Desing peluru para penjajah tak menggetarkan bara keberanian para pejuang kemerdekaan Indonesia, meski di tangan mereka hanya tergenggam sebatang bambu runcing sederhana. Kisah bambu runcing dan perjuangan kemerdekaan Indonesia menjadi bagian penting yang terus diingat oleh bangsa kita hingga hari ini. Jika dipikirkan lebih cermat, mungkin tak masuk akal bagaimana tentara Belanda dan Jepang yang dilengkapi persenjataan dan peralatan perang canggih di masa itu akhirnya bisa kalah dan mundur teratur hanya karena tajamnya serangan bambu runcing para pemuda pejuang pemberani, hingga berhasil mempersembahkan kemerdekaan bagi negeri kita, Republik Indonesia. Berikut mari kita menyisir senarai kisah bambu yang sering terlupakan jasanya.
Sepuhan Doa Sang Kiai bagi Kemerdekaan Indonesia
Adalah K.H. Subkhi, kiai yang sangat dihormati dari Parakan,Temanggung, yang setahun sebelum kedatangan Jepang memiliki firasat akan adanya perang. Beliau lalu mengumpulkan putranya yang bernama K.H. Noer, K.H. Ali, pak Lurah Mas’ud, dan para santri untuk membahas strategi perang dan persenjataan yang harus dipersiapkan. K.H. Noer mengusulkan agar digunakan bambu runcing…







Discussion about this post