• Privacy & Policy
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Redaksi dan Manajemen
    • Dewan Penasihat
  • Mata Air di Dunia
    • Arabic
    • Deutsch
    • English
    • Spanish
    • Turkish
  • FAQ
  • Kirim Artikel
  • Karir
Saturday, May 2, 2026
  • Login
Majalah Mata Air
Advertisement
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23
No Result
View All Result
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23
No Result
View All Result
Majalah Mata Air
No Result
View All Result
Home Spiritualitas Hikmah

Sakratul Maut: Ketajaman Mata di Ambang Penyesalan

Assoc. Prof. Dr. Agus Syihabudin, MA

by Agus Syihabudin
7 months ago
in Hikmah
Reading Time: 2 mins read
Share on WhatsappShare on FacebookScan and read on your phone

Sahabat Sya’ban radhiyallahu ‘anhu, salah seorang Sahabat Nabi Muhammad ﷺ, memiliki kebiasaan datang paling awal ke masjid dan selalu duduk di pojok saf bagian depan. Akan tetapi suatu pagi, Rasulullah ﷺ tidak melihat beliau di tempat biasanya. Maka Beliau ﷺ pun bertanya kepada para Sahabat lainnya, “Siapa yang melihat Sya’ban?” Sayangnya, tidak ada yang mengetahui keberadaannya. Ketika waktu ikamah tiba, Rasulullah ﷺ meminta agar ditunda sejenak untuk menunggu Sya’ban radhiyallahu ‘anhu. Namun tetap saja beliau tidak kunjung tiba. Akhirnya, Rasulullah ﷺ bersama para Sahabat melaksanakan salat Subuh berjamaah tanpa kehadiran Sahabat Sya’ban radhiyallahu ‘anhu.

Usai salat, Rasulullah ﷺ kembali bertanya, “Apakah ada yang mengetahui mengapa Sya’ban tidak hadir pagi ini?” Salah seorang Sahabat menjawab, “Kami tidak tahu, wahai Rasulullah. Namun saya mengetahui rumahnya.” Rasulullah ﷺ kemudian pergi mengunjungi Sahabat Sya’ban ditemani para Sahabat. Setibanya di sana, Beliau ﷺ berjumpa  dengan istrinya dan bertanya: “Mengapa Sya’ban tidak datang ke masjid pagi ini?” Sang istri menjawab, “Suamiku telah wafat tadi malam.”

Dengan penuh kesedihan, sang istri menceritakan kejadian aneh yang menyertai peristiwa wafat suaminya. Beliau berkata, “Sebelum meninggal, suamiku sempat mengaduh berteriak tiga kali: pada teriakan pertama, dia berseru, ‘Mengapa tidak lebih jauh?’, pada teriakan kedua, dia berkata, ‘Mengapa tidak yang baru?’, dan pada teriakan ketiga, dia berucap, ‘Mengapa tidak semuanya?’”

Mendengar penuturan istri Sahabat Sya’ban itu, Rasulullah ﷺ pun membacakan firman Allah I dalam Al-Quran surat Qaf ayat ke-22 berikut ini:

RelatedArticles

Tumbuh Bersama Kesulitan

Mata Air – Air Mata. Akankah Kita Tiba di Bening Telaga?

“Sungguh, dahulu engkau lalai dari (peristiwa) ini, maka kini Kami singkapkan darimu penutup (yang menghalangi penglihatan), sehingga penglihatanmu pada hari ini sangat tajam.”

 

Dengan ayat tersebut, Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa saat menghadapi sakratulmaut, seseorang akan melihat kenyataan yang sebelumnya tersembunyi dari pandangannya.

Ucapan dalam teriakan-teriakan yang keluar dari lisan Sahabat Sya’ban radhiyallahu ‘anhu sebelum beliau mengembuskan napas terakhirnya ternyata memiliki kaitan dengan amal-amal yang telah beliau jalani. Setiap ucapan tersebut mencerminkan penyesalan atas lepasnya peluang dan kesempatan yang seharusnya bisa lebih dimaksimalkan untuk mendapatkan pahala yang lebih besar, meskipun sesungguhnya beliau telah berusaha menjalani hidup penuh amal kebaikan.

 

Teriakan Pertama

Kalimat “Mengapa tidak lebih jauh?” mencerminkan penyesalan Sahabat Sya’ban radhiyallahu ‘anhu atas jarak rumahnya dari Masjid Nabawi yang tidak lebih jauh. Sejatinya setiap langkah menuju masjid adalah berpahala. Dan ketika menghadapi sakratul maut, mata beliau menyaksikan betapa besar ganjaran bagi mereka yang berjalan menuju masjid. Sebenarnya jarak rumah beliau ke Masjid Nabawi termasuk yang terjauh di antara rumah-rumah Sahabat lainnya, dengan waktu tempuh lebih dari satu jam. Namun, setelah melihat besarnya pahala disebabkan jarak tersebut, beliau menyesal dan berangan-angan seandainya jaraknya bisa lebih jauh tentu pahala yang diraih akan jauh lebih besar lagi.

Tags: Hikmahmajalah mata airSakratulmautvolume 12 Nomor 45
Previous Post

Kriptonit Bagi Antibiotik

Next Post

BUTON : Satu dari Empat Pusat Dunia

Agus Syihabudin

Agus Syihabudin

Related Posts

Tumbuh Bersama Kesulitan
Hikmah

Tumbuh Bersama Kesulitan

1 year ago
Mata Air – Air Mata. Akankah Kita Tiba di Bening Telaga?
Hikmah

Mata Air – Air Mata. Akankah Kita Tiba di Bening Telaga?

2 years ago
Load More

Discussion about this post

POPULAR POST

  • Taubah, Inabah, dan Aubah

    Taubah, Inabah, dan Aubah

    1388 shares
    Share 555 Tweet 347
  • Ibnu Sina, Seorang Ilmuwan Teladan

    1067 shares
    Share 427 Tweet 267
  • Shuffah, Pusat Bagi Para Jenius

    1007 shares
    Share 403 Tweet 252
  • Hewan-hewan yang Menantang Suhu Dingin

    993 shares
    Share 398 Tweet 248
  • Tanya Jawab Edisi 37 (Demi Merasakan Manisnya Iman)

    902 shares
    Share 361 Tweet 226

Majalah Mata Air menyuguhkan bahan bacaan untuk mengembangkan cakrawala pemikiran.

Ikuti Kami

Categories

Bulan Terbit

Kesehatan – Ilmu Pengetahuan – Teknologi (Edisi 48)

Kesehatan – Ilmu Pengetahuan – Teknologi (Edisi 48)

March 3, 2026
Diskusi Hangat antara Kebenaran yang Diturunkan dan Pengetahuan yang Ditemukan

Diskusi Hangat antara Kebenaran yang Diturunkan dan Pengetahuan yang Ditemukan

March 3, 2026
Sahabat Sejati

Sahabat Sejati

March 3, 2026
  • Tentang
  • Ketentuan
  • Kirim Tulisan

© 2021 Majalah Mata Air - Membaca Kehidupan.

No Result
View All Result
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23

© 2021 Majalah Mata Air - Membaca Kehidupan.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Hallo,
Ada yang bisa kami bantu?
Tanya Admin