Budi, Tahukah Kau satu hal sederhana namun penting? Untuk membuat sebuah karya seni, Kau harus memiliki ilmu, keinginan dan kekuatan besar yang kemudian akan tampak pada karya tersebut. Tetapi, hanya membuat karya seni saja tidak cukup, karena kau harus menjaganya agar tidak hancur, rusak atau dicuri. Kau harus melakukan semua pencegahan agar karyamu tidak dicuri, terkena paparan matahari, panas, atau angin terlalu banyak. Mungkin kau harus melapisinya dengan zat kimia sebagai pelindung dan meletakkannya di tempat yang sejuk dan tertutup. Sama halnya, setiap makhluk hidup di alam semesta ini adalah mahakarya seni dan tubuh mereka yang tercipta secara menakjubkan harus dilindungi dengan sistem yang sangat peka dan teratur dengan sempurna seperti aku, sistem imun milikmu! Kemampuan tubuhmu untuk melawan bakteri penyakit adalah karena sistem menakjubkan ini.
Aku, sistem pelindung yang kau sebut “sistem imun’ terbagi dalam beberapa kelompok dan bagian, yang masing-masing memiliki keahlian berbeda. Sama seperti unit tentara, setiap kelompok bagianku baik sebagian atau sepenuhnya harus dilatih sebelum mulai hidup dalam sistem yang kumiliki sehingga dapat berfungsi dengan baik sebagai pelindung. “Tentara” dalam kelompok pelindung ini bekerja sesuai bidang keahlian dan “musuh” (mikroorganisme) yang akan mereka temui. Beberapa dilengkapi senjata berat untuk melawan musuh kuat, ada yang dapat menghasilkan racun khusus yang dapat membunuh musuh dengan menyuntikkannya ke tubuh mereka, ada yang bekerja seperti pembuangan limbah, menghancurkan jasad musuh yang telah mati, dan beberapa dari mereka dapat memakan hidup-hidup alien pengganggu yang masuk ke dalam tubuhmu. Sisanya dapat membuat bahan baku untuk melindungi tubuhmu, beberapa dari mereka mengubah bahan tersebut menjadi senjata, ada yang bekerja sebagai pelindung, sebagai pemberi sinyal, sebagai pasukan keamanan dan ada yang berbakat memiliki kemampuan khusus yang dapat mengenali musuh sebelumnya dan menghancurkan mereka dengan lebih mudah jika mereka menyerang kembali di kemudian hari. Pada sistem cerdas yang bekerja seperti pusat informasi ini, para tentaranya mempelajari penyerbu berbahaya dan mampu mengingat kejadian yang dialami bersama musuh itu sebelumnya. Lalu, mereka mengembangkan strategi untuk melawan para penyerbu tersebut. Jika musuh-musuh telah dikenali dengan baik, perlawanan akan lebih mudah.
Dengan analogi ini, aku akan menjelaskan tentang musuh-musuhmu dan fitur-fitur tentaraku yang ada dalam tubuhmu. Satu hal yang harus kuingatkan bahwa setiap pasukan harus memiliki satu komandan tertinggi. Sama dengan hal itu, ada satu Dzat yang telah memberikan sistem yang sangat sempurna sepertiku dalam tubuhmu, Dzat yang memiliki ilmu dan kekuatan tak terbatas, dan tidak ada satupun yang melebihi-Nya atau tidak seorangpun dapat memberinya perintah atau instruksi. Ialah Tuhan Yang Maha Esa. Karena Ia sangat mengetahui musuh apa saja yang akan kau jumpai, Ia telah menciptakanku dengan seluruh pasukanku agar kau dapat terlindungi dari musuh-musuh tersebut.
