• Privacy & Policy
  • Kontak
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Redaksi dan Manajemen
    • Dewan Penasihat
  • Mata Air di Dunia
    • Arabic
    • Deutsch
    • English
    • Spanish
    • Turkish
  • FAQ
  • Kirim Artikel
  • Karir
Friday, September 4, 2026
  • Login
Majalah Mata Air
Advertisement
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2026Terbaru
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2026
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23
No Result
View All Result
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2026Terbaru
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2026
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23
No Result
View All Result
Majalah Mata Air
No Result
View All Result
Home Sains Biomedis

Potensi Bioekonomi Biomedis dari Patogen Lokal

Dr. rer. nat. Astutiati Nurhasanah, B.Sc., M.Si.

by admin
44 minutes ago
in Biomedis
Reading Time: 2 mins read
Share on WhatsappShare on FacebookScan and read on your phone

Selama ini, bakteri penyebab tuberkulosis dipandang semata sebagai ancaman kesehatan. Namun di laboratorium genomik[1], mikroorganisme yang sama justru dapat menjadi sumber inovasi ekonomi bernilai tinggi. Di balik tingginya angka TB (atau TBC) di Indonesia, tersimpan sesuatu yang jarang dibicarakan: kekayaan variasi genetik bakteri lokal yang berpotensi menjadi dasar pengembangan vaksin dan teknologi kesehatan nasional.

 

 

Gambar  1: Menurut laporan WHO (World Health Organisation, 2025), Indonesia di tahun 2024 menduduki peringkat kedua, setelah India, dalam jumlah kasus tuberkulosis (kiri). Adapun menurut catatan Kementerian Kesehatan RI Dashboard Tuberkulosis Indonesia, di tahun 2022 estimasi kasus di Indonesia mencapai 969.000 (kanan).

RelatedArticles

Nyamuk bagi Terapi tanpa Rasa Sakit

Dalam konteks dunia modern, bioekonomi[2] tidak lagi sekadar berbicara mengenai sumber daya hayati seperti pertanian atau kehutanan, tetapi juga mencakup pemanfaatan pengetahuan biologis dan bioteknologi untuk menghasilkan nilai ekonomi, inovasi kesehatan, dan kemandirian nasional. Salah satu sumber daya biologis yang sangat bernilai namun sering terlupakan adalah keragaman genetik mikroorganisme patogen[3] lokal, termasuk Mycobacterium tuberculosis, yakni bakteri penyebab penyakit TB.

Keragaman genetik ini bukan sekadar fenomena biologis. Variasi genetik pada patogen dapat memengaruhi kemampuan sistem imun mengenali bakteri, menentukan efektivitas vaksin, memengaruhi akurasi diagnostik, bahkan menentukan keberhasilan terapi. Dengan kata lain, memahami variasi genetik patogen lokal merupakan fondasi penting bagi pengembangan teknologi kesehatan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan populasi Indonesia.

 

Di Balik Keragaman Patogen Lokal

Salah satu contoh nyata datang dari penelitian terhadap isolat klinis Mycobacterium tuberculosis dari Makassar, yang meneliti variasi pada protein PPE18 (Rv1196) dan PepA (Rv0125).1 Kedua protein ini menjadi perhatian penting karena merupakan bagian dari kandidat vaksin TB M72/AS01E yang saat ini sedang dikembangkan dan diuji secara internasional, termasuk di Indonesia.2 Penelitian tersebut menemukan tingkat variasi genetik yang sangat tinggi pada protein PPE18 isolat lokal Indonesia, termasuk sejumlah mutasi yang berpotensi mengubah struktur protein dan respons imun tubuh. Dalam penelitian ini ditemukan 58 variasi genetik (polimorfisme[3]), yang 38 di antaranya merupakan perubahan yang dapat memengaruhi susunan asam amino dalam protein tubuh. Menariknya, ditemukan dua variasi gen yang cukup unik pada salah satu pasien, yaitu mutasi Arg287Gln yang sebelumnya belum pernah dilaporkan di Indonesia dan hanya ditemukan pada sekitar……

Tags: biomedispatogenSainsVolume 13 Nomor 51
Previous Post

Anakku Sang Pemimpi(n)

admin

admin

Related Posts

Nyamuk bagi Terapi tanpa Rasa Sakit
Biomedis

Nyamuk bagi Terapi tanpa Rasa Sakit

4 years ago
Load More

Discussion about this post

POPULAR POST

  • Taubah, Inabah, dan Aubah

    Taubah, Inabah, dan Aubah

    1421 shares
    Share 568 Tweet 355
  • Ibnu Sina, Seorang Ilmuwan Teladan

    1075 shares
    Share 431 Tweet 269
  • Shuffah, Pusat Bagi Para Jenius

    1035 shares
    Share 414 Tweet 259
  • Hewan-hewan yang Menantang Suhu Dingin

    1003 shares
    Share 402 Tweet 251
  • Tanya Jawab Edisi 37 (Demi Merasakan Manisnya Iman)

    923 shares
    Share 369 Tweet 231

Majalah Mata Air menyuguhkan bahan bacaan untuk mengembangkan cakrawala pemikiran.

Ikuti Kami

Categories

Bulan Terbit

Potensi Bioekonomi Biomedis dari Patogen Lokal

Potensi Bioekonomi Biomedis dari Patogen Lokal

September 4, 2026
Anakku Sang Pemimpi(n)

Anakku Sang Pemimpi(n)

September 4, 2026
Kecintaan pada Pengetahuan dan Penelitian

Kecintaan pada Pengetahuan dan Penelitian

September 4, 2026
  • Tentang
  • Ketentuan
  • Kirim Tulisan

© 2021 Majalah Mata Air - Membaca Kehidupan.

No Result
View All Result
  • Home
  • Rubrik
    • Sains
    • Budaya
    • Spiritualitas
  • Penulis
    • Amany Lubis. Prof. Dr.
    • Astri Katrini Alafta. S.S. M.Ed.
    • Gumilar Rusliwa Somantri. Prof. Dr.
    • Ilza Mayuni. Prof Dr.
    • Irfan Yilmaz. Prof. Dr.
    • Khoirul Anwar. Dr. Eng.
    • Muhammad Luthfi Zuhdi
    • Nabilah Lubis. Prof. Dr.
    • Qoriah A. Siregar. Dr.
    • Semiarto Aji Purwanto. Prof. Dr.
    • Riri Fitri Sari. Prof. Dr. Ir.
    • Tegar Rezavie Ramadhan. S.K.M. M.Pd.
  • Event
  • Tetes Mata Air
  • Arsip
  • Berlangganan
  • Produk Kami
    • Buku Digital
    • Majalah Digital
    • Mata Air dalam Genggaman
  • Semua Membacanya 2026
    • Pendaftaran Semua Membacanya 2026
    • Galeri Semua Membacanya
      • Galeri SM25
      • Galeri SM24
      • Galeri SM23

© 2021 Majalah Mata Air - Membaca Kehidupan.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Hallo,
Ada yang bisa kami bantu?
Tanya Admin