahan pada bangsa Rusia, Uzbekistan, Kazakhstan, dan negara lain pada sekitar tahun 90-an tersebut dengan sudut pandang ini. Saat ini ada sejumlah perubahan signifikan yang serupa hal ini, terjadi pula di negara-negara lain pada belahan bumi lainnya. Selama “perubahan” dan “perkembangan” ini tidak merugikan orang lain, maka semuanya masih bisa dianggap sebagai sebuah kewajaran. Namun, jika kita dapat menemukan uslub atau cara serta jalan yang akan membuat perubahan ini lebih menjadi kemanfaatan, maka setidaknya kita bisa mencegah agar generasi di masa depan tidak mengalami penyesalan atasnya.







Discussion about this post