Musuh tubuhmu adalah kuman yang masuk melalui berbagai jalan seperti dari jalur pencernaan, pernapasan, pengeluaran dan kulit. “Kuman” adalah istilah umum bagi berbagai mikro-organisme. Beberapa di antaranya adalah bakteri, jamur dan virus. Tubuhmu membutuhkan strategi khusus yang berbeda-beda untuk bertahan melawan setiap kelompok kuman dan tentara-tentaraku cukup handal dalam berstrategi. Aku harus selalu waspada terhadap kuman yang datang dari luar. Tak hanya itu, aku juga harus hati-hati pada musuh dalam selimut, yaitu sel-sel tubuhmu sendiri yang berubah menjadi “teroris” berbahaya dan dapat merusak sistem. Kau menyebut mereka sebagai “sel kanker”. Merupakan tantangan besar untuk menghadapi sel-sel tersebut karena mereka berasal dari selmu sendiri sehingga mereka mengetahui strategiku dengan sangat baik. Namun demikian, dengan pertolongan Tuhan kami dapat mengalahkan mereka. Bagaimanapun, jika stres atau kegelisahan berlebihan melemahkanku, aku bisa menjadi lengah terhadap sel-sel kanker tersebut yang kemudian akan tumbuh dan menjadi tumor. Faktanya, sel kanker berkembang dalam jumlah jauh lebih banyak dari yang bisa diprediksi. Akan tetapi tentara-tentaraku terus meninjau setiap sel yang terbentuk dalam tubuhmu dan memeriksa apakah mereka tumbuh normal atau tidak. Jika mereka menemukan sel kanker “teroris”, mereka akan menghancurkannya secepat mungkin. Tetapi, beberapa sel kanker “menyamar” seperti serigala berbulu domba sehingga lolos dari deteksi. Tentaraku berkeliling dan mendeteksi sel-sel dari luar hanya dengan melihat kulit mereka. Karena itu, mereka dapat dimanipulasi. Seluruh sel-selmu, termasuk mereka yang berkuman atau kanker, berisi protein dengan kode khusus yang mengidentifikasi sel tersebut bahwa ia milikmu. Ketika tentaraku bertemu dengan sesama sel yang membawa protein berkode, para tentara akan melepaskan mereka. Tetapi musuh yang tidak membawa kode atau kata sandi ini akan segera ditangkap dan dihancurkan. Saat kita terkena penyakit seperti kanker, rupanya sel-sel kanker telah menjajah “petugas keliling” karena mengetahui kata sandinya. Terkadang, sebaliknya terjadi, tentaraku bingung dan tidak dapat mengidentifikasi sel-sel temannya meskipun membawa kata sandi yang benar, malah mereka dikira musuh dan akan mulai diserang. Penyakit-penyakit seperti ini dinamakan penyakit autoimun, menyerang dengan mekanisme yang cukup rumit yang bahkan masih menjadi teka-teki bagiku. Seperti pada penyakit radang sendi rheumatoid arthritis, yang termasuk penyakit yang berumur panjang dan tidak dapat disembuhkan, para tentaraku menyerang dan berangsur-angsur merusak jaringan seperti tulang rawan, otot jantung, lensa mata, dan kantung-kantung ginjal yang sebenarnya tinggal satu tubuh dengan mereka. Sebenarnya, ketika kita diciptakan sebagai sistem yang utuh (saat kau masih berbentuk embrio dalam janin ibumu), beberapa tentaraku membuat perjanjian dengan sel-sel lain tubuhmu, bahwa mereka akan berteman selamanya dan akan bertoleransi dengan mereka serta hanya akan menyerang musuh. Tetapi entah mengapa perjanjian ini dilupakan dan tentaraku tidak lagi mematuhiku.
Sekarang kelompok-kelompok tentaraku akan memperkenalkan diri mereka:
Istilah yang paling umum yang dengannya kami dapat diketahui keberadaanya adalah sel darah putih atau leukosit. Kami muncul sekitar 6000-7000 kali pada setiap milimeter kubik darah manusia. Sel darah lainnya, yaitu sel darah merah (eritrosit) berwarna merah; itulah sebabnya mengapa kami disebut sel darah putih. Karena pembuluh darah dapat mencapai bagian tubuh yang tersulit sekalipun, kami mengelilingi tubuh melalui pembuluh tersebut dan mencari pekerjaan yang harus dilakukan. Tentu saja tidak semua orang dapat melakukan segala pekerjaan. Jadi, pertama kami akan dibagi menjadi dua bagian. Sel-sel pada bagian pertama berisi granula mikroskopik, jadi mereka disebut sebagai leukosit granular. Sel-sel pada bagian kedua tidak memiliki granula, jadi mereka disebut leukosit agranular. Bagian-bagian itu kemudian terbagi lagi di antara sesamanya. Bagian pertama memiliki tiga kelompok: neutrofil, eosinofil, dan basofil. Bagian kedua memiliki dua kelompok bernama monosit dan limfosit. Neutrofil yang merupakan sel paling banyak (65-70% dari sel darah putih), bergerak seperti amoeba, memanjangkan kakinya lalu mendekati kuman yang akan mereka telan dengan cepat (fagosit). Enzim pencernaan yang dibawa oleh granula-granula di dalam neutrofil akan menghancurkan dan memakan kuman yang tertangkap. Jumlah tentara-tentara sel akan bertambah jika terjadi infeksi. Fakta bahwa sel pelindung tersebut dapat merasakan, mencari, dan menelan kuman atau antigen adalah sebuah keajaiban yang nyata dari Allah. Beberapa fisiologis menamakan tindakan ini sebagai kemotaksis, sebuah fenomena dimana sel-sel bergerak sesuai dengan zat kimia tertentu di sekeliling mereka. Mereka hanya “menamai” fenomena ini, tanpa benar-benar menjelaskan mengapa sel tersebut bergerak di sekitar zat kimia tersebut. Tentu saja, kemotaksis atau peristiwa bergerak menuju zat kimia tersebut hanyalah penyebab yang terlihat. Di luar hubungan sebab-akibat zat ini, kau harus dapat melihat dan merenungkan ilmu serta kekuatan Tuhan yang menakjubkan dan memaknai kasih sayang-Nya pada kita.
