Pertanyaan:
Dalam sebuah hadis, disampaikan bahwa: “Di akhir zaman nanti, akan muncul sekelompok orang berusia muda dan lemah (pendek) akalnya. Mereka akan mengucapkan sebaik-baik ucapan manusia, serta membaca Al-Qur’an, tetapi iman mereka tidak melampaui batas kerongkongan. Mereka akan keluar dari agama seperti halnya anak panah yang menembus buruan. Di mana pun kalian melihat mereka, perangilah, karena di hari kiamat nanti Allah I akan memberi pahala orang-orang yang memerangi mereka.”1Apa penjelasan dari hadis tersebut?
Jawaban:
Sebelum sampai pada pembahasan makna yang terkandung dalam hadis ini, ada satu hal yang perlu ditekankan dan digarisbawahi: Para Sahabat Nabi Muhammad ﷺ semuanya memiliki nilai yang melampaui nilai-nilai yang ada dan merupakan sosok-sosok agung hingga tidak dapat dievaluasi dengan kriteria kita manusia biasa. Saat ini, ada sekelompok orang tidak tahu diri yang mengkritik mereka, yang dengan sangat teliti mengkritik setiap kata yang mereka sampaikan kepada kita dari zaman keemasan, mencoba menjelek-jelekkan mereka dengan kabut dan asap yang mereka ciptakan dalam khayalan mereka sendiri.
Anehnya, meski menganggap perkataan sosok-sosok seperti Imru’ al-Qais2, al-Farazdaq3, Tarafa4, atau al-Mutannabi5 sebagai dasar tata bahasa (nahwu) dan retorika (balaghah), mereka justru tidak mempercayai hadis yang diriwayatkan para Sahabat dengan tingkat kepercayaan yang sama. Padahal, para Sahabat menunjukkan kepekaan yang luar biasa di atas standar manusia biasa dan menunjukkan ketelitian dalam meriwayatkan hadis. Itu karena mereka tahu bahwa hadis adalah wahyu ghairu matluw6 sehingga dalam pengambilan (al-akhdz) dan penjagaanya (al-muhafadzah) diperlukan perhatian khusus. Setiap kata dalam hadis dipilih dan digunakan dengan ketelitian persis seperti pekerjaan seorang pengrajin perhiasan, dan setiap katanya memiliki aspek keajaiban (i’jaz).
Sebagai contoh, keajaiban yang sama juga dapat kita lihat dalam hadis Rasulullah ﷺ yang disebutkan di atas. Sebagaimana Al-Qur’an al-Karim yang menunjukkan sedikit dari sisi kebenaran yang menyeluruh untuk memberitahukan peristiwa-peristiwa serupa yang akan terjadi di masa depan, Rasulullah ﷺ juga memberitahukan peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan masa depan yang dilihatnya dengan mata gaib melalui hadis ini dan hadis-hadis lain yang serupa.
Dalam hadis suci ini, pengumpamaan yang dilakukan Rasulullah ﷺ tentang beberapa orang di akhir zaman nanti yang akan masuk dan keluar dari agama dengan perumpamaan seperti anak panah yang masuk dari satu sisi dan keluar dari sisi lainnya, sangat menarik perhatian kita. Sebagaimana diketahui, panah yang masuk dari satu sisi hewan buruan akan keluar dari sisi lainnya tanpa terhalang atau terhambat apa pun. Demikian pula, pengibaratan orang-orang yang meski mengaku telah menerima Islam dan tampak merasa terhormat dengannya, tetapi sama sekali tidak dapat memanfaatkan kedalaman dan maknanya, maka seperti anak panah tersebut sangat tepat untuk menggambarkan keadaan beberapa orang yang masuk dan keluar dari Islam dengan cepat tanpa pertimbangan, tanpa meneliti, tanpa perasaan, tanpa kesadaran, dan tanpa merasakan apa pun.
Selain itu, dalam hadis lain yang berkaitan dengan fitnah di akhir zaman, Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya akan muncul dari umatku beberapa kelompok. Bidah akan menguasai mereka sebagaimana penyakit rabies menguasai orang yang terkena rabies hingga tidak meninggalkan satu urat dan sendi pun kecuali telah menjalar ke dalamnya. Demikian pula dengan bidah itu, ia akan meresap ke dalam seluruh keadaan mereka.”7







Discussion about this post