Ibnu al-Haitham telah mendedikasikan seluruh hidupnya untuk mengembangkan ide-ide dan berbagai penemuan yang kemudian telah mengubah wajah dunia, menjadikannya lebih nyaman bagi generasi masa depan, dan membuka sebuah jalan yang jelas bagi para ilmuwan dari peradaban Barat yang pada akhirnya memuji hasil pekerjaannya. Beliau hanya hidup selama tujuh puluh lima tahun, tapi waktu yang sedikit itu telah cukup untuk memenuhi puluhan kali masa kehidupannya.
Meski beliau tidak memiliki nama tenar seperti Nicolaus Copernicus, Roger Bacon, atau Galileo, tetapi sebenarnya nama Ibnu al-Haitham adalah sebab bagi munculnya nama besar para ilmuwan tersebut hari ini. Ibnu al-Haitham, yang merupakan buah dari ‘Zaman Keemasan Islam’, telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk memahami dunia dan meningkatkan pemahaman ilmiah dari banyak disiplin ilmu yang kita dapatkan hari ini tetapi sering kita remehkan. Beliau dikenal pula sebagai “Alhacen” atau “Alhazen” dan oleh sedikit orang diakui sebagai “Bapak Optik Modern”(Tbhaki, Amr, ASM) yang karya-karyanya memiliki pengaruh dan disukai banyak cendekiawan setelahnya seperti Isaac Newton dan René Descartes. Meskipun beliau dihormati oleh beberapa orang, sesungguhnya al-Haitham sama sekali tidak mendapatkan penghargaan selayaknya dalam sejarah, seperti banyak hal serupa yang dialami oleh ilmuwan-ilmuwan Muslim kuno yang dibayang-bayangi oleh Renaisans Eropa. “Orang-orang seperti para ilmuwan, filsuf, dan seniman hebat ini menjalani keberadaan mereka yang berharga dan memengaruhi Eropa dalam berbagai cara”.(Ali, hal. 162)…






Discussion about this post