• Privacy & Policy
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Redaksi dan Manajemen
    • Dewan Penasihat
  • Mata Air di Dunia
    • Arabic
    • Deutsch
    • English
    • Spanish
    • Turkish
  • FAQ
  • Kirim Artikel
  • Karir
Wednesday, May 6, 2026
  • Login
Majalah Mata Air
Advertisement
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23
No Result
View All Result
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23
No Result
View All Result
Majalah Mata Air
No Result
View All Result
Home Sains

KESEHATAN – ILMU PENGETAHUAN – TEKNOLOGI (Edisi 3)

by admin
12 years ago
in Sains
Reading Time: 3 mins read
Share on WhatsappShare on FacebookScan and read on your phone

Peran Sapi bagi Pengobatan Penyakit Manusia

Manusia memelihara sapi untuk memenuhi kebutuhan daging dan susu selama ribuan tahun. Sebuah studi baru menunjukkan bahwa sahabat kita yang bersahaja ini bahkan tidak hanya sekedar menawarkan dirinya sebagai bahan makanan saja. Para peneliti mengklaim bahwa antibodi sapi dapat membantu kita untuk mengobati infeksi yang mematikan. Antibodi adalah protein besar yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh kita untuk mengidentifikasi dan menetralisir zat-zat asing seperti bakteri, virus, dan parasit. Antibodi adalah molekul berbentuk “Y”, berbentuk ekor dan dua lengan identik. Lengan ini digunakan untuk meraih target spesifik yang disebut antigen. Pada bagian ujung dari senjata ini, ada satu set kecil lingkaran protein yang disebut-sebut saling melengkapi-menentukan daerah atau CDR. Pada penyusunan ulang dari gen dengan kode CDR, populasi yang sangat banyak dan beragam dari antibodi, dihasilkan dalam organisme untuk mengikat setiap penyerbu asing. Target khusus antibodi ditentukan di CDR H3, yang merupakan sub wilayah CDR. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa antibodi dengan wilayah CDR H3 lebih panjang dimungkinkan bekerja dalam infeksi virus akan jauh lebih efektif. Sayangnya CDR H3 panjang, jarang terdapat pada manusia. Menariknya, sapi membuat antibodi dengan sangat panjang di wilayah CDR H3. Analisis kristalografi genetik dan sinar X menunjukkan bahwa antibodi sapi terdiri dari tangkai panjang yang diatapi oleh tombol antigen-pengikat, yang berisi sulfur dengan tingkat yang sangat tinggi dan mengandung asam amino sistein. Residu sistein ini diperkirakan untuk membuat berbagai struktur lingkaran mini dengan mengikat diri mereka pada bentangan protein yang berbeda di wilayah CDR. Karenanya, antibodi sapi bertindak seperti roket satelit pada rangka panjang tipis, yang bisa masuk ke celah-celah sempit untuk mencapai dan mengikat patogen antigen unik yang antibodi biasa tidak bisa mencapainya dengan mudah. Tentu saja, sekarang semua orang bertanya, “Mengapa sistem kekebalan tubuh sapi perlu membuat antibodi seperti itu?” Salah satu penjelasan adalah karena bentuk sapi yang tidak biasa, berperut super besar, berisikan fermentasi rumput tentu tempat berkumpulnya bakteri dan virus, maka sistem antibodi ini yang bisa menjadi satu-satunya cara yang efisien untuk membuat pertahanan terhadap patogen tersebut. Kekuatan antibodi CDR H3 panjang memiliki variasi luas yang dapat diaplikasikan pada manusia dan hewan. Para peneliti berencana mengambil langkah pertama dengan mengimunisasi sapi dengan antigen HIV untuk melihat apakah antibodi dengan CDR H3 yang dipanjangkan dapat memulihkan dan mampu menetralisir virus penyebab AIDS. Setelah serangkaian percobaan berpotensi sukses, sistem antibodi yang baru ini diharapkan dapat diterapkan terhadap penyakit menular lainnya.

