• Privacy & Policy
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Redaksi dan Manajemen
    • Dewan Penasihat
  • Mata Air di Dunia
    • Arabic
    • Deutsch
    • English
    • Spanish
    • Turkish
  • FAQ
  • Kirim Artikel
  • Karir
Saturday, April 25, 2026
  • Login
Majalah Mata Air
Advertisement
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23
No Result
View All Result
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23
No Result
View All Result
Majalah Mata Air
No Result
View All Result
Home Sains Gizi

Kaldu Tulang

Esra Büyükcombak

by Esra Buyukcombak
2 years ago
in Gizi
Reading Time: 6 mins read
Share on WhatsappShare on FacebookScan and read on your phone

Pada beberapa ayat tentang kebangkitan atau proses dihidupkannya kembali makhluk, diberikan contoh berupa tulang-belulang yang kering dan telah mati. Jika kita ingat kembali makna dari ayat yang telah kita ketahui bersama: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?” (QS. Yasin, 36/78), apakah mungkin ada sebuah makna khusus yang diperuntukkan menarik perhatian kita pada tulang belulang terkait dengan  kebangkitan? Selain itu, pada arti dari ayat: “… dan lihatlah kepada tulang-belulang (keledai) itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging” (QS. Al-Baqarah 2/259) dijelaskan bahwa pertama-tama tulang diciptakan, lalu kemudian barulah daging membaluti di atasnya. Hal ini berarti, daging laksana busana, menutupi yang sesungguhnya, sementara tulang belulang dipahami sebagai inti yang harus diselubungi bagian atasnya. Terlebih lagi pada ayat yang lain dijelaskan pula, “… lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang -belulang, lalu tulang-belulang itu Kami bungkus dengan daging.” (QS. Al-Mukminun, 23/14)

Atas nama proses membaca kitab alam semesta, Ustaz Badiuzzaman Said Nursi menyamakan berbagai organ tubuh manusia dengan berbagai bagian belahan dunia, sekaligus menyamakan tulang manusia dengan gunung yang berfungsi sebagai tiang penopang kekuatan pada Bumi. Dari semua hal ini, dapat kita pahami bahwa tulang adalah jaringan yang perlu diperhitungkan bagi kesehatan dan vitalitas tubuh dalam isyarat sebuah makna yang berarti.

Nenek moyang kita sangat mementingkan kaldu tulang dalam nutrisi mereka, terutama selama masa penyembuhan dari penyakit tertentu atau ketika berada dalam keadaan lemah. Dikarenakan manfaatnya, kaldu tulang yang dikenal di berbagai dapur masakan dunia selama berabad-abad, telah menjadi makanan yang popularitasnya meningkat belakangan ini. Apakah sebenarnya kaldu tulang yang telah menjadi fokus para ahli gizi dan ahli bedah yang merekomendasikannya sebagai suplemen yang harus dikonsumsi terutama setelah seseorang menjalani prosedur pembedahan ini?

Kaldu tulang adalah cairan yang mengandung semua vitamin, mineral, protein dan lemak dari tulang dan jaringan penghubungnya (tulang muda, tendon, ligamen). Untuk mendapatkan kaldu tulang kita bisa menggunakan tulang sapi, ayam, bahkan ikan.1

RelatedArticles

No Content Available

 

Nilai Nutrisi dan Strukturnya

Kaldu tulang mengandung kondroitin sulfat, (yang dapat kita temukan dalam tulang dan tulang rawan), asam hialuronat yang terdapat dalam cairan sinovial sendi, sekitar 20 bentukan asam amino, vitamin A dan K, serta asam-asam lemak. Selain itu, lipid-lipid alkilgliserol yang diketahui memiliki kekhususan sebagai pendukung kekebalan tubuh yang kuat dan kolagen dalam jumlah tinggi juga merupakan senyawa-senyawa penting dalam kaldu tulang. Kolagen yang di dalam tubuh ditemukan dengan jumlah protein paling berlimpah akan mengeluarkan glisin, prolin, hidroksiprolin, dan asam-asam amino arginin dalam strukturnya saat ia terurai ketika dicerna di tubuh kita. Asam-asam amino ini adalah zat-zat yang membantu memperkuat rambut, kulit, kuku, tulang, tendon, dan dinding usus sehingga berkontribusi pada pertumbuhan otot, elastisitas tubuh, kekencangan, dan kehalusan kulit, hingga kilau pada rambut kita. Kolagen merupakan 70% dari protein yang memberikan elastisitas pada kulit. Ketika kolagen yang ada pada tulang dimasak, ia akan berubah menjadi gelatin. Di sisi lain, gelatin adalah zat yang mendukung proses metabolisme terkait perbaikan dan pertumbuhan tubuh.2

