• Privacy & Policy
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Redaksi dan Manajemen
    • Dewan Penasihat
  • Mata Air di Dunia
    • Arabic
    • Deutsch
    • English
    • Spanish
    • Turkish
  • FAQ
  • Kirim Artikel
  • Karir
Monday, May 11, 2026
  • Login
Majalah Mata Air
Advertisement
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23
No Result
View All Result
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23
No Result
View All Result
Majalah Mata Air
No Result
View All Result
Home Sains Aneka Satwa

Umur Hewan

Prof. Dr. İrfan Yılmaz

by Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
8 hours ago
in Aneka Satwa
Reading Time: 2 mins read
Share on WhatsappShare on FacebookScan and read on your phone

Salah satu ciri paling penting dari semua makhluk hidup yang tidak pernah berubah adalah bahwa mereka yang hidup di Bumi ini selama waktu tertentu, mati, dan meninggalkan panggung kehidupan setelah selesai mempertunjukkan keindahan yang mereka miliki. Sejak hari pertama dilahirkan ke dunia, setiap makhluk mulai menjalani kehidupan yang telah ditentukan dan ditakdirkan. Sejatinya, kita menjalani kehidupan yang sedari awal sudah ditentukan untuk ditinggalkan.

Semua sel hidup ditakdirkan membelah diri dalam jumlah tertentu sebelum pada akhirnya menua dan pergi meninggalkan dunia. Meski begitu, waktu hidup (umur) setiap spesies makhluk hidup berbeda-beda. Sebagaimana setiap spesies memiliki rata-rata usia hidup yang khas, setiap individu yang menjadi bagian dari spesies tersebut juga memiliki usia hidup yang khas juga. Usia rata-rata manusia berkisar antara 70 tahun. Namun ada sebagian orang yang hidup mencapai 80-90 tahun dan sebagian lainnya meninggal di usia 50–60 tahun.

Sebagaimana bagi manusia umur adalah kadar yang tertakar, bagi hewan pun umur adalah takdir Tuhan yang tak tertukar. Sebelum mati akibat penuaan terjadi, setiap spesies memiliki umur alami rata-rata, yakni usia yang dapat dicapai apabila tidak mengalami serangan atau dibunuh oleh spesies lain. Umur ini dapat berakhir lebih awal akibat suatu penyakit atau mengalami kecelakaan, tetapi juga dapat diperpanjang dalam batas-batas genetik dengan mematuhi beberapa ketentuan.

Penelitian biologis yang dilakukan di banyak laboratorium menunjukkan bahwa parameter terkait umur memiliki pengaruh signifikan. Namun genetika tetap menjadi faktor yang sangat penting. Singkatnya, sebagaimana halnya tikus yang tidak akan pernah bisa hidup seumur manusia, dalam kondisi normal pun manusia tidak akan pernah bisa hidup selama pohon ek atau pohon zaitun, yakni 700-800 tahun atau 1500-2000 tahun, karena hal tersebut tidak mungkin terjadi secara biologis atau genetik.

RelatedArticles

Hai Budi, Ini Aku Laba-Laba, Hewan Kecil Bersarang Sutra

Hai Budi, Ini Aku Landak Hewan Berduri Tegak

Menentukan umur hewan yang hidup di habitat alaminya di alam liar bukanlah hal yang mudah. Sulit membuat penentuan pasti tentang umur mereka karena tidak memungkinkan bagi kita untuk terus-menerus memantau hewan yang hidup di laut, gunung, atau tempat-tempat yang sulit dijangkau dan kita juga tidak mungkin mengenali hewan yang sama saat kembali bertemu. Namun, dengan beberapa metode penelitian yang baru, dimungkinkan untuk mengenali kembali hewan-hewan tersebut dengan memasang tanda berwarna atau cincin tertentu. Namun begitu, kita tidak boleh lupa bahwa akan ada margin kesalahan dalam penentuan usia hewan-hewan tersebut.

Secara khusus, beberapa spesies hewan telah diamati di habitat alaminya, sementara yang lain diamati di area terbatas seperti di kebun binatang atau taman safari, sehingga diperoleh beberapa data mengenai umur mereka. Angka-angka yang kami berikan di bawah ini, yang pertama menunjukkan umur (dalam tahun) hewan di alam liar, sedangkan yang ada dalam kurung menunjukkan umur hewan yang ada di pusat penangkaran atau di lingkungan yang hewan-hewan itu diberi makan secara khusus oleh manusia.

 

Hewan Darat

Gajah 70 (86); orang utan 40 (50); gorila, beruang coklat, bison 30 (50); badak 30 (47); paus biru 35 (45); buaya 30 (41); dan unta 25 (40) adalah hewan-hewan besar yang hidup lebih lama daripada hewan yang lain. Hewan-hewan yang sedikit lebih kecil memiliki umur yang sedikit lebih pendek. Misalnya, simpanse 20-30 (40); anjing…..

 

Tags: hewanmajalah mata airmata air magazinesatwaumur hewanvolume 13 Nomor 49
Previous Post

Dahsyah dan Hayman

Next Post

Terowongan Kuantum pada Hidung

Irfan Yilmaz. Prof. Dr.

Irfan Yilmaz. Prof. Dr.

Related Posts

Hai Budi, Ini Aku Laba-Laba, Hewan Kecil Bersarang Sutra
Aneka Satwa

Hai Budi, Ini Aku Laba-Laba, Hewan Kecil Bersarang Sutra

7 months ago
Hai Budi, Ini Aku Landak Hewan Berduri Tegak
Aneka Satwa

Hai Budi, Ini Aku Landak Hewan Berduri Tegak

7 months ago
Load More

Discussion about this post

POPULAR POST

  • Taubah, Inabah, dan Aubah

    Taubah, Inabah, dan Aubah

    1390 shares
    Share 556 Tweet 348
  • Ibnu Sina, Seorang Ilmuwan Teladan

    1068 shares
    Share 428 Tweet 267
  • Shuffah, Pusat Bagi Para Jenius

    1009 shares
    Share 404 Tweet 252
  • Hewan-hewan yang Menantang Suhu Dingin

    993 shares
    Share 398 Tweet 248
  • Tanya Jawab Edisi 37 (Demi Merasakan Manisnya Iman)

    904 shares
    Share 362 Tweet 226

Majalah Mata Air menyuguhkan bahan bacaan untuk mengembangkan cakrawala pemikiran.

Ikuti Kami

Categories

Bulan Terbit

Tanya Jawab Edisi 49

Tanya Jawab Edisi 49

May 11, 2026
Pusat Energi Tubuh

Pusat Energi Tubuh

May 11, 2026
Hikmah Gerbang Hadamard pada Teknologi Kuantum

Hikmah Gerbang Hadamard pada Teknologi Kuantum

May 11, 2026
  • Tentang
  • Ketentuan
  • Kirim Tulisan

© 2021 Majalah Mata Air - Membaca Kehidupan.

No Result
View All Result
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23

© 2021 Majalah Mata Air - Membaca Kehidupan.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Hallo,
Ada yang bisa kami bantu?
Tanya Admin