• Privacy & Policy
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Redaksi dan Manajemen
    • Dewan Penasihat
  • Mata Air di Dunia
    • Arabic
    • Deutsch
    • English
    • Spanish
    • Turkish
  • FAQ
  • Kirim Artikel
  • Karir
Sunday, May 3, 2026
  • Login
Majalah Mata Air
Advertisement
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23
No Result
View All Result
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23
No Result
View All Result
Majalah Mata Air
No Result
View All Result
Home Sains

Matahari dan Kekhususan Posisinya

by Osman Cakmak. Prof. Dr.
12 years ago
in Astronomi, Sains
Reading Time: 4 mins read
Share on WhatsappShare on FacebookScan and read on your phone

Setiap pagi dan sore hari kita menyaksikan matahari terbit dan terbenam dalam alunan warna yang indah. Bintang bercahaya pada hakikatnya bergerak dilangit bagaikan parade sepanjang malam. Kita bahkan tidak menyadari revolusi bumi mengelilingi matahari dan gerakan spesifik dari planet lain serta bintang-bintang di galaksi kita, ketika kita sibuk dengan kehidupan kita sehari-hari. Jika kita dapat melihat lebih dekat di galaksi Bimasakti yang tampaknya tak bergerak, kita akan menyaksikan setiap manuver yang menakjubkan dari miliaran bintang dan planet. Galaksi Bimasakti memiliki diameter  sekitar 200 ribu tahun cahaya dalam bentuk cakram raksasa yang berputar dan meliputi tujuh lengan galaksi berbentuk spiral. Galaksi Bimasakti menjadi rumah bagi hingga 100 milyar bintang seperti matahari. Diperkirakan bahwa ada sekitar 125 miliar lebih galaksi lain seperti galaksi Bimasakti berada di alam semesta ini. Sama seperti bagaimana matahari kita terdiri dari planet bulan, galaksi kita juga memiliki bulan galaksi yang lebih kecil. Sekitar sepuluh atau lebih galaksi yang lebih kecil tersebut berputar perlahan-lahan di sekitar Bimasakti bagaikan roda-roda sebuah mesin. Berbagai galaksi mengatur jarak satu sama lain, planet-planet beredar di sekitar bintang, bintang mengitari satu sama lain dan bintang-bintang mengorbit pada galaksinya ….. betapa agungnya menyaksikan kesemuanya ini!

Galaksi dan Matahari
Radiasi gelombang radio sepanjang 21 cm yang dipancarkan dari gas hidrogen yang berada di dalam debu padat dan awan gas dari lengan galaksi memungkinkan kita untuk mengetahui struktur galaksi. Informasi ini membuat kita menyimpulkan bahwa galaksi kita memang bukan benda padat yang menampilkan gerakan melingkar berkecepatan 250 km per detik. Sistem tata   satu revolusi mengelilingi galaksi dalam waktu sekitar 200 juta tahun. Pada titik ini pertanyaan penting yang mungkin hadir di benak kita adalah bagaimana orbit tata surya dipertahankan dan dilindungi selama perjalanan ini dimana tata surya pada saat bersamaan harus melewati gravitasi dan efek dari benda-benda angkasa yang kuat tanpa menimbulkan gangguan dan tabrakan. Bumi tidak akan menjadi tempat layak huni hanya dengan mempertimbangkan kandungan planetnya saja. Kita mungkin perhitungan mengenai tata surya kita dan galaksi lain, karena sistem tata surya memiliki hubungan yang sangat sensitif dengan sistem benda angkasa lainnya di galaksi kita.

Posisi Matahari di Galaksi Bimasakti
Triliunan komet di galaksi Bimasakti mengisi ruang angkasa dan meliputi sistem tata surya dalam mode globular. Salah satu kelompok komet yang mengorbit sistem tata surya disebut awan Oort atau Opic- Oort. Sekitar seratus miliar komet diperkirakan berada pada awan Oort ini.