Pembaharuan Sel dan Asam Lemak Omega

Sebuah sel dapat menjadi sangat ekonomis dalam kondisi stres. Salah satu faktor utama stres bagi sel adalah kurangnya nutrisi. Dalam kondisi kelaparan, sel bergantung pada cadangan internal energi, atau dengan kata lain, sel akan mendaur ulang. Salah satu mekanisme utama bagaimana sel beradaptasi dan bertahan tanpa adanya sumber energi eksternal adalah yang disebut dengan autophagy, yang merupakan penghancuran sel-sel pada komponennya sendiri untuk kelangsungan hidup sel. Peningkatan autophagy dapat menyebabkan peningkatan pembersihan komponen sel tua atau rusak. Hal ini juga mengesankan bahwa autophagy dapat memperpanjang umur sel dengan mempertahankan fungsi sel. Selain itu, cacat pada fungsi autophagy juga berkaitan pada berbagai penyakit manusia seperti penyakit Parkinson, kanker, dan sindrom metabolik. Namun sayangnya, metabolit penggerak proses autophagy masih belum diketahui. Sebuah studi terbaru dari Massachusetts General Hospital menyoroti soal metabolit yang mengatur adaptasi sel selama kelaparan. Menggunakan cacing nematoda, Caenorhabditis elegans, peneliti menunjukkan bahwa lemak tak jenuh ganda (PUFA) yang ditemukan dalam minyak ikan, omega 3/6, meningkat selama kondisi kelaparan. Tingkat omega 6 PUFA yang meningkat memungkinkan cacing untuk menahan kelaparan dengan merangsang autophagy. Para peneliti kemudian menguji metabolit pada sel manusia dan mengamati hasil yang hampir sama. Autophagy tidak hanya memungkinkan untuk kelebihan komponen sel yang digunakan sebagai sumber energi internal, tetapi juga untuk melindungi organel dari kehancuran akibat kelaparan, jadi hal itu mengarah ke kelangsungan hidup sel-sel. Oleh karena itu, penelitian ini menunjukkan hubungan potensial antara PUFA yang kaya di dalam minyak ikan dengan peningkatan kelangsungan hidup dan umur panjang sel.

RelatedArticles

Kesehatan – Ilmu Pengetahuan – Teknologi (Edisi 48)

Robot yang Dapat Terurai secara Hayati

Mengapa Wanita Mengingat Wajah Lebih Baik

Mengapa beberapa orang bisa mengingat wajah jauh lebih mudah sementara yang lain cepat melupakan seseorang yang mereka baru kenal? Sebuah studi baru mungkin akan menjawab pertanyaan lama ini. Dalam studi ini, peneliti menunjukkan peserta studi secara acak memilih wajah-wajah di layar komputer. Dengan menggunakan teknologi pelacakan mata, mereka dimonitor di mana, dan untuk berapa lama, para peserta memandang wajah. Setiap wajah diberikan nama yang para peserta diminta untuk mengingat selama periode satu hari dan empat hari. Sebagaimana banyak diperkirakan berdasarkan dari pengalaman sosial mereka, didapatkan bahwa perempuan mengingat wajah jauh lebih baik daripada laki-laki. Ketika catatan pelacakan mata dianalisis, perempuan ditemukan terpaku pada ciri wajah jauh lebih banyak daripada laki-laki. Ini benar-benar di luar kesadaran perempuan, sebagaimana individu biasanya tidak melihat di mana mata mereka terpaku. Studi ini menunjukkan mekanisme spesifik gender baru untuk pembentukan memori episodik dan konsolidasi. Dalam kehidupan nyata, wanita mungkin tanpa sadar lebih memperhatikan pada wajah-wajah baru dibandingkan laki-laki, sehingga menciptakan memori lebih kaya dan unggul. Hasil ini juga membuka kemungkinan baru untuk pengobatan orang dengan gangguan memori hanya dengan meningkatkan pola gerakan mata dan aktivitas mengamati.

Tags: BakterilemakmemoriparasitVolume 1 Nomor 3
Previous Post

Tanya – Jawab (edisi 3)

Next Post

Islam dan Sains

admin

admin

Related Posts

Kesehatan – Ilmu Pengetahuan – Teknologi (Edisi 48)
IPTEK

Kesehatan – Ilmu Pengetahuan – Teknologi (Edisi 48)

2 months ago
Robot yang Dapat Terurai secara Hayati
Teknologi

Robot yang Dapat Terurai secara Hayati

6 months ago
Load More

Discussion about this post

POPULAR POST

  • Taubah, Inabah, dan Aubah

    Taubah, Inabah, dan Aubah

    1389 shares
    Share 556 Tweet 347
  • Ibnu Sina, Seorang Ilmuwan Teladan

    1067 shares
    Share 427 Tweet 267
  • Shuffah, Pusat Bagi Para Jenius

    1008 shares
    Share 403 Tweet 252
  • Hewan-hewan yang Menantang Suhu Dingin

    993 shares
    Share 398 Tweet 248
  • Tanya Jawab Edisi 37 (Demi Merasakan Manisnya Iman)

    903 shares
    Share 361 Tweet 226

Majalah Mata Air menyuguhkan bahan bacaan untuk mengembangkan cakrawala pemikiran.

Ikuti Kami

Categories

Bulan Terbit

Kesehatan – Ilmu Pengetahuan – Teknologi (Edisi 48)

Kesehatan – Ilmu Pengetahuan – Teknologi (Edisi 48)

March 3, 2026
Diskusi Hangat antara Kebenaran yang Diturunkan dan Pengetahuan yang Ditemukan

Diskusi Hangat antara Kebenaran yang Diturunkan dan Pengetahuan yang Ditemukan

March 3, 2026
Sahabat Sejati

Sahabat Sejati

March 3, 2026
  • Tentang
  • Ketentuan
  • Kirim Tulisan

© 2021 Majalah Mata Air - Membaca Kehidupan.

No Result
View All Result
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23

© 2021 Majalah Mata Air - Membaca Kehidupan.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Hallo,
Ada yang bisa kami bantu?
Tanya Admin