• Privacy & Policy
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Redaksi dan Manajemen
    • Dewan Penasihat
  • Mata Air di Dunia
    • Arabic
    • Deutsch
    • English
    • Spanish
    • Turkish
  • FAQ
  • Kirim Artikel
  • Karir
Thursday, April 16, 2026
  • Login
Majalah Mata Air
Advertisement
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23
No Result
View All Result
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23
No Result
View All Result
Majalah Mata Air
No Result
View All Result
Home Sains

Kesehatan – Ilmu Pengetahuan – Teknologi (Edisi 7)

by admin
11 years ago
in Sains
Reading Time: 3 mins read
Share on WhatsappShare on FacebookScan and read on your phone

Teridentifikasinya Mineral Bumi Yang Paling Berlimpah, Penemuan Bridgemanite, Mineral yang Terbanyak di Bumi pada Pecahan Meteorit.

Sebuah tim ilmuwan telah mengidentifikasi dan menandai mineral bumi yang paling berlimpah, yaitu Bridgemanite yang terdapat sekitar 70 persen dari mantel bagian bawah bumi dan 38 persen dari volume totalnya. Mineral ini merupakan sebuah besi magnesium silikat (mag­nesium iron silicate) yang berkepadatan tinggi dan setelah tahun 1964 dinamakan sesuai nama ahli fisika peraih hadiah Nobel, Percy Bridgman. Selama beberapa dekade, para ilmuwan mengetahui keberadaan lapisan Bridgemanite padat di dalam mantel bawah bumi (660 hingga 2890 km di bawah permukaan) melalui teori-teori dan beberapa studi eksperimental. Namun karena mineral misterius ini tidak pernah sampai dengan selamat dalam perjalanan ke permukaan, tak seorangpun yang mampu membuktikan keberadaannya. Terdapat kecocokan bahwa kompresi kejutan yang terjadi pada tabrakan asteroid menciptakan sebuah temperatur terbalik yang identik (2100 C0) dan tekanan tinggi (240.000 kali lebih besar daripada permukaan laut), kondisi ini juga ditemukan pada lapisan-lapisan dalam bumi. Dengan demikian, para ilmuwan memutuskan untuk mengamati meteorit secara teliti, terutama satu yang jatuh di Australia pada tahun 1879. Dengan menggunakan sinar X-ray mikro fokus bersama dengan mikroskop elektron, mereka berhasil mendeteksi butir Bridgemanite untuk pertama kali. Penemuan kimia kristal Bridgemanite akan berdampak signifikan bagi studi-studi kimia dan geologi di masa depan terhadap mantel dalam bumi, dan mungkin studi tentang pembentukan alam semesta.

Sumber:

Tschauner 0. et al. Discovery of bridgmanite, the most abundant mineral in Earth, in a shocked

RelatedArticles

Kesehatan – Ilmu Pengetahuan – Teknologi (Edisi 48)

Robot yang Dapat Terurai secara Hayati

 

Pria Perokok Akan Kehilangan Kromosom Y Secara Mosaik

Kromosom Y adalah satu dari dua kromosom penentu jenis kelamin yang dimiliki oleh pria, satu kromo­som X dan satu kromosom Y (wanita tidak memiliki kromosom Y, tetapi memiliki dua kromosom X). Saat terjadi pembelahan sel normal, salinan semua 23 kromosom termasuk X dan Y, disintesis dan diurutkan ke dalam dua sel anak yang baru. Proses yang rumit ini terkadang mengalami ketidakberesan, dan kro­mosom akan hilang. sel-sel dengan kromosom yang hilang biasanya mati, tetapi sel-sel tersebut dapat tetap hidup tanpa adanya kromosom Y. awalnya para ilmuwan berpikir bahwa pria kehilangan kromosom Y akibat pertambahan usia mereka dan itu adalah hal normal dari proses penuaan. Namun studi lebih lanjut menunjukkan bahwa jika kehilangan kromosom Y akibat usia, dapat mengakibatkan implikasi kesehatan yang serius, yaitu ada keterkaitannya dengan masa hidup yang lebih pendek dan peningkatan risiko kematian akibat kanker. Bahkan hasil yang lebih mengusik dari sebuah studi baru-baru ini adalah bahwa ditemukan adanya hubungan antara perilaku dan pilihan gaya hidup dengan penyakit. Perbandingan DNA di dalam sel darah pada lebih dari 6000 pria, hasil penelitian menunjukkan bahwa sel darah dari para pria perokok aktif adalah 3-4 kali lebih memungkinkan kehilangan kromosom Y dari pada yang (dalam kontrol) tidak merokok. Temuan ini dapat menjelaskan mengapa pria perokok memiliki peningkatan risiko kematian pada mayoritas kanker dibandingkan dengan wanita perokok. Para ilmuwan menghipotesis bahwa kehilangan kromosom Y dapat menjadikan sel kekebalan tubuh rusak sehingga tidak mampu melawan kanker dan pada akhirnya membuat tubuh rentan terhadap tumor. Namun kabar baik dari studi ini bagi para perokok adalah kromosom Y yang rusak akibat merokok bergantung pada keseringan dan banyaknya dosis rokok yang dihisap. Namun demikian adalah selalu lebih baik untuk tidak merokok, dan tidak pernah ada kata terlambat untuk berhenti merokok.

