Tegakkan kepala, perhatikan sekeliling, dan cobalah untuk melihat hari kemarin dan hari ini secara bersamaan! Lihatlah betapa segala sesuatunya berubah dan tumbuh dalam tempo yang teratur. Kalian akan melihat dan terpukau bagaimana sebentuk benih yang kemarin masih tampak begitu mungil, tunas-tunas yang berupa sebuah benih kering mungil lambat laun akan berkecambah bulir-bulirnya, tumbuh membesar, berdiri tegak seraya kuntum bunga-bunganya bermekaran.
Ya, persis seperti di saat musim semi, ketika rerumputan, pepohonan, bahkan seluruh makhluk hidup seumpama memakai kostum lalu mengenakan seragamnya dengan masing-masing dari mereka yang memesona mata dan menggelorakan jiwa kita dengan warna, bentuk, kualitas, dan gaya uniknya, yang membuat nanar kepala dan mengaburkan pandangan kita. Di seluruh penjuru dunia, dengan warna yang berbeda, bentuk yang berbeda, dan dialek yang berbeda, tetapi perubahan-perubahan paling proporsional dan perkembangan-perkembangan paling seimbang yang terjadi di sekitar kebenaran tunggal dan satu-satunya ini, mereka saling mengikuti satu sama lain seakan-akan Kekuatan Tak Terbatas terus-menerus memperlihatkan keajaiban dan mukjizat-Nya seperti halnya musim-musim semi yang datang silih berganti, terlepas dari semua halangan yang menghambatnya.
Ya, air mengalir di saluran-salurannya ke gunung-gunung dan bukit-bukit yang masing-masing telah berubah menjadi bongkahan batu tak bernyawa, ke pepohonan yang mengeras di pegunungan dan perbukitan, ke mayat-mayat mati yang tak bergeming di antara pepohonan. Tanah terbentang di bawah kaki kita yang…







Discussion about this post