Eosinofil: Mungkin kau belum banyak tau tentang tentaraku yang berjumlah sekitar 12% dari pelindung bagi tubuhmu ini. Saat terkena reaksi alergi dan penyakit yang disebabkan oleh parasit, jumlah pasukanku ini akan meningkat. Mereka menyempurnakan efek produksi antibodi untuk melawan antigen. Beberapa zat kimia seperti histamine akan muncul sebagai reaksi dari antigen, seperti gatal-gatal, ruam, dan bengkak. Eosinofil mengurangi efek zat-zat tersebut dan gejalanya.
Basofil: berjumlah paling sedikit, yaitu hanya sekitar 0.5%. Pasukan ini terutama muncul pada luka yang akan sembuh atau bagian yang sangat terinfeksi. Granula-granula dalam basofil berisi dua zat yang sangat penting bernama heparin dan histamine. Histamine mampu membantu melebarkan pembuluh darah dan mempercepat pengeluaran zat aktif dalam diriku dari dinding pembuluh darah, mempermudah mereka untuk mencapai daerah yang terluka. Heparin juga mencegah penyumbatan pembuluh darah karena gumpalan darah.
Monosit: dibentuk dari bagian kedua, merupakan kelompok paling penting dan membentuk 3-9% bagian tubuh. Bila pasukanku sebelumnya berasal dan tumbuh di sumsum tulang, pasukan yang ini berasal dari organ limfoid seperti hati, getah bening, dan timus, yang membentuk sistem reticule endothelial. Karena sel-sel ini adalah “pemangsa” yang ganas, mereka menelan antigen dan sel darah merah tua yang tidak bekerja dengan baik lagi, karenanya mereka membersihkan organmu. Monosit adalah sel bergerak, maka mereka dapat mengejar kuman yang keluar dari pembuluh darah dan memasuki jaringan-jaringan. Saat berada di luar aliran darah, sel-sel “rakus” ini bernama makrofag. Mereka tidak hanya mampu memakan beberapa antigen, tetapi juga berbagai macam antigen. Bahkan, mereka meningkatkan stimulasi kepekaan limfosit terhadap antigen.
