• Privacy & Policy
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Redaksi dan Manajemen
    • Dewan Penasihat
  • Mata Air di Dunia
    • Arabic
    • Deutsch
    • English
    • Spanish
    • Turkish
  • FAQ
  • Kirim Artikel
  • Karir
Monday, July 6, 2026
  • Login
Majalah Mata Air
Advertisement
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23
No Result
View All Result
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23
No Result
View All Result
Majalah Mata Air
No Result
View All Result
Home Sains Kesehatan

Pemulihan Fungsi Otak yang Hilang

Prof. Dr. Omer Arifagaoglu

by Omer Arifgaoglu. Prof. Dr.
10 years ago
in Kesehatan, Sains
Reading Time: 3 mins read
Share on WhatsappShare on FacebookScan and read on your phone

Otak bayi yang baru lahir tumbuh dan berkembang dengan sangat cepat. Dalam tiga tahun pertama kehidupannya, terjadi pembentukan neuron (sel-sel saraf), jaringan dan penghubung/koneksi saraf (akson, sinapsis, dan dendrit) yang baru. Pada tahap ini pula, terjadi hubungan antara neuron, otot, atau sel-sel kelenjar lain yang jaraknya dekat maupun jauh melalui perluasan cabang neuron yang baru. Selama proses ini, zat kimia yang menyerupai hormon memainkan peran penting dalam reproduksi sel saraf dan pembentukan jaringan di antaranya. Misalnya, faktor pertumbuhan saraf dan faktor neurotropik berbasis otak berperan penting dalam pembentukan neuron.

Neuron yang belum dapat membangun koneksi dengan sel-sel lainnya (saraf, otot, atau kelenjar sekresi) pada masa awal 612 bulan setelah kelahiran seolah menerima perintah Ilahi untuk menjalani sebuah masa kematian sel yang terprogram (apoptosis). Misalnya, jika mata hewan percobaan yang baru lahir tertutup selama beberapa minggu, maka saraf (neuron) penglihatan yang berada di korteks otak akan mati dan hewan tersebut akan menjadi menjadi buta. Jika saraf bawaan lahir tidak dapat melaksanakan fungsinya atau tidak digunakan dengan benar, maka fungsi tersebut akan musnah atau hilang. Keadaan ini disebut sebagai prinsip “gunakan atau hilang”.

Selama bertahun-tahun dunia kedokteran membahas tentang gagasan bahwa tidak ada penyembuhan untuk neuron atau jaringan, yang rusak atau mati dan tidak mungkin pulih kembali fungsi tubuh yang hilang dikarenakan rusaknya jaringan saraf yang terhubung dengannya. Tetapi ternyata walaupun hal ini memang terjadi pada sebagian besar orang dewasa namun pemikiran tersebut terbukti tidaklah benar menggambarkan kondisi pada anak-anak. Ditemukan bahwa fungsi otak yang hilang dapat dipulihkan, meski hanya sebagian sekalipun dan potensi pemulihan ini sudah ada sejak seseorang dilahirkan. Keadaan ini disebut sebagai plastisitas noronal atau kapasitas untuk melakukan regenerasi (diperbaharui).

Regenerasi saraf adalah fungsi pemulihan otomatis jaringan saraf yang telah kehilangan fungsi atau rusak karena benturan (trauma), kekurangan oksigen (iskemia), infeksi atau banyak alasan lain. Misalnya, pada pasien anak yang lumpuh, serabut saraf lengankakinya menjadi mati dan otot yang yang terstimulasi oleh saraf tersebut akan mengalami kelumpuhan. Namun, saraf lain yang berdekatan akan mampu memulihkan otot yang “mati” dengan mengeluarkan cabang-cabang baru. Situasi ini mungkin menyerupai pemasangan jaringan telepon paralel (penggunaan bersama) dari apartemen kita ke tetangga sebelah. Serabut saraf (akson) yang putus atau rusak dapat tumbuh lagi dari akarnya dengan beberapa saraf baru pendek dan pertumbuhan ujung saraf baru ini dapat menjadi pemulihan pada beberapa keadaan. 

