Bagi manusia yang dapat menjalani kehidupannya dalam iklim iman atau keyakinan yang memesona, maka hari esok yang terangnya datang silih berganti meliputi empat penjuru semesta dan dunia dari satu ujung hingga ujung lainnya akan kembali menjadi surga, terasa telah begitu dekat serta begitu pasti, hingga mereka bahkan bisa merasakan dan menjalani hal tersebut sebagai satu bagian dari kehidupannya saat ini. Oleh karenanya, setiap hari, dari tanda-tanda yang tampak di cakrawala, pada kabar-kabar gembira dalam tanda-tanda yang berkilau dari fajar cemerlang yang muncul dalam mimpi-mimpi, hingga pada suara-suara geraman dalam kegelapan yang hampir-hampir kesemuanya dengan bahasa dari kebahagiaan yang akan datang tersebut telah memberikan binar pada tatap mata, kekuatan pada iradahnya dan pendar cahaya pada harapan-harapan mereka.
Ya, bagi insan manusia yang memiliki kesadaran dalam perasaan dan pemikiran seperti ini, kelahiran dari lahirnya, kebangkitan dari bangkitnya pada hari yang terus mereka perhatikan ini, persis seperti sebuah masa dari seribu “ba’su ba’dal maut”(Kebangkitan setelah Kematian) yang terjadi secara tiba-tiba. Mereka dapat merasakan….
Ditulis oleh M. Fethullah Gulen
Diterbitkan pada Majalah Mata Air edisi 34







Discussion about this post