Limfosit: adalah kelompok pasukan bagian kedua yang mendapatkan latihan khusus dan ahli pada berbagai bidang. Mereka menyusun 20-25% pasukan pada sistemku. Pasukan ini mendeteksi antigen dan kuman lalu mengeluarkannya dari dalam tubuh. Setiap pasukan memiliki alat pendeteksi yang dapat mengidentifikasi antigen tertentu. Oleh karena itu ada jutaan pasukan limfosit dalam darahmu, yang berbeda satu sama lain dan tidak memiliki pasangan. Bagi setiap antigen kuman, kau pasti akan mendapatkan limfosit yang dapat menemukan dan membunuhnya. Pasukan ini dapat dikelompokan sesuai dengan ukurannya, yaitu limfosit kecil, sedang dan besar. Setiap kelompok memiliki fitur khusus yang berbeda. Kita juga dapat mengelompokkannya berdasarkan tingkat kedewasaan dan proses latihannya seperti limfosit-B dan limfosit-T. Meskipun keduanya berasal dari sel induk pada sumsum tulang, limfosit-T tumbuh di timus sebelum mereka pindah ke jaringan getah bening bagian lainnya seperti getah bening, hati dan amandel. Limfosit-B, tumbuh pada sumsum tulang, dan dapat langsung menuju amandel, usus buntu, getah bening dan jaringan getah bening lainnya. Ketika limfosit-T tumbuh di sumsum tulang, mereka membutuhkan fitur-fitur baru yang berbeda. Beberapa dari mereka bekerja sebagai sel pembantu-T, beberapa bekerja sebagai pemakan sel-T dan yang lain sebagai penghancur sel-T. sel pembantu-T, yang dipicu oleh sebuah antigen khususnya menghasilkan limfokin, sehingga sel-B membentuk antibodi. Diantara limfokin-limfokin ini, interleukin-2 mengaktivasi sel-T pemakan yang dapat membunuh sel yang terinfeksi. Sel pembunuh-T tidak langsung terikat pada satu antigen. Namun, mereka mengeluarkan zat yang membunuh sel terinfeksi setelah bergabung dengan antibodi yang sebelumnya terikat dengan sel terinfeksi. Rata-rata, sel-T hidup selama 2-4 tahun, namun beberapa bisa hidup lebih dari 10 tahun. Saat ini, mekanisme perlindungan dari limfosit-T menyebabkan sebuah masalah ketika terjadi transplantasi organ. Jika untuk beberapa alasan, sebuah organ asing (contohnya ginjal atau hati) ditransplantasikan ke dalam tubuh, limfosit-T akan langsung menyerang organ tersebut. Pasukan “tak berkepala” itu tidak tahu bahwa sebenarnya tubuh sangat membutuhkan organ tersebut namun mereka akan menghancurkannya sehingga dapat menggagalkan transplantasi atau ketidakcocokan jaringan. Limfosit-T akan memperlakukan organ asing sama seperti bagaimana mereka memperlakukan sel kanker: menyerang dan mencoba menghancurkannya. Untuk alasan inilah, para ahli imunolog sedang berusaha menemukan obat yang dapat membantu mereka mengontrol pasukan limfosit-T sekiranya harus dihentikan.
Ketika limfosit-B bertemu dengan antigen spesifiknya, mereka akan mengkloning dan bertambah banyak dengan cepat. Seperti idiom, “dalam kesatuan tersimpan kekuatan,” maka mereka membentuk kelompok yang terdiri dari sel dengan fitur sama agar dapat melawan antigen-antigen. Setiap sel dalam kelompok ini akan membentuk antibodi yang disebut immunoglobulin untuk menetralkan antigen tersebut. Produksi antibodi akan terus berlangsung selama beberapa hari sampai kuman-kuman dikeluarkan dari tubuh sepenuhnya. Beberapa sel-B, yang disebut sebagai sel memori-B, bukan menstimulasi pengeluaran namun merangsang reproduksi antibodi dalam tubuh. Dengan demikian, ketika sebuah antigen milik kuman tertentu muncul kembali, antibodi akan otomatis diproduksi kembali. Seperti yang kau tahu, ketika masih kecil, kau sangat mudah terserang penyakit, dan semakin bertambah dewasa semakin jarang pula kau terkena penyakit. Alasannya adalah, karena sel-sel memori ini mengingat kuman yang pernah menyerang dan mereka akan mulai memerangi kuman saat mereka memasuki tubuhmu sebelum keadaanmu menjadi buruk. Jangka waktu untuk mengingat setiap kuman berbeda-beda. Contohnya, setelah sel memori mengenali kuman campak, mereka tidak akan pernah melupakannya. Jika mereka mulai sekarat, pasukan sel memori akan memberikan kode kuman dalam ingatan mereka kepada sel yang baru. Vaksin dibuat dengan antigen yang sudah tidak aktif lagi untuk melawan kuman penyakit. Tahukah kamu mengapa saat bertambah dewasa kita harus mendapat suntikan secara berkala? Karena hal ini dapat membangun imunitas tubuh kalian terhadap penyakit yang berbeda-beda pada waktu yang berbeda pula.
Budi, pernahkah kau berpikir bagaimana semua ini bisa terjadi? Disaat kau tidak sadar bahwa ada kuman yang sedang masuk ke tubuhmu, sel-sel memori ini, yang berada dalam tubuhmu dengan kasih sayang tak terhingga dari Pencipta kita, mengingat musuh yang pernah mereka temui bertahun-tahun lalu, dan mulai menyiapkan senjata saat itu juga. Oleh karena sel-sel tersebut tidak tau apa-apa dan tidak memiliki kesadaran, maka tentu saja harus ada Dzat Pengatur yang memiliki ilmu dan kemampuan sangat besar untuk menggerakan mereka.
