Hai Budi.. Hingga hari ini, hampir semua organ dan sistem tubuhmu telah
memperkenalkan diri mereka padamu, menjelaskan seni agung dalam penciptaan
mereka, bersamaan dengan hikmah dan ketelitian luar biasa yang ada pada
mereka. Tentu saja hal ini bukan sekedar informasi bagimu. Namun penting untuk
mengenal organ-organmu dan tugas mereka, serta cobalah hidup sesuai dengan
pengetahuan-pengetahuanmu tentang hal tersebut. Bagaimanapun juga, tujuan
utama dari hal ini adalah untuk memperkenalkanmu pada Tuhan yang
menciptakanmu dan menciptakan semua makhluk lainnya secara sempurna, baik
yang hidup maupun yang mati. Sebagaimana mengamati sebuah karya seni tanpa
mengapresiasi seniman pembuatnya adalah sebuah pandangan yang keliru, maka
begitu pula dengan melihat seni yang dipertunjukkan di dalam tubuh makhluk
paling mulia seantero semesta bernama manusia namun tidak mengapresiasi
Tuhan Penciptanya.
Pengetahuan seperti ini pada akhirnya hanya akan menjadi tumpukan pengetahuan yang tidak berharga dan bermakna. Sekarang, kita akan melihat tubuh manusia secara statistiknya. Maka nikmatilah pelajaran terakhirmu ini Budi, baru kemudian setelah ini kita bisa mengucapkan salam perpisahan. Sebelum kita berbincang tentang sistem dan organ-organ yang membentuk tubuhmu, terlebih dahulu perlu Kau ketahui bahwa adalah sebuah anugerah ketika Tuhan tidak membiarkanmu dalam ketiadaan, sebaliknya Ia justru menempatkanmu dalam keberadaan. Lalu Kau pun harus tahu bahwa Ia tidak membiarkanmu menjadi sebuah molekul anorganik, sebaliknya justru menciptakanmu sebagai organisme hidup, ini adalah sebuah anugerah. Untuk membuatmu memahaminya lebih baik, aku akan memintamu melihat dengan hati-hati pada perhitungan yang sangat halus pada angka-angka yang akan kuberikan padamu dalam tabel berikut dan agar Kau menyadari betapa tingginya nilai dirimu yang telah diangkat oleh-Nya. Berat dan persentase elemen anorganik dalam tubuh manusia yang berbobot 70 kg:
NO SENYAWA BERAT PERSEN
1. Oksigen 44 kg 63%
2. Karbon 14 kg 20%
3. Hidrogen 7 kg 10%
4. Nitrogen 2,1 kg 3%
5. Kalsium 1 kg 1,5%
6. Fosfor 700 g 1%
7. Potasium 170 g 0,25%
8. Sulfur 140 g 0,2%
9. Klorin 70 g 0,1%
10. Sodium 70 g 0,1%
11. Magnesium 30 g 0,04%
12. Besi 3 g 0,004%
13. Tembaga 300 mg 0,0005%
14. Mangan 100 mg 0,0002%
15. Yodium 30 mg 0,00004%
Persentase total elemen yang ditemukan dalam serum darah dan pada enzim seperti seng, kobalt, kadmium, molibdenum, nikel, timah, fosfor, selenium, merkuri, dan aluminium, adalah 0,80526%. Sebagaimana dapat Kau lihat, 76% dirimu (53.1 kg oksigen, hidrogen, dan nitrogen) adalah berupa gas yang larut di udara. Gas-gas ini tidak berharga mahal karena mereka semua dapat ditemukan dalam jumlah besar di udara. Jika dianggap harga per kilogramnya Rp 1.960, maka 14 kg karbon (batu bara) berharga sekitar Rp 28.000 saja. Satu kg kalsium (jeruk nipis) bernilai sekitar Rp 1.680 saja. Sementara 140 gr klorin dengan sodium (garam) harganya sekitar Rp 420. Sedangkan elemen lainnya (seperti besi, tembaga, dan magnesium) setara harganya dengan segenggam tanah, karena semua zat ini dapat dengan mudah ditemukan dalam tanah, dan hanya ada sedikit dalam tubuh manusia. Jadi jika dihitung, harga elemen tubuhmu secara keseluruhan hanya sekitar Rp 30.100,00 saja. Sekarang mari kita naikkan sedikit nilainya. Allah tidak membiarkanmu hanya menjadi sebuah elemen. Namun zat yang Maha Kuasa itu menjadikanmu sebagai material organik dengan molekul yang sangat besar, seperti protein, lemak, karbohidrat, dan vitamin. Kondisi ini menyajikan bagi kita tabel berikut:

Jika Kau penasaran berapa hargamu sebagai air, protein, lemak, dan abu, maka kamu dapat menghitungnya berdasarkan perhitungan seseorang yang berat badannya 70 kg. Maka dapat diperkirakan bahwa dirimu tersusun dari 47.495 kg air, 8.757 kg lemak, 10.073 kg protein, dan 3.388 kg abu (garam mineral). Jika air yang ada dalam dirimu kotor dan tidak jernih, maka ia tidak bernilai apa-apa. Mineral dan abumu juga tidak bernilai apa-apa karena mereka banyak terdapat dalam tanah. Jika dihitung per-kg nya Rp 19,880, maka lemakmu bernilai sekitar Rp 180,000. Proteinmu bernilai sekitar 16 kg daging domba atau sekitar Rp 1.440.000 saja. Jadi, saat Kau dinaikkan dari elemen dasar menjadi bahan organik, maka nilaimu naik menjadi sekitar Rp 1.674.080. Tentu saja Sang Pencipta tidak membiarkanmu dalam keadaan ini saja. Ia menciptakanmu dalam bentuk organ dan jaringan, yang menjalankan tugas mengagumkan sehingga kamu tetap dapat bertahan hidup. Sekarang mari kita lihat dirimu dalam bentuk kelompok triliunan sel yang terdiferensiasi:


