• Privacy & Policy
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Redaksi dan Manajemen
    • Dewan Penasihat
  • Mata Air di Dunia
    • Arabic
    • Deutsch
    • English
    • Spanish
    • Turkish
  • FAQ
  • Kirim Artikel
  • Karir
Thursday, December 11, 2025
  • Login
Majalah Mata Air
Advertisement
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025New!!!
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23
No Result
View All Result
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025New!!!
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23
No Result
View All Result
Majalah Mata Air
No Result
View All Result
Home Budaya Sejarah

BUTON : Satu dari Empat Pusat Dunia

Prof. Dr. Susanto Zuhdi, M.Hum.

by Susanto Zuhdi
2 months ago
in Sejarah
Reading Time: 2 mins read
Share on WhatsappShare on FacebookScan and read on your phone

Mopangarapina metingarapina lipu.

Moneyatina bemo humbanina kota siymban Gowa ateluwe stobungen tee malingu sare simbapuyana.

Soopado maka moto penena gunana. Temola bina ampadeyana ilipu. Asadaa daan sakiaiya zamani Owalanda indamo tee dimbana.

Kaapaaka karana tongko indapo Tee Walanda ipiya malona yitu Adika timbu tajagani taranate Tajagani Gowa tongkona adika bara.

RelatedArticles

Tak Seorang Pun Dapat Melakukan Apa yang Dilakukan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

Sejarah Perpustakaan Dunia

Samatangkana loji imataneyo Amarosomo kota isukanayo.

Amatangkamo mboorena lipu siy Akosaremo labu rope labu wana

 

Yang berkehendak menundukkan negeri.

Yang berniat menyerang benteng seperti Gowa, Luwu, dan Tobungku dan segala yang disebut mau menyerang dan menundukkan.

Akan tetapi, ringkasnya yang teramat gunanya dan yang terlebih gunanya di negeri tetap selama-lamanya

zaman Belandalah yang tidak ada bandingannya.

Sebab waktu belum ada dengan Belanda beberapa waktu lalu, musim Timur kita menjaga Ternate,

menjaga Gowa pada waktunya musim Barat.

Setelah kuat loji di Timur Teguh, tertiblah benteng di Barat sudah kuat kedudukan negeri ini.

Bernamalah berlabuh haluan, berlabuh buritan.

 

Bait di atas adalah kutipan kabanti[1] atau syair berjudul Ajonga Inda Malusa (Pakaian yang Tidak Luntur) karya Haji Abdul Ganiyu, yang diperkirakan ditulis pada pertengahan abad ke-19 dalam bahasa Wolio, bahasa kaum penguasa di kesultanan Buton[2] pada masa itu. Yang dimaksud dengan “berlabuh buritan” pada bait di atas adalah akhir dari proses panjang yang dialami Buton untuk melepaskan diri dari ancaman Ternate, sedangkan “berlabuh haluan” adalah akhir dari upaya untuk melepaskan diri dari ancaman Gowa. Dengan kata lain, maksud yang terkandung pada ungkapan tersebut adalah kondisi Buton yang sudah aman. Ibarat sebuah perahu, ia dengan tenang dapat menempatkan sauhnya, baik di bagian buritan maupun haluan.

 

Alam Buton

Sejauh ini, sejarah Buton hanya dilihat dari perspektif Gowa dan Ternate. Itulah mengapa ketika kita tetap berpegang pada pandangan hegemonik saja, sejarah Buton sungguh terabaikan dari peta penyelidikan sejarah Indonesia. Berbicara mengenai sejarah bagian timur Indonesia, pada umumnya perhatian akan tertuju pada Gowa/Makassar, Bone, Ternate, atau Tidore. Meski sesungguhnya keberadaan Buton juga penting dan berperan di dalam perkembangan sejarah di wilayah itu.

Penduduk Buton sangat beragam asal usulnya1, antara lain dari Toraja, Bugis, dan Makassar yang diklasifikasi menjadi lima kelompok besar: orang Buton di Pulau Buton, orang Muna di Pulau Muna, orang Moronene yang mendiami Poleang dan Rumbia, orang Kabaena yang mendiami Pulau Kabaena, dan penduduk yang mendiami Kepulauan Tukang Besi. Oleh sebab itu, orang Buton merupakan kelompok sosial heterogen dengan beberapa bahasa berbeda. Selain itu, terdapat pula kelompok orang yang dikenal dengan sebutan orang Bajo, Bajau, atau Bajao, etnis yang memiliki karakteristik maritim kental dan tersebar hingga pantai timur Sabah, Kepulauan Sulu, Selat Makassar, pantai timur Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara.

Buton terletak di bagian tenggara Pulau Sulawesi, berada dalam jalur pelayaran yang menghubungkan Makassar dan Maluku. Dilihat dari sudut pandangnya sendiri, Buton menganggap kedudukannya tidak lebih rendah dari kekuatan-kekuatan politik mana pun. Dalam pandangan dunianya, sebagaimana terungkap dalam tradisi lokal, Buton menganggap dirinya satu dari empat pusat “dunia”, selain Negeri Rum, Ternate, dan Solor. Ini boleh dikatakan sebagai kebebasan kultural (cultural freedom), yakni dasar pijak yang menentukan sikap dan jawab atas persoalan yang muncul dari lingkungannya yang bersifat struktural. Di pihak lain memang persepsi, sikap, dan tindakan tidak selamanya dapat….

Tags: Butonmajalah mata airvolume 12 nomor 47
Previous Post

Sakratul Maut: Ketajaman Mata di Ambang Penyesalan

Next Post

Produksi Organ

Susanto Zuhdi

Susanto Zuhdi

Related Posts

alquran muhammad
Sejarah

Tak Seorang Pun Dapat Melakukan Apa yang Dilakukan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

2 years ago
Sejarah Perpustakaan Dunia
Sejarah

Sejarah Perpustakaan Dunia

3 years ago
Load More

Discussion about this post

POPULAR POST

  • Taubah, Inabah, dan Aubah

    Taubah, Inabah, dan Aubah

    1348 shares
    Share 539 Tweet 337
  • Ibnu Sina, Seorang Ilmuwan Teladan

    1053 shares
    Share 422 Tweet 263
  • Shuffah, Pusat Bagi Para Jenius

    981 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Hewan-hewan yang Menantang Suhu Dingin

    978 shares
    Share 392 Tweet 244
  • Tanya Jawab Edisi 37 (Demi Merasakan Manisnya Iman)

    872 shares
    Share 349 Tweet 218

Majalah Mata Air menyuguhkan bahan bacaan untuk mengembangkan cakrawala pemikiran.

Ikuti Kami

Categories

Bulan Terbit

Kesehatan – Ilmu Pengetahuan – Teknologi (Edisi 47)

Kesehatan – Ilmu Pengetahuan – Teknologi (Edisi 47)

November 5, 2025
Tanya Jawab Edisi 47

Tanya Jawab Edisi 47

November 5, 2025
Gigi, Hikmah Bermahkota

Gigi, Hikmah Bermahkota

November 5, 2025
  • Tentang
  • Ketentuan
  • Kirim Tulisan

© 2021 Majalah Mata Air - Membaca Kehidupan.

No Result
View All Result
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23

© 2021 Majalah Mata Air - Membaca Kehidupan.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Hallo,
Ada yang bisa kami bantu?
Tanya Admin