• Privacy & Policy
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Redaksi dan Manajemen
    • Dewan Penasihat
  • Mata Air di Dunia
    • Arabic
    • Deutsch
    • English
    • Spanish
    • Turkish
  • FAQ
  • Kirim Artikel
  • Karir
Thursday, December 11, 2025
  • Login
Majalah Mata Air
Advertisement
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025New!!!
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23
No Result
View All Result
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025New!!!
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23
No Result
View All Result
Majalah Mata Air
No Result
View All Result
Home Budaya Peradaban

Toleransi Sejati

Eric Weinholtz

by Eric Weinholtz
1 year ago
in Peradaban
Reading Time: 2 mins read
Share on WhatsappShare on FacebookScan and read on your phone

Selama lebih dari enam abad lamanya, sejak tahun 1300-1922 M (622 tahun), Kesultanan Utsmaniyah pernah memimpin dunia dengan populasi masyarakat yang berasal dari berbagai latar belakang agama berbeda. Selama eksistensinya itu, kesultanan ini menunjukkan toleransi dan kebebasan beragama luar biasa, jauh lebih besar dibandingkan dengan negara-negara lain yang ada di masa itu. Kesultanan Utsmaniyah menerapkan nilai-nilai Islam dengan kemurnian tinggi selama masa kepemimpinannya. Pengecualian barangkali perlu dicatat di masa kemundurannya (abad ke-19), ketika toleransi beragama digunakan sebagai sarana untuk mengamankan otoritas negara dan loyalitas penduduk kepada negaranya. Untuk dapat memahami bagaimana keunggulan kesultanan ini dalam hal toleransi, maka kita perlu mempertimbangkan bagaimana mereka menjunjung tinggi prinsip dan nilai-nilai Islam ketika menjalin hubungan antara orang muslim dengan non-muslim sebagaimana yang diajarkan  oleh Al-Qur’an dan diteladankan oleh Nabi Muhammad ﷺ.

 

Multikulturalisme  dan Toleransi dalam Islam

Islam memiliki akar kuat dalam hal penerimaan dan rasa hormat terhadap budaya lain, sebagaimana dapat disaksikan di banyak ayat Al-Qur’an dan peristiwa-peristiwa dalam kehidupan Nabi Muhammad ﷺ, misalnya dalam peristiwa pembentukan Piagam Madinah dan Khotbah Wada. Piagam Madinah adalah sebuah pakta1 yang disusun Nabi Muhammad ﷺ untuk menghadirkan perdamaian di Madinah, yang di dalamnya Beliau berperan sebagai arbiter2. Peran ini tentu berbanding terbalik dengan kondisi Beliau saat di Makkah, ketika pesan-pesan dakwahnya telah membuat Beliau dianggap sebagai musuh oleh para pemimpin Makkah.

RelatedArticles

Islam yang Memikat Barat

Masjid dan Generasi Madani

Di Madinah (yang sebelumnya dikenal sebagai Yatsrib) terdapat dua suku yang kuat: Aus dan Khazraj. Keduanya merupakan suku yang berkuasa, penyembah berhala, serta selalu sibuk dengan peperangan dan sengketa.3 Selain itu, di Madinah juga terdapat sejumlah besar orang Yahudi, meskipun mereka tidak memiliki pengaruh dan kekuatan sebesar suku Aus dan Khazraj. Ketika Nabi Muhammad ﷺ tiba di Madinah atas undangan para pemimpin Madinah pada tahun 622 Masehi, Beliau ﷺ menyusun Piagam Madinah, sebuah pakta bagi semua kabilah utama di kota tersebut,[1] yang dimaksudkan untuk memastikan keamanan kolektif bagi suku Aus, Khazraj, dan Yahudi, sebagaimana bagi umat muslim yang baru tiba saat itu. Dokumen tersebut berfungsi sebagai pakta pertahanan kota demi kebaikan bersama penduduk Madinah. Oleh karena Nabi Muhammad ﷺ berhasil membawa semua kabilah yang menyepakati pakta ini dalam kesetaraan posisi satu sama lain, maka sejak itu Piagam Madinah dipuji sebagai tonggak sejarah dan role model bagi multikulturalisme.

Terdapat beberapa pesan penting tentang hidup bersama dan kerjasama dalam…

Tags: BudayakesultananMuslimPeradabanperadaban islamVolume 11 Nomor 44
Previous Post

Radioterapi Flash: Teknologi Menjanjikan bagi Terapi Tumor

Next Post

Syauq dan Isytiyaq

Eric Weinholtz

Eric Weinholtz

Related Posts

Islam yang Memikat Barat
Peradaban

Islam yang Memikat Barat

1 year ago
Masjid dan Generasi Madani
Peradaban

Masjid dan Generasi Madani

3 years ago
Load More

Discussion about this post

POPULAR POST

  • Taubah, Inabah, dan Aubah

    Taubah, Inabah, dan Aubah

    1348 shares
    Share 539 Tweet 337
  • Ibnu Sina, Seorang Ilmuwan Teladan

    1053 shares
    Share 422 Tweet 263
  • Shuffah, Pusat Bagi Para Jenius

    981 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Hewan-hewan yang Menantang Suhu Dingin

    978 shares
    Share 392 Tweet 244
  • Tanya Jawab Edisi 37 (Demi Merasakan Manisnya Iman)

    872 shares
    Share 349 Tweet 218

Majalah Mata Air menyuguhkan bahan bacaan untuk mengembangkan cakrawala pemikiran.

Ikuti Kami

Categories

Bulan Terbit

Kesehatan – Ilmu Pengetahuan – Teknologi (Edisi 47)

Kesehatan – Ilmu Pengetahuan – Teknologi (Edisi 47)

November 5, 2025
Tanya Jawab Edisi 47

Tanya Jawab Edisi 47

November 5, 2025
Gigi, Hikmah Bermahkota

Gigi, Hikmah Bermahkota

November 5, 2025
  • Tentang
  • Ketentuan
  • Kirim Tulisan

© 2021 Majalah Mata Air - Membaca Kehidupan.

No Result
View All Result
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23

© 2021 Majalah Mata Air - Membaca Kehidupan.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Hallo,
Ada yang bisa kami bantu?
Tanya Admin