Alasan mengapa aku memberikan semua angka ini bukanlah semata-mata ingin menunjukkan padamu tentang banyaknya sel, organ, dan jaringan yang Kau punya. Akan tetapi adalah untuk menekankan padamu bahwa Allah mampu menciptakan semua ini dengan ketelitian yang sama ketika Ia menciptakan satu buah sel. Hewan mamalia juga memiliki organ dan jaringan seperti yang telah aku sebutkan di atas. Namun beberapa mamalia memiliki organ berbeda dengan aspek keunggulan yang berbeda pula. Maka, dari sudut pandang ini sebenarnya kita tidaklah jauh berbeda dari sapi maupun kuda. Meski demikian, Allah berfirman bahwa Ia menciptakan kita dalam bentuk yang paling indah dan paling sempurna, melengkapi kita dengan kualitas yang unggul, dan memberikan kita kekuasaan atas semua makhluk lain.
Maka Budi.. Inilah saatnya Kau harus keluar dan melepaskan aspek kehewanan yang ada pada dirimu, untuk melangkah naik menuju derajat tinggi kemanusiaan. Kau tidak dapat melakukan ini dengan sel-sel, organ, maupun dengan jaringan-jaringan tubuhmu, namun Kau hanya dapat melakukannya dengan meraih ilmu tauhid dan melalui kebajikan spiritual (seperti pikiran, kesadaran, dan kehendak merdeka) yang diberikan Tuhanmu pada dirimu. Jika kita mengumpamakan tubuhmu seperti sebuah istana, maka dapatkah batu bata, kaca, porselen, dan kayu tiba-tiba menyatu dan berkata, ‘’Ayo kita buat istana, yang akan menjadi tempat terindah nan elok seantero dunia!’’. Dapatkah eleman-elemen itu tiba-tiba berubah menjadi bahan organik dengan makromolekul, lalu menjadi organel sel, lalu menjadi sel, dan akhirnya menjadi sel dengan berbagai tugasnya yang istimewa, dengan sendirinya???! Akhirnya, aku yakin bahwa akan bermanfaat jika kuberikan padamu sebuah tabel yang menunjukkan penyebaran seluruh organ dalam tubuhmu. Saranku padamu, jangan hanya menghitung segalanya dari segi materi semata, karena Kau takkan dapat hidup tanpa pankreas misalnya, sebuah organ yang hanya membutuhkan satu ruang kecil dalam tubuhmu. Jantungmu, yang hanya 0.7% dari tubuhmu, memompa air kehidupan yakni darahmu ke seluruh organ lainnya. Begitu pula otakmu yang hanya 3.5% dari keseluruhan tubuhmu. Bahkan Kau tidak pernah bisa berlepas diri dari ginjalmu, yang hanya sekitar 0,5% dari keseluruhan tubuhmu.
Jika kita mengumpamakan tubuhmu seperti sebuah istana, maka dapatkah batu bata, kaca, porselen, dan kayu tiba-tiba menyatu dan berkata, ‘’Ayo kita buat istana, yang akan menjadi tempat terindah nan elok seantero dunia!’’. Dapatkah eleman-elemen itu tiba-tiba berubah menjadi bahan organik dengan makromolekul, lalu menjadi organel sel, lalu menjadi sel, dan akhirnya menjadi sel dengan berbagai tugasnya yang istimewa, dengan sendirinya???! Akhirnya, aku yakin bahwa akan bermanfaat jika kuberikan padamu sebuah tabel yang menunjukkan penyebaran seluruh organ dalam tubuhmu. Saranku padamu, jangan hanya menghitung segalanya dari segi materi semata, karena Kau takkan dapat hidup tanpa pankreas misalnya, sebuah organ yang hanya membutuhkan satu ruang kecil dalam tubuhmu. Jantungmu, yang hanya 0.7% dari tubuhmu, memompa air kehidupan yakni darahmu ke seluruh organ lainnya. Begitu pula otakmu yang hanya 3.5% dari keseluruhan tubuhmu. Bahkan Kau tidak pernah bisa berlepas diri dari ginjalmu, yang hanya sekitar 0,5% dari keseluruhan
tubuhmu.

Setelah penjabaran semua ini, maka dapat kita katakan bahwa tubuh manusia memiliki kesempurnaan holistik dengan semua bagian-bagian fungsionalnya, mulai dari rambut hingga kuku, usus, dan juga ginjal, sebagaimana juga ia memiliki keindahan estetiknya. Budi… Kami telah bicara denganmu untuk waktu yang cukup lama. Kuharap pembicaraan ini dapat bermakna. Telah kucoba untuk melakukan segala hal yang kubisa. Maafkan jika ternyata aku tidak dapat menggambarkan nilai-nilai dirimu yang sesungguhnya, sebagaimana mestinya.






Discussion about this post