Di tanah Spanyol yang sarat jejak sejarah, pada lapak-lapak yang berjejer di sepanjang jalan berbatu, tersaji sebuah hidangan di atas piring-piring yang dihiasi bunga-bunga berwarna-warni: beraneka polvorón[1]… Kue kering polvorón yang elegan itu seolah-olah berbisik tentang warisan misterius dari sebuah resep kuno yang telah diwariskan turun-temurun di kota tersebut. Aromanya menyebar bersama embusan angin yang berkelana di sela-sela jalanan bersejarah, sementara cita rasanya yang tertinggal di lidah mengingatkan kita pada jejak-jejak kehidupan di masa silam. Wangi khas kacang-kacangan yang telah dihaluskan, bersama rasa yang ditinggalkannya di mulut, seakan mengajak kita menyusuri sebuah kisah, membawa kita menelusuri masa Andalusia yang bak negeri dongeng, dengan segala warna dan kekayaan sejarahnya.
Pendirian Andalusia
Spanyol adalah sebuah negara di Eropa Barat Daya yang terletak di Semenanjung Iberia. Sejarah peradaban manusia di semenanjung ini telah berlangsung sejak sekitar 35.000 tahun yang lalu. Sepanjang sejarahnya, Semenanjung Iberia pernah dikuasai oleh berbagai bangsa, seperti bangsa Kelt, Kartago, Fenisia, dan Yunani.1 Spanyol yang pada abad ke-2 SM berada di bawah kekuasaan Romawi ini, diserbu oleh bangsa-bangsa Jermanik (Germanen) pada awal abad ke-5 M dan pada awalnya bangsa Vandal lalu bangsa Visigoth menetap di wilayah tersebut serta mendirikan pemerintahan mereka di sana. Pada awal abad ke-8 M, gelombang futuhat (perluasan wilayah) Islam mencapai hingga Semenanjung Iberia. Bangsa Arab dan Berber[2] datang, menetap, dan memulai pembentukan peradaban Islam di wilayah yang kelak dikenal sebagai Andalusia.2
Pada abad-abad awal perkembangan Islam, Andalusia tampil di panggung sejarah sebagai sebuah peradaban dan mozaik budaya yang istimewa di Semenanjung Iberia, dengan kondisi geografis, sosial, dan pengalaman sejarah yang khas. Gelombang futuhat yang dimulai…







Discussion about this post