• Privacy & Policy
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Redaksi dan Manajemen
    • Dewan Penasihat
  • Mata Air di Dunia
    • Arabic
    • Deutsch
    • English
    • Spanish
    • Turkish
  • FAQ
  • Kirim Artikel
  • Karir
Saturday, October 10, 2026
  • Login
Majalah Mata Air
Advertisement
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2026Terbaru
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2026
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23
No Result
View All Result
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2026Terbaru
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2026
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23
No Result
View All Result
Majalah Mata Air
No Result
View All Result
Home Spiritualitas Hikmah

Membina Manusia Bahagia

Dr. Mustafa Mahmoud Hanafi

by admin
19 hours ago
in Hikmah
Reading Time: 2 mins read
Share on WhatsappShare on FacebookScan and read on your phone

Makna dan Tujuan Kebahagiaan

Dalam perspektif Islam, kebahagiaan bukan sekadar perasaan sesaat, melainkan buah dari ketenteraman batin yang bersumber dari iman, penyucian diri, dan pengetahuan. Semua hal itu menjadikan seseorang mampu berinteraksi secara positif dengan dirinya sendiri, Tuhannya, dan sesama manusia lainnya. Imam Qurthubi dalam tafsirnya atas ayat: فَمَنِ ٱتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ “…barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak pula akan celaka.”1 menyampaikan bahwa, “Orang yang mengikuti petunjuk tidak akan tersesat di dunia, tidak pula celaka di akhirat.”2 Ayat ini menghimpun kebahagiaan di dunia dan di akhirat bagi siapa saja yang mengamalkan tuntunan wahyu. Imam Ghazali menegaskan bahwa, “Kebahagiaan hanya dapat diraih dengan mengenal Allah Subhanahu wa ta’ala, karena makrifat merupakan tujuan tertinggi. Kebahagiaan takkan dapat diperoleh kecuali dengan ilmu dan amal. Adapun ilmu yang paling tinggi ialah ilmu yang mengantarkan manusia pada pengenalan terhadap Allah.”3 Imam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa kenikmatan terbesar di dunia adalah kenikmatan iman. Beliau berkata, “Sesungguhnya di dunia ini terdapat sebuah surga, yang ketika seseorang tidak memasukinya, maka ia tidak akan memasuki surga akhirat. Itulah surga kedekatan dengan Allah Subhanahu wa ta’ala dan ketenteraman yang lahir dari iman dan amal saleh.”4 Imam Fakhruddin al-Razi juga menunjukkan bahwa kebahagiaan sejati hanya dapat diraih dengan memadukan dua hal: kesempurnaan jiwa dan kesempurnaan hubungan dengan Allah Subhanahu wa ta’ala. Beliau berkata, “Kebahagiaan terletak pada kesempurnaan akal dan ruh, serta memusatkan diri pada Dzat yang menjadi sebab dari segala sebab.”5

 

Manusia Bahagia: Akal yang Sadar dan Tekad yang Kuat

RelatedArticles

Kasih Sayang dan Memaafkan

Jalan Kedekatan

Dalam Islam, akal merupakan sarana untuk memahami keberadaan dan menjadi landasan dalam menjalankan tanggung jawab. Akal tidak dapat dipisahkan dari wahyu dan tidak boleh terlepas dari realitas kehidupan. Imam Fakhruddin al-Razi berkata, “Akal dimuliakan karena dengannya manusia dapat memahami firman Allah Subhanahu wa ta’ala dan menangkap hikmah di balik penciptaan dan segala ketetapan-Nya. Oleh karena itu, tidak ada akal tanpa wahyu dan tidak ada wahyu tanpa akal.” Imam Syafi‘i berkata, “Ilmu adalah sesuatu yang memberikan manfaat, bukan sesuatu yang dihafalkan.” Dr. Muhammad al-Bahi menekankan pentingnya memadukan daya kritis akal dengan iman yang kokoh. Beliau berkata, “Kebahagiaan intelektual hanya akan dapat diraih ketika iman dinalar dan tujuan-tujuan wahyu dipahami dalam konteks kesadaran zaman sekarang.”6 Ibnu Qayyim al-Jauzi berkata, “Kebodohan adalah penyakit akal. Adapun obatnya adalah ilmu. Tidak ada ilmu yang lebih bermanfaat bagi seorang hamba daripada ilmu yang membimbingnya kepada Tuhannya dan menunjukkan jalan keselamatannya.”7 Dr. Abdul Karim Bakkar juga menjelaskan, “Kesadaran intelektual merupakan dasar kemajuan manusia, sedangkan berpikir adalah pilar dalam membangun diri yang berkesadaran.”8

 

Ruh: Rahasia Kebahagiaan dan Sumber Kejernihan

Ruh merupakan pusat penyucian diri. Ketika ruh menemukan ketenteraman bersama Allah Subhanahu wa ta’ala, maka kehidupan akan menjadi tenteram. Sebaliknya, ketika ruh mengalami kegelisahan, segala sesuatu dalam kehidupan pun ikut terguncang. Ibnu Qayyim al-Jauzi berkata, “Hati tidak akan menjadi baik, tidak akan merasa nyaman, tidak akan tenteram, dan tidak pula akan …

 

Tags: bahagiaHikmahmajalah mata airVolume 13 Nomor 52
Previous Post

Apakah Hewan Mengetahui Fisika Penerbangan?

Next Post

Cahaya dan Gulita: Renungan Waktu di Ujung Senja

admin

admin

Related Posts

Kasih Sayang dan Memaafkan
Hikmah

Kasih Sayang dan Memaafkan

6 months ago
Jalan Kedekatan
Hikmah

Jalan Kedekatan

6 months ago
Load More

Discussion about this post

POPULAR POST

  • Taubah, Inabah, dan Aubah

    Taubah, Inabah, dan Aubah

    1425 shares
    Share 570 Tweet 356
  • Ibnu Sina, Seorang Ilmuwan Teladan

    1077 shares
    Share 431 Tweet 269
  • Shuffah, Pusat Bagi Para Jenius

    1039 shares
    Share 416 Tweet 260
  • Hewan-hewan yang Menantang Suhu Dingin

    1006 shares
    Share 403 Tweet 251
  • Tanya Jawab Edisi 37 (Demi Merasakan Manisnya Iman)

    925 shares
    Share 370 Tweet 231

Majalah Mata Air menyuguhkan bahan bacaan untuk mengembangkan cakrawala pemikiran.

Ikuti Kami

Categories

Bulan Terbit

Cahaya dan Gulita: Renungan Waktu di Ujung Senja

Cahaya dan Gulita: Renungan Waktu di Ujung Senja

October 9, 2026
Membina Manusia Bahagia

Membina Manusia Bahagia

October 9, 2026
Apakah Hewan Mengetahui Fisika Penerbangan?

Apakah Hewan Mengetahui Fisika Penerbangan?

October 7, 2026
  • Tentang
  • Ketentuan
  • Kirim Tulisan

© 2021 Majalah Mata Air - Membaca Kehidupan.

No Result
View All Result
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2026
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2026
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23

© 2021 Majalah Mata Air - Membaca Kehidupan.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Hallo,
Ada yang bisa kami bantu?
Tanya Admin