• Privacy & Policy
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Redaksi dan Manajemen
    • Dewan Penasihat
  • Mata Air di Dunia
    • Arabic
    • Deutsch
    • English
    • Spanish
    • Turkish
  • FAQ
  • Kirim Artikel
  • Karir
Tuesday, May 26, 2026
  • Login
Majalah Mata Air
Advertisement
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23
No Result
View All Result
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23
No Result
View All Result
Majalah Mata Air
No Result
View All Result
Home Sains Kedokteran

Bagaimana Kita Bergerak

Prof. Dr. Omer Arifagaoglu

by Omer Arifgaoglu. Prof. Dr.
9 years ago
in Kedokteran
Reading Time: 7 mins read
Share on WhatsappShare on FacebookScan and read on your phone

 

Saat makan dan minum, tangan dan mulut kita gunakan. Saat berjalan, ketika kaki kita tapakan satu persatu, bersamaan itu pula lengan pun mengayun ke depan dan belakang secara selaras. Namun semua harmonisasi gerakan ini biasanya kita lakukan tanpa kesadaran. Ketika perut mulai keroncongan, tangan secara otomatis akan berusaha meraih piring yang ada di hadapan kita ataupun saat ingin keluar dari suatu ruangan, serta merta kita bangkit dari tempat duduk lalu kaki melangkah mengantarkan kita menuju pintu keluar. Pada saat semua gerakan ini dilakukan, pertama-tama kita akan meniatkannya dalam diri namun selain itu tanpa perintah apapun pada organ manapun semua gerakan dapat diwujudkan. Bahkan kita tak perlu mengucapkan perintah-perintah seperti: “Ayo sekarang tangan kananku majulah ke depan!” “Kaki kiriku melangkah yang lurus ya…!” “Saat tanganku menggenggam sendok, kau sedikit mengarah ke atas ya jempolku!” 

Salah satu pertanyaan yang mungkin paling sulit untuk dijawab oleh dokter atau ahli yang berkaitan dengan bidang ini adalah: “Bagaimana sebenarnya proses bergerak diwujudkan?” Sangat sulit menjawab pertanyaan ini dengan tepat tanpa kurang satu informasi apapun, karena agar seseorang bisa mewujudkan gerakan yang diinginkannya, tanpa disadari ternyata begitu banyak proses dengan kecepatan dan koordinasi yang luar biasa canggih terjadi di banyak bagian otak manusia. Tentu saja, gerakan tersebut akan pada akhirnya terwujud dengan dikontraksikannya otot otot yang mencengkeram tulang-tulang kita. Tapi jangan lupa bahwa agar otot-otot tersebut berkontraksi, dibutuhkan proses penyampaian sinyal-sinyal listrik atau perintah gerak tersebut melalui serabut-serabut syaraf (akson-akson) dengan otot-otot yang diinginkan secara tepat waktu dalam hitungan detik bahkan lebih pendek dari itu. 

RelatedArticles

Etika Medis dan Kemanusiaan

Gigi, Hikmah Bermahkota

Berikut adalah urutan struktur sistem saraf pusat yang diperlukan untuk menghubungkan dari bagian paling atas otak hingga ke bawah agar gerakan kita sesuai pada kecepatan dan tepat waktu yang diinginkan:  

  1. Area Motor korteks (bagian korteks otak yang berhubungan dengan pergerakan tubuh) 
  2. Ganglion-ganglion Basal (daerah bagian dalam, di bawah lapisan luar otak dan berwarna abu-abu) 
  3. Otak kecil (cerebellum) 
  4. Batang Otak (bagian sistem syaraf yang berada di antara otak dan tulang belakang) 
  5. Saraf tulang belakang (medulla spinalis)

Motor Cortex: Bagian korteks otak yang terletak di belakang frontal lobe (dahi), bertugas merencanakan, mengontrol, mengatur atau mendukung semua gerakan kita. Bagian inilah yang dinamakan dengan motor cortex. Bagian ini terbagi menjadi 3 bagian. Yang pertama adalah bagian di mana gerakan keluar dari korteks otak besar ke arah saraf tulang belakang, kemudian dari sana menuju ke otot. Ini berarti gerakan yang akan dilakukan telah direncanakan melalui perantara area-area lain tubuh barulah kemudian dibawa ke tahap paling akhir sebelum gerakan yang diinginkan terwujud. Bagian ini menjadi pusat yang menyampaikan sinyal-sinyal tersebut ke otot-otot. Daerah ini disebut sebagai bagian motor primer (primary motor cortex). Tali-tali saraf yang berawal di area ini akan saling bersilangan pada batang otak. Tali saraf yang keluar dari kanan akan menuju ke kiri sementara yang keluar dari kiri akan menuju ke kanan. Oleh karena itu berbagai permasalahan yang terjadi di sisi kanan otak kita (seperti pendarahan atau penyumbatan pembuluh darah) akan menyebabkan kelumpuhan di sisi kiri manusia. Sebaliknya kerusakan yang terjadi di sisi kiri akan membuat tubuh bagian kanan lumpuh.