Tidak mungkin bagi kita untuk menyebutkan berapa banyak nutrisi dan zat apa yang ada dalam kaldu tulang pada jumlah tertentu, karena kondisi ini sangat bervariasi tergantung pada jenis dan jumlah tulang serta jaringan yang masuk ke dalamnya.3 Selain zat-zat organik, mineral-mineral seperti kalsium, magnesium, kalium, fosfor, zat besi, selenium, seng, dan mangan juga memiliki peran penting pada sumsum tulang. Agar kandungan gizinya lebih kaya, kita dapat melengkapi kaldu tulang yang mudah dicerna tubuh ini dengan beraneka bahan sayur dan rempah-rempah.4

 

Manfaat bagi Persendian

Adanya struktur gelatin dari kaldu tulang yang ketika berada di dalam tubuh dapat berubah menjadi kolagen dan menjadi sumber asam-asam amino, adalah sangat penting terutama bagi persendian kita. Oleh karena tulang rawan pada persendian cenderung aus atau menyusut bersamaan dengan penggunaannya yang terus-menerus, sehingga dapat menyebabkan adanya kerusakan persendian.5 Di tahun 2017, pada majalah Sports Medecines menerbitkan penelitian laboratorium dan percobaan pada hewan yang menunjukkan bahwa terdapat pertambahan jumlah kolagen pada jaringan yang mendapat tambahan gelatin.6 Gelatin yang didapat dari kaldu tulang adalah sebuah dukungan besar bagi kesehatan persendian tubuh kita.

 

Manfaat bagi Osteoarthritis

Osteoartritis adalah sebuah kelainan yang dapat mengganggu persendian seperti bagian pinggul, lutut, dan tulang belakang. Ketika jaringan tulang rawan di dalam persendian mengalami aus atau kerusakan, maka akan timbul osteoarthritis dimana penyakit ini dapat menyebabkan kekakuan, nyeri, dan hilangnya kemampuan gerak pada sendi yang terkena, terkadang keadaan ini disebut juga  “keausan jaringan arthritis”. Untuk mengukur efek kolagen pada orang yang terkena penyakit  yang dikenal sebagai “pengapuran” ini, maka sebuah penelitian dilakukan pada mereka yang menunjukkan gejala pengapuran di lututnya.7 Pada akhir penelitian ini ditunjukkan bahwa kolagen dapat meredakan gejala seperti nyeri, kaku, dan disfungsi fisik pada lutut pasien. Begitu pula pada penelitian tersebut ditunjukkan bahwa glukosamin (gula amino) dalam kaldu tulang juga ditemukan sebagai sumber yang sangat penting bagi kesehatan sendi dan dipahami bahwa zat kondroitin sulfat dalam kandungannya dapat mencegah pengapuran.

 

Melindungi dari Inflamasi

Reaksi yang diberikan tubuh terhadap faktor-faktor biologis, kimia, atau fisik asing yang masuk dari luar ke dalam tubuh disebut sebagai peradangan atau inflamasi. Kondisi yang ditunjukkan dengan gejala-gejala seperti kemerahan, nyeri, dan pembengkakan ini dapat terjadi di bagian mana pun dalam tubuh kita. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2017, mereka yang memiliki penyakit radang cenderung memiliki kadar asam amino tertentu yang lebih rendah dalam tubuhnya. Beberapa asam amino yang ada dalam kaldu tulang memiliki sifat anti-inflamasi. Bahkan secara khusus, asam amino arginin telah terbukti bermanfaat dalam pengobatan sepsis (keracunan darah). Ditemukan bahwa menambahkan asam amino ekstra ke dalam makanan pasien dengan kondisi ini terbukti dapat membantu memperbaiki beberapa gejalanya.8