RelatedArticles

Pusat Energi Tubuh

Hikmah Gerbang Hadamard pada Teknologi Kuantum

Menurut teori plastisitas saraf, otak merupakan organ yang fleksibel, dinamis dan terbuka bagi ada-Nya perubahan. Otak tidak statis dan dapat beradaptasi dengan kondisi baru. Berdasarkan teori ini, otak yang telah kehilangan beberapa kemampuannya, seperti penglihatan atau pendengaran, akan bisa mendapatkan kembali fungsi-fungsi ini; sehingga individu tersebut akan dapat mendengar atau melihat lagi. Namun, penelitian lebih lanjut terkait hal ini masih harus dilakukan. Regenerasi adalah mekanisme yang mendukung teori plastisitas ini. Proliferasi sel induk dipicu oleh plastisitas. Neuron yang sudah mati akan melimpahkan fungsinya ke sel lain, sementara neuron yang masih hidup diinduksi untuk mengembangkan cabang baru (dendrit atau akson). Temuan akan adanya proses plastisitas neuronal dan regenerasi ini telah menumbuhkan harapan bagi pengobatan beberapa penyakit yang sebelumnya dianggap tidak dapat disembuhkan. Contohnya penderita kelumpuhan otak pada masa kanak-kanak (cerebral palsy) yang terjadi akibat kurangnya suplai oksigen dalam jaringan otak pada masa sebelum, selama, atau setelah kelahiran sehingga terjadi kerusakan pada jaringan otak tersebut yang menghambat gerakan motorik, persepsi, dan kecerdasan anak tersebut. Otak melewati proses adaptif untuk menjalankan fungsi yang hilang. Korteks otak memiliki kemampuan yang luar biasa untuk dapat segera memulihkan cidera, hal ini terjadi terutama pada tahap awal kehidupan. 

Plastisitas tidak hanya memanifestasikan dirinya melalui peningkatan jumlah neuron, tetapi juga dengan peningkatan jumlah akson dan dendrit, serta bundaran yang berfungsi sebagai tempat lewatnya arus listrik di antara sel-sel syaraf yang disebut sebagai sinaps. Meskipun demikian, semua perubahan positif yang terjadi pada neuron membutuhkan stimulator atau pemicu. Untuk itulah, dalam beberapa tahun belakangan ini banyak obat-obatan yang dikembangkan dengan tujuan ini. Hasil penelitian di laboratorium yang menunjukkan bahwa plastisitas neuronal dan regenerasi berhasil menyembuhkan penyakit kelumpuhan otak, diharapkan juga memberikan harapan besar akan adanya pengobatan bagi penderita gangguan otak pada usia dewasa. Penyembuhan otak melalui plastisitas neuronal ini tidak hanya bergantung pada obat-obatan, tetapi juga dapat diterapkan dengan metode alternatif seperti terapi sentuhan, akupunktur dan pemijatan. Selain itu, diketahui pula bahwa beberapa olahraga seperti berenang dan menunggang kuda dianggap dapat merangsang dan memicu regenerasi sel-sel neuron yang rusak.

Secara singkat penelitian ini menyimpulkan, anggapan bahwa sistem saraf tidak dapat pulih secara otomatis ke fungsi normalnya adalah salah. Mekanisme-mekanisme yang telah ada sejak awal pada sistem (struktur genetik) yang telah diatur oleh Sang Maha Pencipta, baru bisa ditemukan oleh manusia pada masa ini. Dengan adanya berbagai kemajuan ilmu pengetahuan, perlu kiranya dilakukan banyak penelitian baru untuk menemukan aspek lain dari karya seni hasil penciptaan Ilahi. Semua penemuan-penemuan tersebut seharusnya mampu mengingatkan kita kembali betapa tinggi citra seni dan hikmah yang ada pada semua hasil karya ciptaan Allah Jalla Jalâlahu.

Tags: otakSainsselVolume 3 Nomor 12
Previous Post

Bagaimana Anak Gemar Membaca

Next Post

Kesedihan Hazan

Omer Arifgaoglu. Prof. Dr.

Omer Arifgaoglu. Prof. Dr.

Related Posts

Pusat Energi Tubuh
Biologi

Pusat Energi Tubuh

2 months ago
Hikmah Gerbang Hadamard pada Teknologi Kuantum
Teknologi

Hikmah Gerbang Hadamard pada Teknologi Kuantum

2 months ago
Load More

Discussion about this post

POPULAR POST

  • Taubah, Inabah, dan Aubah

    Taubah, Inabah, dan Aubah

    1404 shares
    Share 562 Tweet 351
  • Ibnu Sina, Seorang Ilmuwan Teladan

    1072 shares
    Share 429 Tweet 268
  • Shuffah, Pusat Bagi Para Jenius

    1027 shares
    Share 411 Tweet 257
  • Hewan-hewan yang Menantang Suhu Dingin

    999 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Tanya Jawab Edisi 37 (Demi Merasakan Manisnya Iman)

    913 shares
    Share 365 Tweet 228

Majalah Mata Air menyuguhkan bahan bacaan untuk mengembangkan cakrawala pemikiran.

Ikuti Kami

Categories

Bulan Terbit

Tanya Jawab Edisi 49

Tanya Jawab Edisi 49

May 11, 2026
Pusat Energi Tubuh

Pusat Energi Tubuh

May 12, 2026
Hikmah Gerbang Hadamard pada Teknologi Kuantum

Hikmah Gerbang Hadamard pada Teknologi Kuantum

May 11, 2026
  • Tentang
  • Ketentuan
  • Kirim Tulisan

© 2021 Majalah Mata Air - Membaca Kehidupan.

No Result
View All Result
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23

© 2021 Majalah Mata Air - Membaca Kehidupan.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Hallo,
Ada yang bisa kami bantu?
Tanya Admin