Kehidupan manusia mirip roda yang terus berputar. Terkadang kita berada di puncak dan meraih kebahagiaan, tetapi di lain waktu bisa pula kita berada di bawah, harus merasakan pahitnya kehidupan bahkan menghampiri keputusasaan. Namun, tak bisa dipungkiri bahwa di balik setiap tantangan, kesulitan, dan penderitaan, terselip berkah yang menanti untuk ditemukan, hikmah yang harus dipahami kemudian.
Stephen Hawking didiagnosis memiliki amyotrophic lateral sclerosis (ALS)1 pada usia 21 tahun, yang membuatnya lumpuh dan hanya bisa berkomunikasi melalui synthesizer2 suara. Meskipun demikian, Hawking terus melakukan penelitian ilmiah yang groundbreaking3 dan menulis buku-buku populer tentang kosmologi, yang kemudian menobatkannya sebagai salah seorang fisikawan tersohor sekolong jagat raya di abad ke-21. Kisah Stephen Hawking menunjukkan bahwa bahkan dalam menghadapi penyakit yang fatal, kita masih dapat mencapai hal-hal besar dan menjalani hidup yang bermakna.
Nick Vujicic yang berasal dari Melbourne, Australia, lahir tanpa tangan dan kaki disebabkan kelainan phocomelia yang dideritanya sejak lahir. Pada awalnya, keadaan ini membuat dirinya merasa putus asa dan terisolasi. Namun, dia akhirnya mampu mengatasi rasa tidak amannya dan berhasil menjadi seorang pembicara motivasi yang sukses dan inspiratif. Nick juga merupakan seorang penyandang disabilitas pertama yang bisa bersekolah di sekolah normal di Australia. Kita juga memiliki Agus Prayitno, seorang atlet para-atletik yang telah meraih medali emas di berbagai ajang internasional, termasuk Paralympic Games4, meskipun memiliki keterbatasan secara fisik.
Viktor E. Frankl, seorang psikiater Austria dan penulis buku “Man’s Search for Meaning”, mengisahkan pengalamannya di kamp konsentrasi Nazi dan bagaimana dia menemukan makna hidup di tengah penderitaan yang dialaminya. Ada pula Nelson Mandela, seorang pejuang anti-apartheid di benua Afrika. Pada awalnya dia harus menghabiskan 27 tahun hidupnya di penjara karena aktivitasnya dalam membela hak-hak orang-orang kulit hitam. Berkat kegigihan dan ketabahannya, pada akhirnya Mandela berhasil menjadi presiden Afrika Selatan pertama.







Discussion about this post