 

Manfaat bagi Pencernaan

Beberapa asam amino pada kaldu tulang yang merupakan sumber prebiotik baik, dapat membantu sistem pencernaan tubuh kita. Terutama asam amino glutamin yang ditunjukkan dapat membantu menyembuhkan usus, karena asupan glutamin diketahui dapat mencegah iritasi pada lapisan mukosa usus dan mengurangi keadaan yang dikenal sebagai kondisi “usus bocor” (hilangnya kemampuan mencerna makanan). Dengan demikian, dapat kita tekankan bahwa hal ini menjadi sebuah unsur pembantu yang penting, baik bagi penyembuhan maupun pencegahan beberapa penyakit, seperti autoimun, depresi, kanker, diabetes, dan berbagai penyakit lain yang tak terhitung jumlahnya. Selain itu, salah satu asam amino pada kaldu tulang bernama arginin dapat membantu menghasilkan hormon pertumbuhan dan proses pembaharuan sel-sel hati.9

 

Manfaat bagi Tidur Nyenyak

Dalam beberapa penelitian yang dilakukan, tampak bahwa kaldu tulang dapat meningkatkan kualitas tidur manusia. Telah diketahui bahwa asam amino glisin yang terkandung pada kaldu tulang dikenal sebagai bahan utama bagi penyembuhan gangguan tidur dan peningkatan kualitasnya. Menurut sebuah penelitian, orang yang mengonsumsi glisin sebelum tidur, keesokan harinya menyadari bahwa mereka tidur lebih nyenyak. Asam amino yang sama diketahui dapat mencegah kerusakan otot, mendukung produksi garam dan glutation pada empedu, bertindak sebagai antioksidan yang berkontribusi pada detoksifikasi (pembuangan zat beracun berbahaya dari tubuh), dan memperkuat daya ingat kita dengan bekerja sebagai neurotransmitter yang meningkatkan kualitas tidur. Untuk itu, mengonsumsi kaldu tulang saat makan malam akan membuat tubuh mendapatkan zat glisin yang dibutuhkannya.10

 

Membantu Menguruskan Badan

Pada sebuah penelitian ditunjukkan bahwa kaldu tulang dapat membantu kita mengurangi berat badan, karena tampak bahwa kaldu tulang yang kaya akan protein ini membantu kita merasa kenyang lebih lama dan mendukung pengurangan asupan kalori. Minum kaldu tulang secara langsung atau menambahkannya pada menu sup yang kita konsumsi akan memenuhi kebutuhan kalori tubuh tanpa harus menambahkan protein terlalu banyak pada menu diet kita.11

 

Cara Membuat

Kaldu tulang yang manfaatnya secara umum telah kita bahas bersama tadi adalah salah satu obat alami tersehat yang digunakan dalam pengobatan alternatif. Anak-anak pada usia perkembangan, remaja, ibu hamil dan orang-orang lanjut usia dianjurkan untuk mengonsumsinya secara rutin. Ada banyak cara untuk menyiapkan zat makanan penuh nutrisi yang telah menjadi makanan para atlet olahraga sejak dahulu ini.12 Menurut saran para ahli, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan untuk mendapatkan kaldu tulang dengan nilai gizi tinggi. Merebus tulang dalam air yang diberi cuka dalam jumlah tertentu akan membantu nutrisi yang ada pada sumsum dalam tulang keluar lebih baik. Poin penting lainnya adalah jangan pernah merebus kaldu tulang menggunakan api yang terlalu besar agar struktur kolagen dalam kaldu tulang tidak rusak, sebaiknya kaldu tulang dimasak dengan api kecil setidaknya selama 6 – 18 jam. Kaldu tulang yang telah disaring dapat didinginkan dan disimpan dalam wadah kaca hingga membentuk konsistensi seperti Gel selama empat hari di lemari es atau hingga tiga bulan jika disimpan dalam freezer. Panaskan di pagi hari dan dikonsumsi sekitar 200-250 ml setiap hari agar menjadi suplemen nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh.13

Dengan memahami bahwa kaldu tulang merupakan sebuah poin penyembuhan yang penting bagi kesehatan dan vitalitas kita, sebagaimana penyebutan tulang dalam Al-Qur’an bagi proses kebangkitan, maka pastikan agar kita mencegah dibuangnya tulang dari tempat-tempat pemotongan daging secara sia-sia.

