Manusia melihat cahaya dengan kedua matanya, juga menerima gelombang suara dengan kedua telinganya. Masing-masing memperlihatkan maha karya dan keindahan akan ciptaan-Nya. Sekarang, giliranku si hidung, untuk menunjukan lika-liku dan keajaiban akan mahakarya Allah Subhânahu wa ta’âla dalam menciptakanku. Aku termasuk bagian dari panca indra, berfungsi untuk mencium beragam aroma melalui reaksi kimia. Aku akan membuka jendela pengetahuan di depanmu sehingga kau dapat melihat aku, sebagai ciptaan Allah dari persepsi dan sudut pandang yang berbeda.
Allah menempatkanku tepat di tengah wajah, dengan posisi yang sangat sempurna. Tahukah engkau Budi, jika aku ditempatkan tidak sempurna, maka wajahmu tidak akan tampan seperti sekarang. Ada berbagai bentukku yang kau kenal, mulai dari yang mancung, panjang, pesek, dan lebar. Percaya atau tidak, keberagaman bentuk yang aku miliki dapat memperlihatkan kepintaran dan kemauan seorang manusia. Karena terdapat suatu hubungan antara kepribadian manusia dengan diriku. Akan tetapi, tidak baik jika kita menilai seseorang hanya berdasarkan bentuk hidungnya saja, karena panca indra dan bagian tubuh lain juga memiliki peran yang penting. Selain itu, tingkah laku dan pendidikan juga bisa menunjukan karakteristik seseorang, jadi tidak baik jika kita hanya menilai seseorang hanya dengan melihat dari hidungnya saja.
Hal utama yang ingin aku ceritakan padamu adalah mengenai fakta objektif mengenai mahakarya dan tujuan Allah menciptakanku. Penciptaku merancangku sedemikian rupa sehingga menjadikanku luar biasa seperti sekarang. Tidak hanya pada manusia, hewan menggunakanku untuk mencari mangsa, makan dan pasangannya. Ketika seekor hewan mencium suatu aroma, mereka akan mendekatkanku ke sumber aroma tersebut untuk mengidentifikasinya. Penciuman hewan lebih tajam karena mereka tidak memiliki akal seperti manusia, maka Allah memberikan pada hewan kelebihan pada indra penciuman untuk bertahan hidup. Ini bukan berarti aku tidak berguna pada dirimu, karena secara keseluruhan, aku memiliki fungsi yang sangat kompleks dan bermanfaat bagi seluruh makhluk hidup.
Komponen luarku terdiri dari tulang rawan, dan merupakan tulang yang lunak. Bagian ujungku membengkok dan ada piringan di kedua sisinya. Tulang rawan di ujung atasku terhubung dengan tulang bagian atas dekat kedua rongga mata atau biasa disebut sebagai tulang ‘nasal’ yang merupakan bagian utama dari tulang kening. Tulang rawan penyambung yang diposisikan di tengah, memisahkan rongga nasalku dan kemudian membentuk dua lubang hidung yang mengarah keluar. Ketahuilah, bagian keras yang berada di bawahku terhubung menjadi langit-langit yang ada di dalam mulut. Kemudian bagian lunak berada ke bagian yang lebih dalam atau biasa disebut ‘nasopharynx’. Ketika manusia mencoba untuk menelan sesuatu, bagian tersebut terbuka dan menutup pharynx bagian atas berguna untuk mencegah makanan dan air liur langsung melewati mulut, hal ini berfungsi agar tidak melukai tenggorokan. Jika kita sedang makan, kemudian kita merasa gatal di dalam mulut dan kemudian batuk, maka langit-langit mulut tidak akan bisa tertutup sehingga makanan akan keluar melalui lubang hidungku. Manfaat lain dari sistem yang aku miliki seperti ini dapat dilihat melalui beberapa pasien yang akan melakukan operasi, yaitu ketika pharynx dalam mulut mereka tertutup sangat rapat. Dalam situasi seperti ini, pasien akan coba diberikan makanan berbentuk cairan dan air melalui tabung yang masuk melaluiku untuk mendorong dan membuka pharynx.