Kelenjar getah bening adalah pusat penghasil limfosit-limfosit yang dapat ditemukan di beberapa tempat dalam tubuhmu. Mereka memiliki ukuran kantor pusat yang berbeda-beda. Kebanyakan limfosit dihasilkan pada daerah yang terinfeksi, dan sebagian kecil kelompok getah bening terletak di bawah epitel yang berada di sepanjang dinding tabung pencernaan, jalur pernapasan dan kandung kemih. Ketika bertempur dengan bakterial infeksi, kelenjar getah bening akan membengkak dan membesar 1-2 cm. Sebagai tambahan dari kelenjar getah bening yang membesar melalui pembuluh getah bening, bagian-bagian seperti tengkuk, pangkal paha dan aksila (ketiak) juga terisi kelenjar getah bening. Apabila kalian menderita infeksi saluran pernapasan, kelenjar getah bening pada amandel dan leher akan membengkak. Apabila saluran kemih terinfeksi, kelenjar getah bening pada daerah pangkal pahamu akan membengkak. Tetapi apabila infeksi terjadi pada saluran pencernaanmu, maka limfosit-limfosit dalam usus buntu kalianlah yang harus berperang melawan kuman. Beberapa ahli menganggap organ yang merupakan perpanjangan dari cecum (usus buntu) ini sebagai potongan intestin “mati”. Usus buntu dan amandel adalah organ-organ yang cukup berguna yang dapat menghasilkan limfosit dalam keadaan normal; mereka bukanlah sisa-sisa yang tidak berguna. Karena hal itu, jika tidak terpaksa tidak dianjurkan untuk menghilangkan mereka. Sebagaimana, “kita menabur garam pada makanan agar awet dan tidak berbau; tetapi apakah kita masih akan menggaraminya jika garamnya sendiri bau?” Sama halnya, pada beberapa tubuh dimana sistemku dan produksi limfositku lemah, maka bagian-bagian tersebut akan menjadi rumah bagi kuman dan kau harus menghilangkannya.
Selain pasukan sistem imun, beberapa organ tubuhmu memiliki caranya sendiri untuk melindungi diri mereka. Organ-organ itu tidak memiliki pasukan seperti dalam sistemku, perlindungan mereka bagaikan “pertahanan sipil”. Salah satu komandannya adalah kulitmu yang bekerja sebagai penghalang alami penahan masuknya kuman, selaput lendir yang berada di sepanjang dinding mulut dan hidung bagian dalam, interferon yang merupakan zat yang diproduksi oleh sel-selmu untuk melawan virus, dan sebuah zat antibakteri bernama lysozyme yang ada dalam kandungan air mata dan keringatmu. Karenanya, berkeringat, menangis, dan pilek bukanlah hal yang memalukan; mereka adalah sistem pelindung yang diletakkan secara alami dalam tubuhmu oleh Sang Maha Pencipta.
Budi sayang, kurasa cukup ceritaku meskipun masih banyak kegunaanku yang harus kau ketahui. Lagipula, di balik semua penyakit dan kematian, kau akan menemukan gangguan yang berhubungan denganku. Proses biokimia tentang bagaimana pasukanku bekerja belum sepenuhnya diketahui. Jika hal tersebut telah terkuak, maka para dokter akan dengan mudah menyembuhkan banyak penyakit. Meskipun begitu, cepat atau lambat Kau akan sampai pada tujuan akhirmu: kematian. Tidak ada satupun entitas yang abadi; pasti akan terjadi suatu masalah dan Kau harus meninggalkan dunia ini, yang di dalamnya kau hanyalah seorang tamu. Jika kita renungkan dengan baik mahakarya dalam tubuhmu, pada kehidupan selanjutnya kau akan memecahkan teka-teki kenikmatan dari setiap karya-karya tersebut. Tentu saja, waktu kematian setiap orang berbeda-beda. Karena itu, dalam waktu yang terbatas ini, bersyukurlah akan keberadaan organ-organmu dan berterima kasihlah pada Tuhan yang Maha Agung atas pemberian-Nya. Hiduplah sesuai perintah-Nya, dan selalu ingat untuk memuja-Nya. Selamat tinggal, Budi! Semoga kau dan teman-temanmu sehat selalu.







Discussion about this post