Bagian kedua adalah area pengaturan kerja otot agar menghasilkan gerakan dan juga tempat di mana pola-pola gerakan kompleks dibentuk. Informasi yang dibentuk pada bagian ini, pertama-tama disampaikan ke bagian motor korteks primer, lalu kemudian ke saraf tulang belakang dan terakhir disampaikan ke otot. Bagian ini adalah area yang berhubungan dengan keterampilan seseorang. Area yang berhubungan dengan keterampilan tangan seseorang ada di bagian paling bawah dari bagian ini. Selain itu terdapat pula Area Broca yang merupakan pusat berbicara atau bahasa. Kemampuan berbicara seseorang terbentuk dari gerakan yang dilakukan secara bersamaan oleh sejumlah kelompok otot pembantu yang tidak sedikit serta memerlukan kemampuan khusus. Saat kita berbicara, pita suara, tenggorokan, mulut dan otot-otot pernapasan bekerja secara harmonis hingga yang terlintas di kepala pun dimampukan-Nya agar dapat diutarakan, sebagaimana manajemen sebuah orkestra yang sempurna dan teratur. Bagian ini disebut sebagai Area Premotor. 

Bagian ketiga adalah area di mana perencanaan dilakukan sebelum adanya gerakan, atau area di mana pergerakan kita diperhitungkan secara mendalam. Selain itu, bagian ini juga bekerja mendukung gerakan dasar dengan gerakan-gerakan terkoordinasi dari dua sisi tubuh. Bagian ini disebut area motor suplemen (supplementary motor area). Area ini penting pada tahap hingga seseorang mahir mempelajari sebuah gerakan yang memerlukan keterampilan hingga ia dapat mempraktekkannya. Ketika telah mempelajari sebuah gerakan dan dapat melakukanya lebih cepat (kemampuan para atlet yang berkembang dengan latihan), maka tugas bagian ini pun usai. Para ilmuwan menemukan bahwa untuk sebuah gerakan otak tidak mengambil sinyal dari luar, akan tetapi terdapat elektrifikasi intensif di area motor suplemen sebelum pergerakan tersebut terjadi. Dikarenakan tidak mungkin proses elektrifikasi ini terjadi dengan sendirinya begitu saja, maka Kemungkinan besar ketika sebuah gerakan dengan kesadaran akan dilakukan, pertama-tama “ruh” menghasilkan elektrifikasi dan melakukan perencanaan gerakan di bagian ini. 

Ganglion-ganglion Basal: Basal ganglion adalah kelompok-kelompok (neuron) sel saraf otak yang berada di bawah cortex, di kedalaman dua belahan otak (hemisfer). Area ini berwarna abu-abu ini disebut juga sebagai inti otak. Basal ganglion terdiri dari nucleus caudatus, putamen, globuspallidus, substantianigra, dan subtalamic nucleus. Bersama dengan satu sisi belahan otak kecil (cerebellum), basal ganglion berperan untuk merencanakan dan memulai gerakan motor berkesadaran serta membantu mengatur pola-pola gerakan berurutan dengan baik.  Selain itu, basal ganglion juga berperan dalam membuat gerakan yang telah dipelajari sebelumnya agar kemudian bisa dilakukan secara otomatis.

Basal ganglion mencakup dua sirkuit listrik yang dioperasikan dengan sebuah proses kompleks untuk mewujudkan semua gerakan kita. Pertama-tama, peringatan atau rangsangan yang lewat dari lima motor kecil berbeda dari motor cortex ke pusat, akan kembali ke motor cortex primer. Sirkuit inilah yang menciptakan model-model rumit gerakan kita. Bagian ini juga menjadi perantara gerakan-gerakan yang telah dipelajari seperti menulis, berbicara, menggunting, menyikat gigi, mengendarai motor, bermain bola, memaku, makan, dan berpakaian dapat dilakukan secara otomatis tanpa kesadaran. Sirkuit kedua adalah bagian motor cortex yang menjadi penyebab proses berpikir yang akan dimulai dari area-area sensorik. Peringatan atau rangsangan akan kembali ke area premotor dan motor pendukung dengan sebelumnya memutari empat pusat berbeda di motor cortex.  Sirkuit inilah yang menyebabkan pikiran berubah menjadi gerakan motor. Misalnya, ketika seseorang sedang berhadap-hadapan dengan bahaya seekor singa maka kejadian itu akan terdeteksi di korteks yang berhubungan dengan indera. Sirkuit inilah yang membuat seseorang secara sadar berlari atau memanjat sebuah pohon. 

