• Privacy & Policy
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Redaksi dan Manajemen
    • Dewan Penasihat
  • Mata Air di Dunia
    • Arabic
    • Deutsch
    • English
    • Spanish
    • Turkish
  • FAQ
  • Kirim Artikel
  • Karir
Wednesday, September 30, 2026
  • Login
Majalah Mata Air
Advertisement
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2026Terbaru
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2026
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23
No Result
View All Result
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2026Terbaru
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2026
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23
No Result
View All Result
Majalah Mata Air
No Result
View All Result
Home Budaya Psikologi Perilaku

Banyak Kerja, Sedikit yang Selesai

RS. Dwi Prajitno Wibowo, S.T., M.Pd.

by admin
3 hours ago
in Psikologi Perilaku
Reading Time: 2 mins read
Share on WhatsappShare on FacebookScan and read on your phone

Pukul 23.12 lampu kamar masih menyala. Notifikasi di HP-nya terus masuk. Kalender hari itu penuh dengan kegiatan. Rizky baru saja menutup laptopnya, menghela napas panjang penuh lelah. “Seharian aku kerja..” ucapnya lirih. Sejenak ia berhenti, lalu pelan menambahkan, “tapi kerjaan yang paling penting belum kusentuh sama sekali.” Kalimat itu terasa biasa. Terlalu biasa. Namun justru di situlah masalahnya.

 

Rizky tidak menunda dengan cara klasik. Ia tidak bermalas-malasan, tidak bermain gim, tidak tidur sepanjang hari. Namun, ia membaca jurnal tambahan, merapikan dokumen penelitian, dan memperbaiki tampilan presentasi. Semua terlihat benar, terlihat produktif, tetapi sayangnya laporan yang menjadi inti pekerjaannya tetap kosong. Fenomena ini semakin umum, tetapi jarang dibahas secara jujur. Kita hidup di zaman ketika kesibukan dipuja, tetapi arah sering dilupakan. Dalam kajian psikologi, kondisi ini dikenal sebagai productive procrastination—menunda pekerjaan utama dengan mengerjakan pekerjaan lain agar terlihat tetap produktif.1

Masalahnya adalah ‘tampak produktif’ tidak selalu berarti ‘benar-benar produktif’. Pertanyaan yang perlu diajukan sebenarnya tidak berhenti pada “mengapa menunda?”, tetapi lebih jauh dari itu: “mengapa kita menunda dengan pola yang tampak produktif seperti ini?” Maka, jawabannya tidak cukup dijelaskan dari sisi individu semata. Ada pengaruh yang lebih luas, yaitu budaya yang membentuk cara kita bekerja, berpikir, dan menilai diri sendiri.

RelatedArticles

No Content Available

 

Budaya yang Mendorong Kita Terlihat Sibuk

Kita hidup dalam ekosistem yang secara halus tetapi konsisten menggeser makna produktivitas. Kecepatan lebih dihargai daripada kedalaman, aktivitas lebih mudah diukur dibanding dampak yang dirasakan. Kesibukan diberi panggung, sementara arah sering kali luput dari perhatian. Dalam situasi seperti ini, seseorang tidak hanya didorong untuk bekerja, tetapi diapresiasi saat “terlihat bekerja”.

Media sosial memperkuat kecenderungan tersebut dengan produktivitas yang direduksi menjadi sesuatu yang dilihat dan mudah dipamerkan: meja kerja yang rapi, jadwal yang padat, serta daftar tugas yang panjang dan terus diperbarui. Secara tidak sadar, representasi ini membentuk standar baru, sehingga kita mulai percaya bahwa selama terlihat aktif dan sibuk, maka kita sudah berada di jalur yang benar. Di titik inilah terjadi pergeseran yang tidak kentara, tetapi bermakna. Kita tidak lagi sekadar mengejar kemajuan, tetapi mengejar citra sebagai orang yang punya kesibukan. Kesibukan menjadi semacam…

Tags: jobdeskpekerjaanperilakuVolume 13 Nomor 52
Previous Post

Sebuah Sudut Pandang

admin

admin

Related Posts

No Content Available
Load More

Discussion about this post

POPULAR POST

  • Taubah, Inabah, dan Aubah

    Taubah, Inabah, dan Aubah

    1424 shares
    Share 570 Tweet 356
  • Ibnu Sina, Seorang Ilmuwan Teladan

    1077 shares
    Share 431 Tweet 269
  • Shuffah, Pusat Bagi Para Jenius

    1038 shares
    Share 415 Tweet 260
  • Hewan-hewan yang Menantang Suhu Dingin

    1006 shares
    Share 403 Tweet 251
  • Tanya Jawab Edisi 37 (Demi Merasakan Manisnya Iman)

    924 shares
    Share 370 Tweet 231

Majalah Mata Air menyuguhkan bahan bacaan untuk mengembangkan cakrawala pemikiran.

Ikuti Kami

Categories

Bulan Terbit

Banyak Kerja, Sedikit yang Selesai

Banyak Kerja, Sedikit yang Selesai

September 30, 2026
Sebuah Sudut Pandang

Sebuah Sudut Pandang

September 30, 2026
Kesehatan – Ilmu Pengetahuan – Teknologi (Edisi 51)

Kesehatan – Ilmu Pengetahuan – Teknologi (Edisi 51)

September 18, 2026
  • Tentang
  • Ketentuan
  • Kirim Tulisan

© 2021 Majalah Mata Air - Membaca Kehidupan.

No Result
View All Result
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2026
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2026
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23

© 2021 Majalah Mata Air - Membaca Kehidupan.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Hallo,
Ada yang bisa kami bantu?
Tanya Admin