 

Referensi:

  1. Gimbar, M. (2017). A sip above the rest… Is bone broth all its boiled up to be? Journal of Renal Nutrition, 27(6), e39–e40 www.jrnjournal.org/article/S1051-2276 (17) 30181-4/fulltext
  2. Franchesca D. ve ark. (2019). Oral Collagen Supplementation: A Systematic Review of Dermatological Applications.  Drugs Dermatol, 1;18(1):9–16.
  3. Basic Report: 06172, Soup, stock, chicken, home-prepared. (2018, April 1). ndb.nal.usda.gov/ndb/foods/show/1305?
  4. Hsu, D. J. ve ark. (2017). Essential and toxic metals in animal bone broths. Food & Nutrition Research, 61(1).
  5. medicalnewstoday.com/articles/323903#nutrition
  6. Heaton, L. E. ve ark. (2017). Selected in-season nutritional strategies to enhance recovery for team sport athletes: A practical overview. Sports Medicine, 47(11), 2201–2218.
  7. Lugo, J. P. ve ark. (2016). Efficacy and tolerability of an undenatured type II collagen supplement in modulating knee osteoarthritis symptoms: A multicenter randomized, double-blind, placebo-controlled study. Nutrition Journal, 15(1), 14.
  8. Liu, Y. ve ark. (2017). Therapeutic potential of amino acids in inflammatory bowel disease. Nutrients, 9(9), 920.
  9. Achamrah, N. ve ark. (2017). Glutamine and the regulation of intestinal permeability: From bench to bedside. Current Opinion in Clinical Nutrition & Metabolic Care, 20(1), 86–91.
  10. Kawai, N. ve ark. (2015). The sleep-promoting and hypothermic effects of glycine are mediated by NMDA receptors in the suprachiasmatic nucleus. Neuropsychopharmacology, 40(6), 1405–1416.
  11. com/what-to-eat-on-the-paleo-diet-paul-vandyken/
  12. Heaton, a.g.e.
  13. medicalnewstoday.com/articles/323903#nutrition
Tags: hidup sehatinflamasinutrisipencernaanSehatsendivolume 10 Nomor 40
Previous Post

Jiwa-jiwa yang Mengangkasa

Next Post

Syekh Mukhtar bin ‘Atarid Ulama Nusantara yang Mendunia

Esra Buyukcombak

Esra Buyukcombak

Related Posts

No Content Available
Load More

Discussion about this post

POPULAR POST

  • Taubah, Inabah, dan Aubah

    Taubah, Inabah, dan Aubah

    1387 shares
    Share 555 Tweet 347
  • Ibnu Sina, Seorang Ilmuwan Teladan

    1067 shares
    Share 427 Tweet 267
  • Shuffah, Pusat Bagi Para Jenius

    1006 shares
    Share 402 Tweet 252
  • Hewan-hewan yang Menantang Suhu Dingin

    993 shares
    Share 398 Tweet 248
  • Tanya Jawab Edisi 37 (Demi Merasakan Manisnya Iman)

    902 shares
    Share 361 Tweet 226

Majalah Mata Air menyuguhkan bahan bacaan untuk mengembangkan cakrawala pemikiran.

Ikuti Kami

Categories

Bulan Terbit

Kesehatan – Ilmu Pengetahuan – Teknologi (Edisi 48)

Kesehatan – Ilmu Pengetahuan – Teknologi (Edisi 48)

March 3, 2026
Diskusi Hangat antara Kebenaran yang Diturunkan dan Pengetahuan yang Ditemukan

Diskusi Hangat antara Kebenaran yang Diturunkan dan Pengetahuan yang Ditemukan

March 3, 2026
Sahabat Sejati

Sahabat Sejati

March 3, 2026
  • Tentang
  • Ketentuan
  • Kirim Tulisan

© 2021 Majalah Mata Air - Membaca Kehidupan.

No Result
View All Result
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23

© 2021 Majalah Mata Air - Membaca Kehidupan.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Hallo,
Ada yang bisa kami bantu?
Tanya Admin