Otak Kecil (Cerebellum): Beberapa tugas otak kecil adalah melakukan pengontrolan agar gerakan dilakukan secara benar dan membantu mewujudkan keseimbangan. Sama seperti otak, di dalam otak kecil pun ada bagian korteks dan sub-sub inti pula. Tugas otak kecil dapat dikategorikan pada tiga fungsi, yaitu:

  1. Keseimbangan, 
  2. Melakukan gerakan berurutan yang sempurna, 
  3. Mengontrol dan menyesuaikan perintah gerakan yang datang dari otak menuju otot. 

Jika kita simpulkan, semua fungsi tersebut adalah:

  • Keseimbangan: Peringatan datang ke otak kecil melalui perantara rangsangan-rangsangan keseimbangan yang terdapat di telinga bagian dalam. Secara khusus posisi bagian-bagian tubuh yang berbeda diatur ketika sebuah gerakan dilakukan secara cepat, misalnya ketika kita berlari. Hal ini berperan penting dalam mengatur keseimbangannya. Telinga bagian dalam, beberapa pusat batang otak, dan otak kecil akan berkoordinasi agar keseimbangan terjaga. Jika otak kecil rusak maka keseimbangan akan terganggu, khususnya saat sebuah gerakan dilakukan secara cepat dengan mata tertutup, seseorang dapat jatuh, celaka atau cedera.
  • Gerakan-gerakan berurutan: Ketika sedang melakukan gerakan berurutan yang sama ataupun mirip antara satu sama lain seperti mengetik, memainkan piano dan berbicara, maka yang bertugas pada fungsi ini adalah bagian sisi dari otak kecil yang berada jauh dari garis tengah korteks. Bagian ini bertugas merencanakan waktu dan urutan gerakan yang akan dilakukan. Oleh karena itu ketika otak kecil rusak dapat menyebabkan gerakan dilakukan terlalu cepat atau malah terlambat, seseorang akan bingung mengatur gerakan tangan dan gerakan yang terkoordinasi pun tidak dapat dilakukan.
  • Pengontrolan: Perintah tentang gerakan yang datang menuju otot-otot dari keadaan tangan, tubuh, dan kaki pada suatu saat tertentu, serta perintah yang telah direncanakan di cortex dan akan dilakukan, diberitahukan ke bagian tengah otak kecil dan bagian korteks yang berdekatan dengannya. Kontraksi otot-otot pada saat itu dan keadaan kontraksi terencana setelahnya akan dideteksi dan dibandingkan satu sama lain, lalu kembali akan diberitahukan ke motor cortex. Dengan perantara motor cortex perintah gerakan terencana dapat diganti dan dikirim kembali. Ini adalah sebuah proses perbaikan. Perbaikan kontraksi antara otot-otot yang berlawanan atau gerakan relaksasi akan dijalankan dengan perantara otak kecil. Misalnya, saat satu otot mengalami kontraksi, maka untuk bisa menciptakan keadaan yang sesuai otot yang berlawanan harus direlaksasi. Kerusakan pada otak kecil akan membuat gerakan-gerakan menjadi tak bertujuan, sehingga seseorang bergerak melampaui tujuannya atau justru tak mencapainya. Misalnya, orang yang mengalami kerusakan ini takkan mampu menyentuh hidung dengan jari telunjuknya.

Batang Otak: Batang otak adalah bagian penting bagi kesadaran kita. Merupakan wilayah otak yang menjadi perantara bagi indera-indera sentuh, khususnya tempat di mana ketika rasa nyeri atau panas-dingin datang dan perasaan-perasaan yang membuat manusia tetap sadar. Selain itu, bagian ini juga merupakan tempat di mana pusat-pusat yang bertugas untuk menjalankan otot-otot kaki dan punggung, yang memungkinkannya agar tetap berdiri tegak berlawanan dengan gaya gravitasi. Terlebih lagi, batang otak berperan penting dalam mempertahankan keseimbangan. 

