• Privacy & Policy
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Redaksi dan Manajemen
    • Dewan Penasihat
  • Mata Air di Dunia
    • Arabic
    • Deutsch
    • English
    • Spanish
    • Turkish
  • FAQ
  • Kirim Artikel
  • Karir
Saturday, March 7, 2026
  • Login
Majalah Mata Air
Advertisement
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23
No Result
View All Result
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23
No Result
View All Result
Majalah Mata Air
No Result
View All Result
Home Spiritualitas Hikmah

Majelis Para Pendiam

Astri Katrini Alafta, S.S., M.Ed., CHt.

by Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
2 years ago
in Hikmah
Reading Time: 2 mins read
Share on WhatsappShare on FacebookScan and read on your phone

RelatedArticles

Sakratul Maut: Ketajaman Mata di Ambang Penyesalan

Tumbuh Bersama Kesulitan

Pada masa dahulu di daerah Persia, di antara para ulama dan kumpulan orang-orang bijak, banyak dibentuk “Majelis Para Pendiam”. Majelis-majelis ini biasanya memiliki keanggotaan terbatas dan tertentu, sehingga tidak semua orang bisa bergabung dan hanya mereka yang memiliki kekhawasan1 serta keistimewaan tertentu yang bisa masuk, itu pun jumlahnya sangat dibatasi. Bagi yang tak paham, hal ini akan membingungkan siapa pun yang memperhatikannya, karena apa yang dilakukan majelis ini adalah sesuatu yang sangat tak lazim. Sekiranya pada umumnya manusia akan mengobrol, bercanda, bahkan tertawa ribut jika berada dalam kumpulan, maka apa yang dilakukan oleh orang-orang pilihan ini sungguh tak biasa. Pada saat-saat tertentu ketika berkumpul bersama, mereka hanya duduk diam membisu tanpa bersuara, berada dalam keheningan, sibuk bertafakur dan ber-tadzakur. Syarat utama untuk berada di perkumpulan ini adalah banyak berpikir, sedikit makan, dan sedikit berbicara atau yang terkenal dengan prinsip hidup para sufi sebagai tarbiyah tasawufnya, qillatu’l kalam, qillatut-tha’am wa qillatul manam. Tiga hal yang ditahan untuk tak berlebihan dilakukan ini, sesungguhnya adalah hal-hal yang sangat mendatangkan kesenangan dunia tetapi ternyata amat berbahaya bagi kesehatan mental dan jiwa manusia, tak banyak orang yang mampu memenuhi syarat-syarat yang tampak sederhana dan mudah ini.

Molla Jami, seorang penyair dan ulama besar pada masa itu adalah salah satu pemikir yang sangat ingin bergabung dengan salah satu majelis ini. Meski berbagai cara diupayakan, tapi tetap saja beliau masih belum berhasil masuk menjadi anggotanya. Salah satu sebabnya adalah karena jumlah keanggotaan yang dibatasi hanya tiga puluh orang sehingga tak ada cara untuk bergabung jika kuota jumlah sudah terpenuhi, walaupun sebenarnya Molla Jami adalah seorang yang sangat mashyur pada masa itu.  Beliau yang memiliki nama lengkap Nureddin Abdurrahman Jâmî itu adalah seorang penyair yang tidak hanya diakui di Samarkand, Bukhara dan Khorasan, tetapi juga mendapatkan rasa hormat dari para sultan, cendekiawan, dan penyair di wilayah yang luas, mulai dari India hingga Balkan. Fatih Sultan Mehmed dari Kesultanan Ustmani pernah mengutus Hoja Ataullah Kirmani ke Aleppo dengan membawa hadiah 5.000 keping emas untuk mengundang Molla Jami agar berkenan datang ke Istanbul dalam perjalanannya pulang dari ibadah haji. Namun sayangnya undangan tersebut tidak terwujud, karena Molla Jami telah berangkat dari sana, tepat sebelum Hodja Kirmani tiba. Lalu Sultan Fatih mengirim utusan untuk kedua kalinya dengan berbagai hadiah berharga dan memintanya untuk menulis sebuah karya yang membandingkan pandangan kalam, filsafat dan sufi. Molla kemudian menulis karyanya yang berjudul Jâmi ad-Durratul al-Fakhirah yang di dalamnya terdapat puisi dengan gaya penulisan matsnawi, yang  menggambarkan penaklukan Fatih Sultan Mehmed. Sayangnya karya ini belum sempat disampaikan pada sang sultan karena beliau telah wafat tepat sebelum karya tersebut sampai.2

Tags: Hikmahmajalah mata airmajelismata air magazineMuslimvolume 11 nomor 41
Previous Post

Tak Seorang Pun Dapat Melakukan Apa yang Dilakukan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

Next Post

Tanya Jawab Edisi 41

Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.

Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.

Related Posts

Sakratul Maut: Ketajaman Mata di Ambang Penyesalan
Hikmah

Sakratul Maut: Ketajaman Mata di Ambang Penyesalan

5 months ago
Tumbuh Bersama Kesulitan
Hikmah

Tumbuh Bersama Kesulitan

1 year ago
Load More

Discussion about this post

POPULAR POST

  • Taubah, Inabah, dan Aubah

    Taubah, Inabah, dan Aubah

    1367 shares
    Share 547 Tweet 342
  • Ibnu Sina, Seorang Ilmuwan Teladan

    1062 shares
    Share 425 Tweet 265
  • Shuffah, Pusat Bagi Para Jenius

    997 shares
    Share 399 Tweet 249
  • Hewan-hewan yang Menantang Suhu Dingin

    992 shares
    Share 397 Tweet 248
  • Tanya Jawab Edisi 37 (Demi Merasakan Manisnya Iman)

    892 shares
    Share 357 Tweet 223

Majalah Mata Air menyuguhkan bahan bacaan untuk mengembangkan cakrawala pemikiran.

Ikuti Kami

Categories

Bulan Terbit

Kesehatan – Ilmu Pengetahuan – Teknologi (Edisi 48)

Kesehatan – Ilmu Pengetahuan – Teknologi (Edisi 48)

March 3, 2026
Diskusi Hangat antara Kebenaran yang Diturunkan dan Pengetahuan yang Ditemukan

Diskusi Hangat antara Kebenaran yang Diturunkan dan Pengetahuan yang Ditemukan

March 3, 2026
Sahabat Sejati

Sahabat Sejati

March 3, 2026
  • Tentang
  • Ketentuan
  • Kirim Tulisan

© 2021 Majalah Mata Air - Membaca Kehidupan.

No Result
View All Result
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23

© 2021 Majalah Mata Air - Membaca Kehidupan.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Hallo,
Ada yang bisa kami bantu?
Tanya Admin