Tidak hanya itu, aliran udara ketika kau bernapas agar bisa bertahan hidup pun berawal dari diriku dan kemudian berhembus ke dalam paru-paru. Jika udara kotor berhasil masuk ke dalam paru-paru, maka manusia akan terkena beberapa penyakit seperti demam, kemudian terinfeksi dan jatuh sakit. Untuk mencegah hal tersebut, Allah yang Maha mengetahui merancangku sedemikian rupa agar kau terlindung dari berbagai penyakit yang bisa masuk melaluiku. Allah menempatkan rambut hidung untuk menyaring semua kotoran yang mencoba masuk di bagian lubang hidung. Kemudian, bagian permukaan dalamku dilindungi-Nya dengan cairan selaput lendir (mucous membrane). Struktur lubang hidungku terbilang rumit. Di sekitar dinding lateral (sisi) terdapat tiga tulang horizontal bernama concha (mirip turbin) yang melingkar spiral, dan terdiri dari bagian dalam, tengah dan superior. Struktur tulang pipih ini meningkatkan area permukaan rongga hidung dan berfungsi untuk menghangatkan dan melembabkan udara yang masuk sebelum sampai ke paru-paru. Sehingga, udara yang kau hirup, tidak akan langsung masuk ke paru-paru sebelum diatur dan disaring olehku. Proses ini diawali dengan rambut hidung bagian depan, yang mencegah partikel debu yang masuk. Kemudian, udara masuk dan membentuk seperti spiral berkat tulang concha. Tulang concha dilapisi selaput lendir yang lengket yang kemudian keluar memproduksi sekret. Bersamaan dengan rambut halus, sekret yang licin tadi akan menahan partikel yang datang dari luar seperti debu, jamur dan bakteria. Tidak hanya itu, karena tekanan udara di dalam hidungku lebih rendah dibandingkan dengan tekanan udara dari luar, maka aku dapat dengan mudah menghangatkan dan melembabkan udara yang masuk melewatiku. Bagian sisi dan permukaan superior concha milikku dilapisi dengan jaringan epithelium atau epitel yang berperan dalam indra penciuman. Reseptor aroma, yang terdiri dari sel cilia dan sel pendukung lainnya membuat epitel memiliki respon yang baik terhadap aroma. Segala sesuatu yang mengeluarkan molekul ke udara pasti memiliki suatu aroma. Persepsi penciuman muncul dalam otak yang dihasilkan oleh reaksi kompleks secara beruntun. Memang, aku sendiri tidak mengetahui mengenai apa yang terjadi ketika proses tersebut terjadi, tetapi, manusia berhasil mengembangkan hal tersebut ke dalam beberapa teori. Karena getaran dan struktur dari setiap molekul yang masuk hidungku pasti berbeda dari yang lain, maka setiap molekul memiliki reaksi kimia dan tegangan listrik yang berbeda. Molekul yang masuk melalui udara pecah ketika dilembabkan oleh epitel hidungku dan kemudian secara kimiawi, menstimulasi suatu aroma. Namun, jika selaput lendirku mengering dan kehilangan kelembabannya, maka aku akan kesulitan untuk memisahkan molekul yang masuk ke dalam hidungku sehingga akan sulit bagimu dan manusia lainnya untuk bernapas. Tidak hanya itu, indra penciumanku juga akan melemah karena kekurangan zinc, zat yang biasanya hanya ada sedikit dalam tubuh manusia.
Ada alasan mengapa warna, rasa dan aroma bawang sangat berbeda dengan aroma bunga mawar. Hal itu karena setiap makhluk hidup memiliki senyawa yang berbeda satu sama lain, seolah-olah mempunyai laboratoriumnya sendiri. Molekul yang menyebar ke udara akan selalu memiliki senyawa yang secara alamiah berbeda. Tentunya yang paling menarik adalah bagaimana sistem luar biasa yang kumiliki dapat menebak setiap molekul atas setiap senyawa yang berbeda, mengkategorikan molekul yang tertangkap dan kemudian mengirimkan ke otak sebagai informasi hasil dari pengkategorian tadi. Sehingga, aku akan membantu otak jika suatu saat aku mencium aroma yang sama. Hal yang luar biasa adalah ketika pertama kali aku mencium aroma yang sangat kuat, baik bau-bauan atau wangi-wangian, aku akan membantu manusia untuk mengurangi atau membiasakan manusia untuk mencium aroma tersebut. Ini dinamakan sebagai proses “habitasi”, menunjukan betapa Allah Maha pengasih dan penyayang terhadap umatnya. Jika Allah tidak merancang proses ‘pengurangan’ atau ‘habitasi’ ini, maka manusia akan kesulitan dalam menghirup udara karena adanya aroma atau bau-bauan yang konstan terus terjaga seperti bau sampah, air selokan, bangkai dan para penjagal sapi, akan kesulitan dalam melaksanakan pekerjaan sehari-harinya karena tidak tahan mencium bau-bauan tersebut.