Sumber:

Dumanski et al. Smoking is associated with mosaic Joss of chromosome Y. Science, Desember 2014

 

Kasus Kanker Tertua di Dunia, Deskripsi dan Diagnostik Paleopatologi Metastasis/ Penyebaran Karsinoma pada Awai Bronze Age

Kanker adalah penyebab satu dari empat kematian pada masyarakat Baral. Sangat kuat diasumsikan bahwa kanker adalah sebuah pe­nyakit di era modern. Karena manusia yang hidup di era sebelumnya lebih sedikit terpapar oleh racun dan hanya makan makanan alami serta terbiasa dengan gaya hidup yang mengharuskan mereka beraktivitas secara fisik. Banyak orang mengira bahwa tak seorangpun di peradaban lama yang akan mengidap penyakit kanker. Namun sebuah analisis terhadap sebuah kerangka manusia berusia 4500 tahun yang lalu pada suatu pemakaman di Cis-Baikal wilayah Siberia sangat bertentangan dengan pendapat tersebut di atas. Para peneliti memerkirakan usia orang Siberia tersebut sekitar 35 hingga 45 tahun sebelum ia meninggal karena kanker paru-paru atau prostat yang parah. Tulang orang kuno tersebut, dari kepala hingga pinggul, termasuk lengan bagian atas dan kaki bagian atas, dipenuhi oleh lesi dan lubang besar. Hampir dapat dipastikan bahwa kondisi rusaknya tulang yang tampak sedemikian itu membuatnya tidak bergerak dan akhirnya menyebabkan kematiannya sangat menyakitkan. Juga jelas dalam hal ini bahwa orang-orang di sekelilingnya memahami situasinya dan menempatkannya di dalam sebuah kuburan melingkar seperti letak posisi janin dengan terdapat beberapa artefak yang jelas-jelas berbeda dengan sisa-sisa penguburan lainnya di pemakaman tersebut. Meskipun kerangka kuno dengan bekas Iuka kanker relatif jarang, para ilmuwan menduga bahwa kanker mungkin telah umum terjadi pada zaman kuno, tidak seperti umumnya yang sekarang orang bicarakan, terutama ketika melihat pertimbangan variabel lain seperti terbentuknya karsinogen secara alami di samping usia harapan hidup yang lebih lama.

Sumber:

Lieverse AR et al. Paleopathological Description and Diagnosis of Metastatic Carcinoma in an Early Bronze Age (4588+34 Cal. BP) Forager from the Cis-Baikal Region of Eastern Siberia. PLOS ONE, Desember 2014.

Tags: BridgemaniteDNAkankerkromosomvolume 2 nomor 7
Previous Post

Menjadi Pribadi Pemaaf

Next Post

Demensia dan Penyakit Alzheimer

admin

admin

Related Posts

Kesehatan – Ilmu Pengetahuan – Teknologi (Edisi 48)
IPTEK

Kesehatan – Ilmu Pengetahuan – Teknologi (Edisi 48)

1 month ago
Robot yang Dapat Terurai secara Hayati
Teknologi

Robot yang Dapat Terurai secara Hayati

6 months ago
Load More

Discussion about this post

POPULAR POST

  • Taubah, Inabah, dan Aubah

    Taubah, Inabah, dan Aubah

    1385 shares
    Share 554 Tweet 346
  • Ibnu Sina, Seorang Ilmuwan Teladan

    1067 shares
    Share 427 Tweet 267
  • Shuffah, Pusat Bagi Para Jenius

    1005 shares
    Share 402 Tweet 251
  • Hewan-hewan yang Menantang Suhu Dingin

    993 shares
    Share 398 Tweet 248
  • Tanya Jawab Edisi 37 (Demi Merasakan Manisnya Iman)

    900 shares
    Share 360 Tweet 225

Majalah Mata Air menyuguhkan bahan bacaan untuk mengembangkan cakrawala pemikiran.

Ikuti Kami

Categories

Bulan Terbit

Kesehatan – Ilmu Pengetahuan – Teknologi (Edisi 48)

Kesehatan – Ilmu Pengetahuan – Teknologi (Edisi 48)

March 3, 2026
Diskusi Hangat antara Kebenaran yang Diturunkan dan Pengetahuan yang Ditemukan

Diskusi Hangat antara Kebenaran yang Diturunkan dan Pengetahuan yang Ditemukan

March 3, 2026
Sahabat Sejati

Sahabat Sejati

March 3, 2026
  • Tentang
  • Ketentuan
  • Kirim Tulisan

© 2021 Majalah Mata Air - Membaca Kehidupan.

No Result
View All Result
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23

© 2021 Majalah Mata Air - Membaca Kehidupan.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Hallo,
Ada yang bisa kami bantu?
Tanya Admin