Meski banyak ayat Al-Qur’an yang mendorong kita untuk mencari karya seni agung yang diciptakan oleh Tuhan di alam sekitar, namun sepertinya hanya sedikit dari kita yang pernah meluangkan waktu untuk benar-benar melakukannya. Misalnya, berapa banyak dari kita yang pernah menganalisis jumlah atau susunan kelopak bunga? Jika saja kita melakukannya, maka akan kita temukan bahwa jumlah kelopak bunga biasanya merupakan salah satu dari angka Fibonacci1. Dalam artikel ini, kita akan mempelajari lebih dalam tentang keajaiban Tuhan yang luar biasa ini, yakni Matematika Alam.
Bunga
Lihatlah gambar di samping ini! Untuk bunga berkelopak 1, kita ambil contoh bunga lili calla putih; untuk bunga berkelopak 2, contohnya adalah euphorbia yang sangat langka, sedangkan untuk bunga berkelopak 3 ada trilium, lili, dan juga iris.
Pernahkah kita bertanya-tanya, mengapa bunga berkelopak 4 sangat jarang dan langka, dan mengapa orang-orang sangat bersemangat saat menemukan semanggi berdaun 4? Alasannya adalah karena bunga semacam ini sangat jarang, karena angka 4 bukanlah angka Fibonacci. Beberapa bunga violet dan bluet juga memiliki 4 kelopak.
Bunga dengan 5 kelopak agak umum ditemukan. Di antara bunga dengan 5 kelopak adalah buttercup, mawar liar, larkspur, dan columbine. Contoh bunga berkelopak 8 adalah bloodroot dan delphinium. Contoh bunga berkelopak 13 adalah ragwort, corn marigold, dan cineraria. Bunga yang memiliki 21 kelopak adalah daisy, aster, dan sawi putih. Sedangkan bunga yang memiliki 34 kelopak adalah aster mata lembu, bunga matahari, pisang-pisangan, dan juga piretrum. Beberapa famili bunga aster, seperti michaelmas aster dari famili asteraceae, memiliki 55 dan 89 kelopak.
Biji dan Kepala Bunga
Echinacea purpurea adalah anggota dari famili daisy yang berasal dari padang rumput di….![]()







Discussion about this post