Lapisan kulit dalam (mucosa) yang bisa dengan mudah membengkak berisi darah atau cairan jaringan. Ketika terjadi infeksi bakteri, virus atau alergi akibat serbuk bunga, lubang hidungku akan tersumbat, dan membuat manusia sulit bernapas. Infeksi pada bagian atas saluran pernapasan membuatku berair dan tersumbat. Manusia pasti mengetahui bahwa air yang diam akan menimbulkan bau yang tidak sedap berbeda dengan air yang mengalir, yang sama sekali tidak berbau karena tidak menahan kotoran. Hal itu serupa dengan sistem hidung, ketika aku tertahan dan tak berfungsi dengan baik, maka bakteri akan tumbuh lebih cepat dan menyebar ke organ pernapasan secara keseluruhan. Itulah mengapa, jika manusia terkena flu, mereka harus segera menangani agar saluranku tidak tersumbat. Teh panas atau teh aromatik akan membantuku, tapi yang paling membantuku adalah teteskan sedikit air laut (air asin) ke dalam lubang hidung, agar saluranku bersih dan kembali lancar. Tapi ingat, jangan gunakan obat tetes hidung jika memang belum perlu, karena dapat menyebabkan ketergantungan dan efek samping lain.
Tulang tengkorak manusia memiliki 4 pasang ruang berisi udara (sinus), terletak di belakang tulang pipi, di atasku, dan di kening. Jika terjadi infeksi peradangan sinus, peradangan tonsil, atau tumbuh polip di sinus maka akan diproduksi sekret secara terus menerus menjadi flu atau rhinitis kronis. Selain itu, ada kondisi dimana aku mengalami perdarahan yang dapat menjadi tanda awal penting dari banyak penyakit. Beberapa kondisi dengan tekanan darah tinggi dan demam dapat menyebabkan aku berdarah. Memang benar perdarahanku saat tekanan darah tinggi merupakan peringatan dari kondisi yang lebih serius. Jika saat kondisi tekanan darah meningkat pembuluh darahku tidak pecah, berdarah, dan menurunkan tekanan darah maka yang akan terjadi pembuluh darah di otak akan pecah yang akan menimbulkan konsekuensi buruk.
Budi, mulai saat ini, selalu ingatlah untuk bersyukur kepada Allah ketika kau mampu mencium wangi bunga atau sesuatu yang beraroma menyegarkan. Allah yang Maha Perkasa, yang memberikan manusia udara sebagai berkah, menempatkanku padamu dan manusia lainnya sebagai penyaring untuk menghilangkan partikel kotor di udara. Karena jika Allah tidak melakukan hal tersebut, maka paru-parumu akan menghitam kotor oleh debu dan pada akhirnya rusak. Kamu tidak akan dapat merasakan makanan karena untuk merasakan makanan, kau membutuhkanku dan tidak hanya lidah. Manusia yang fungsi epitel penciumannya rusak, tidak dapat membedakan mana buah apel atau lobak ketika ia memakannya sehingga tidak dapat merasakan rasa dari makanan tersebut.
Sahabatku Budi, Aku pikir aku sudah mendeskripsikan mengenai fungsiku sebagai hidung pernahkah kau bertanya, bagaimana aku terbentuk sedemikian rupa dengan ribuan elemen rumit, dan masing masing memiliki fungsi tertentu. Pemahat mana yang bisa membuat hidung selengkap diriku? Takkan ada yang bisa menjawab selain keyakinan akan adanya Allah. Tidak ada penjelasan yang lebih dalam untuk menjelaskanku, karena aku beribu-ribu kali lebih baik daripada hidung buatan pemahat. Jadi, ketika kamu membasuh wajahmu dan berkaca, coba perhatikan aku dan ingat, bahwa Allah-lah yang menciptakan kita dari awal hingga terbentuk menjadi sangat sempurna.
Fountain, Juli – Agustus 2009







Discussion about this post