Saraf Tulang Belakang: adalah sebuah struktur di antara tulang-tulang belakang yang menjaga dengan sangat tepat bagian yang dilewati tali-tali saraf dan berada di antara otak dan otot-otot kita. Selain itu, saraf tulang belakang memiliki ciri khusus bertugas dengan gerakan-gerakan refleks. Misalnya, ketika kaki kita tertusuk benda tajam, maka refleks nyeri yang dirasakan membuat kita mengangkat kaki adalah termasuk hal ini. Pencegahan agar tidak terjadi robek otot atau retaknya tulang dikarenakan kontraksi otot yang berlebihan serta adanya refleks-refleks penting yang dapat menghentikannya di luar kesengajaan pun terjadi di saraf tulang belakang. Jika kita membedakan gerakan menjadi dua; gerakan dengan kesadaran dan refleks, maka kebanyakan gerakan refleks terjadi di saraf tulang belakang, sementara sebagian lain terjadi di batang otak. Meskipun telah menunjukkan keinginan dan kesengajaan untuk berjalan dan gerakan pertama telah direncanakan di motor cortex, namun gerakan berjalan selanjutnya dilakukan secara tidak disengaja (refleks)—maksudnya kita terus melanjutkan kegiatan berjalan atau berlari tanpa dipikirkan lagi—akan dijalankan dengan perantara neuron yang berada di dalam pusat-pusat gerakan di saraf tulang belakang.

Awal dari semua pekerjaan yang tidak bisa dibayangkan ini adalah sebuah niat di benak kita. Namun saat mewujudkan niat isi hati kita ini agar terwujud, sistem saraf yang berbentuk sebuah jaringan yang dibangun oleh sel-sel antara satu sama lainnya yang disebut dengan neuron, bekerja sebagai sebuah aktivitas sadar dalam satu masa yang lebih pendek dari satu detik. Kita bahkan tidak mampu memahami bagaimana ratusan gerakan yang dilakukan secara sempurna tanpa kekurangan setiap harinya sebagai hasil dari kerja sama beberapa pusat di otak kita yang berada pada pusat jaringan saraf. Mungkin Kita perlu bertanya kepada mereka yang mempercayai teori evolusi dan mencari-cari kesalahan struktur otak dan mengatakan bahwa otak masih belum berevolusi secara sempurna, dengan hanya satu pertanyaan “Bagaimanakah sebuah gerakan seperti gerakan jari-jari itu terjadi?” 

Kesempurnaan dan perencanaan gerakan di saat kita berjalan, duduk, berdiri, menulis di papan tulis maupun kertas, melempar bola basket, menyanyikan lagu, berbicara dengan seseorang, memainkan piano atau gitar, apakah harus kita berikan tanggung jawabnya kepada otak yang 20 persennya terdiri dari materi organik dan 80 persennya air tersebut atau kepada Dzat yang telah menciptakan dan menggerakkan neuron-neuron di dalam otak secara teratur, Yang Maha Mengetahui segala sesuatu dan Yang Maha Kuasa atas segala hal? Penilaian dan Keputusannya ada di tangan Anda! 

Diterbitkan di SIZINTI edisi Juni 2016

Tags: anatomibergerakorganTubuhVolume 4 Nomor 13
Previous Post

Apakah Bumi Diputarkan Tanpa Alasan?

Next Post

Siapa yang Mengatur Tubuh Kita

Omer Arifgaoglu. Prof. Dr.

Omer Arifgaoglu. Prof. Dr.

Related Posts

Etika Medis dan Kemanusiaan
Kedokteran

Etika Medis dan Kemanusiaan

3 weeks ago
Gigi, Hikmah Bermahkota
Kedokteran

Gigi, Hikmah Bermahkota

11 months ago
Load More

Discussion about this post

POPULAR POST

  • Taubah, Inabah, dan Aubah

    Taubah, Inabah, dan Aubah

    1392 shares
    Share 557 Tweet 348
  • Ibnu Sina, Seorang Ilmuwan Teladan

    1069 shares
    Share 428 Tweet 267
  • Shuffah, Pusat Bagi Para Jenius

    1016 shares
    Share 406 Tweet 254
  • Hewan-hewan yang Menantang Suhu Dingin

    995 shares
    Share 399 Tweet 249
  • Tanya Jawab Edisi 37 (Demi Merasakan Manisnya Iman)

    906 shares
    Share 362 Tweet 227

Majalah Mata Air menyuguhkan bahan bacaan untuk mengembangkan cakrawala pemikiran.

Ikuti Kami

Categories

Bulan Terbit

Tanya Jawab Edisi 49

Tanya Jawab Edisi 49

May 11, 2026
Pusat Energi Tubuh

Pusat Energi Tubuh

May 12, 2026
Hikmah Gerbang Hadamard pada Teknologi Kuantum

Hikmah Gerbang Hadamard pada Teknologi Kuantum

May 11, 2026
  • Tentang
  • Ketentuan
  • Kirim Tulisan

© 2021 Majalah Mata Air - Membaca Kehidupan.

No Result
View All Result
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23

© 2021 Majalah Mata Air - Membaca Kehidupan.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Hallo,
Ada yang bisa kami bantu?
Tanya Admin