Komet-komet tersebut mengikuti orbit-orbit yang dilaluinya hingga mereka meninggalkan orbit karena gravitasi dari benda langit lain yang kuat, yaitu matahari. Bintang dan massa Bimasakti merupakan sebuah pusat globular dengan lengan- lengan spiral di mana lenganlengan ini diperlebar keluar dari pusatnya pada bidang galaksi yang sama. Ada sejumlah sistem dalam jumlah terbatas yang terletak di ruang antara lengan lengan spiral galaksi ini. Bahkan, inilah tempat di mana sistem tata surya kita berada. Dengan kata lain, patut mendapat perhatian kita bahwa matahari tidak berada di bagian sentris (pusat) yang padat dari lengan galaksi Orion (pemburu) tapi berada di dekat ruang tengah galaksi yang jarang populasinya. Sistem tata surya yang telah ditempatkan pada posisi yang paling tepat di dalam galaksi Bimasakti ini perlu juga dilindungi dari bahaya yang mungkin ditemui (seperti persimpangan dengan lengan spiral padat) selama perjalanannya di sekitar pusat Bimasakti.

RelatedArticles

Kesehatan – Ilmu Pengetahuan – Teknologi (Edisi 48)

Robot yang Dapat Terurai secara Hayati

Ilmuwan yang mempelajari tentang posisi dari sistem tata surya kita di dalam peta galaksi secara khusus menunjukkan bahwa kita berada jauh dan aman dari pengaruh badai kosmik yang sangat menghancurkan.

Jika tata surya itu memang berada di lengan di mana bintang-bintang terdapat sangat padat dan dekat satu sama lain, maka gaya gravitasi dapat mengakibatkan perubahan pada orbit-orbit planet. Misalnya,  di lengan spiral galaksi, komet akan mudah meninggalkan orbitnya dan membombardir bumi dalam  seketika di bawah pengaruh gaya gravitasi yang kuat dari bintang-bintang di lengan ini. Namun ternyata langkah-langkah yang luar biasa telah diambil untuk melindungi hal ini! Salah satunya adalah nilai kecepatan Matahari. Misalnya, untuk menghasilkan komunikasi yang efektif, sebuah satelit diposisikan di orbit bumi dan diberikan kecepatan yang sama dengan bumi untuk berputar di sekitar porosnya. Matahari kita diberi kecepatan yang sesuai untuk bergerak dengan kecepatan yang hampir sama dengan yang dimiliki oleh lengan-lengan galaksi tanpa bertabrakan satu sama lainnya, sehingga menghasilkan lintasan yang aman. Namun hal ini tidak terjadi pada sekitar 95% dari bintang-bintang, dan lengan spiral di galaksi kita tidak seperti yang ditentukan untuk sistem surya kita. Ini adalah suatu hal yang patut kita pikir dan renungkan. Ukuran lain yang mencegah matahari dari saling berpotongan dengan lengan- lengan spiral adalah karena ia memiliki orbit melingkar bukan dalam bentuk elips seperti bintang bintang lain pada usia yang sama. Juga dalam hal ini, kita mengamati bahwa matahari kita diberikan sebuah gerakan khusus yang memungkinkan Bumi untuk menjadi tempat layak huni bagi kehidupan. Sang Maha Bijak dan Pencipta yang Maha Perkasa menjalankan galaksi-galaksi seperti sebuah mesin roda raksasa dengan hukum ketetapan-Nya.

Bintang-bintang di lengan spiral mungkin pada waktunya akan terhisap ke bagian dalam struktur, dan tidak akan mampu mempertahankan posisi mereka untuk jangka waktu lama. Hal ini juga berlaku bagi matahari. Pada keadaan ini kekuatan Ilahi telah mengantisipasi sehingga  menempatkan matahari pada zona yang terlindungi. Matahari terletak di “radius rotasi umum galaksi” di mana efek lengan spiral yang kuat tidak ada. Selanjutnya, dikarenakan ketika ledakan Supernova berlangsung, puing-puing bintang raksasa bisa mencapai beberapa ribu tahun cahaya jauhnya, maka hal ini memungkinkan matahari tidak akan terkena dampak negatif dari ledakan tersebut karena ia berada di daerah luar lengan.

Bahaya Kosmik di Pusat Galaksi
Sistem tata surya berjarak 28.000 tahun cahaya dari pusat galaksi. Jika galaksi kita dianggap 200 ribu tahun luas cahaya, maka dapat dikatakan bahwa kita berada relatif dekat dengan pusatnya.

Lokasi di galaksi ini cukup jauh untuk melindungi tata surya dari efek negatif yang bisa timbul dari pusat galaksi. Apa yang akan terjadi jika sistem ini lebih dekat jaraknya? Jika hal itu terjadi maka kita akan terus-menerus terkena bahaya radiasi gamma, sinar X, dan  sinarkosmik, dan itu berarti tidak akan ada kehidupan di Bumi! Belum lagi lubang hitam di pusat galaksi yang memiliki massa 3 juta kali lebih banyak sebagaimana matahari. Jika matahari berada di dekat lubang hitam, kehidupan di bumi akan mendapat pengaruh negatif karena gaya gravitasinya yang kuat. Langkah- langkah luar biasa yang telah diambil bagi sistem tata surya kita, penempatan penyesuaian yang sangat sensitif, dan pemeliharaan keseimbangan yang luar biasa serta kompleksitas yang tinggi, kesemuanya ini menampilkan sebuah ilmu yang sempurna dan kekuatan Ilahi berada dibaliknya. Semua peristiwa ini menunjukkan dengan jelas bahwa tidak ada satupun peristiwa yang kebetulan dan tidak  teratur di alam semesta ini. Tugas yang paling rumit dan sensitif diselesaikan dengan cara yang terbaik, karena itu menampakkan pengaturan yang begitu sempurna. Kita telah melihat bagaimana terjadi sebuah ketertiban yang sangat sempurna antara Bimasakti, sistem tata surya dan bumi.

Penulis: Prof. Dr. Osman Çakmak

Tags: 2014AstronomiProf. Dr. Osman ÇakmakSainsVolume 1 Nomor 1
Previous Post

Bagaimana Menilai Dunia Dalam Kondisi Sekarang?

Next Post

Harapan

Osman Cakmak. Prof. Dr.

Osman Cakmak. Prof. Dr.

Related Posts

Kesehatan – Ilmu Pengetahuan – Teknologi (Edisi 48)
IPTEK

Kesehatan – Ilmu Pengetahuan – Teknologi (Edisi 48)

2 months ago
Robot yang Dapat Terurai secara Hayati
Teknologi

Robot yang Dapat Terurai secara Hayati

6 months ago
Load More

Discussion about this post

POPULAR POST

  • Taubah, Inabah, dan Aubah

    Taubah, Inabah, dan Aubah

    1388 shares
    Share 555 Tweet 347
  • Ibnu Sina, Seorang Ilmuwan Teladan

    1067 shares
    Share 427 Tweet 267
  • Shuffah, Pusat Bagi Para Jenius

    1007 shares
    Share 403 Tweet 252
  • Hewan-hewan yang Menantang Suhu Dingin

    993 shares
    Share 398 Tweet 248
  • Tanya Jawab Edisi 37 (Demi Merasakan Manisnya Iman)

    902 shares
    Share 361 Tweet 226

Majalah Mata Air menyuguhkan bahan bacaan untuk mengembangkan cakrawala pemikiran.

Ikuti Kami

Categories

Bulan Terbit

Kesehatan – Ilmu Pengetahuan – Teknologi (Edisi 48)

Kesehatan – Ilmu Pengetahuan – Teknologi (Edisi 48)

March 3, 2026
Diskusi Hangat antara Kebenaran yang Diturunkan dan Pengetahuan yang Ditemukan

Diskusi Hangat antara Kebenaran yang Diturunkan dan Pengetahuan yang Ditemukan

March 3, 2026
Sahabat Sejati

Sahabat Sejati

March 3, 2026
  • Tentang
  • Ketentuan
  • Kirim Tulisan

© 2021 Majalah Mata Air - Membaca Kehidupan.

No Result
View All Result
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2025
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2025
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23

© 2021 Majalah Mata Air - Membaca Kehidupan.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Hallo,
Ada yang bisa kami bantu?
Tanya Admin